Enter your email address:

Awas ... !!! Ada Penyakit Menular Baru Muncul Di Indonesia


Awas ... !!! Ada Penyakit Menular Baru Muncul Di Indonesia. Penyakit ini 70% berasal dari penyakit hewan seperti SARS, NIPAH, Flu Burung. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia meminta masyarakat mewaspadai wabah penyakit menular yang baru muncul atau emerging infectious disease (EID). Penyakit itu berpotensi menimbulkan wabah, kerugian ekonomi dan kekacauan sosial yang hebat.

"Ancaman tersebut sekitar 70% berasal dari penyakit hewan seperti SARS, NIPAH, Flu Burung dan lain-lain," kata Menteri Kesehatan, Endang Rahayu Sedyaningsih


http://media.vivanews.com/thumbs2/2009/10/21/78337_endang_rahayu_setyaningsih_300_225.jpg
Menteri Kesehatan Endang Rahayu Sedyaningsih (Abror Rizki)


Hal ini juga diperberat karena bangsa Indonesia, tengah menghadapi penyakit menular bersumber binatang lainnya seperti Malaria, demam berdarah, Filariasis (kaki gajah), Rabies dan penyakit menular langsung seperti Diare, Kecacingan, Kusta dll.

Karena itu, seluruh masyarakat termasuk peternak unggas, perlu dilindungi dari berbagai penyakit terutama penyakit yang dapat menimbulkan wabah dan pandemi.

Demikian pula kecelakaan di tempat kerja yang dapat timbul akibat proses kerja, alat kerja, lingkungan kerja, cara kerja yang tidak aman dan gaya hidup yang tidak sehat.

Berkaitan dengan hal itu, Menkes menyambut baik Gerakan Peternak Sehat Ternak Sehat (GPSTS) yang merupakan kerja sama antara Kementerian Kesehatan, Kementerian Pertanian dan HIMPULI serta sektor lainnya.

"GPSTS merupakan terobosan baru yang harus terus diperluas cakupannya ke seluruh Indonesia. Gerakan ini juga merupakan pelaksanaan konsep Satu Kesehatan untuk Indonesia sebagai bagian dari One World One Health," ujar Menkes.

Menurut Menkes, PSTS merupakan gerakan promosi kesehatan, kebersihan perorangan dan PHBS deteksi dini dan respon cepat pada penyakit yang dapat menimbulkan wabah pemberdayaan masyarakat peternak di bidang kesehatan dan UKBM.

Menkes menyebutkan, dari 231,83 juta jiwa penduduk Indonesia (BPS, 2009), 45.24% (104,87 juta jiwa) adalah pekerja. Sebagian besar bekerja di sektor pertanian (46%), perdagangan (19%), industri (12%) dan lain lain. Sektor pertanian terdiri dari petani, nelayan, peternak dan sebagainya.

Pekerja yang bergerak disektor peternakan unggas (ayam, itik dan lain-lain) mencapai 5 juta terdiri dari peternak unggas formal dan non formal yang tersebar di desa-desa.

"Kami ketahui, unggas air termasuk itik/bebek merupakan “carrier” dan sumber penularan Flu Burung pada unggas dan manusia," terang Menkes.

Menurut hasil penyelidikan epidemiologi, faktor risiko penularan flu burung kepada manusia 47% disebabkan karena kontak langsung dengan unggas mati mendadak. Sebanyak 41% karena kontak dengan lingkungan tercemar, 2% disebabkan karena pupuk dan 10% belum diketahui.

Hal ini disebabkan karena kurang pengetahuan, kesadaran masyarakat dalam perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).

Bahkan, di dunia saat ini, selain beredar virus influenza musiman, bersirkulasi pula virus Influenza A Baru (H1N1) yang pernah menimbulkan pandemi tahun 2009 dan virus H5N1 yang terdapat di Mesir, China, Vietnam dan Indonesia.

WHO dan masyarakat dunia mengkhawatirkan kemungkinan lahirnya virus influenza baru dari hasil perubahan genetik maupun melalui percampuran genetik dari 2 virus atau lebih (reassortment).

"Virus ini kemungkinan dapat menimbulkan wabah di banyak negara di dunia (pandemi)," papar Menkes. ( vivanews.com )



Artikel Lain :



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar