Burung Tertua Jadi Kunci Misteri Dinosaurus

Burung Tertua Jadi Kunci Misteri Dinosaurus - Makhluk dengan gigi runcing, cakar tajam serta suatu ciri yang membingungkan sekali lagi telah ditunjukkan dan semua mengarah pada dinosaurus, bukan seekor burung, menurut laporan Daily Mail.


Haplocheirus, yang hidup 160 juta tahun lalu, adalah jenis paling tua dari kelompok burung eksentrik seperti dinosaurus, yang disebut Alvarezsauroids.(SuaraMedia News)
Haplocheirus, yang hidup 160 juta tahun lalu, adalah jenis paling tua dari kelompok burung eksentrik seperti dinosaurus, yang disebut Alvarezsauroids.(SuaraMedia News)


Haplocheirus Sollers hidup 15 juta tahun sebelum ditemukannya burung terbang pertama, Archaeopteryx dan mendukung teori bahwa burung berevolusi secara mandiri - seperti dinosaurus.

Halopcherius Sollers hidup 160 juta tahun lalu dan telah mematahkan mitos yang menyatakan bahwa burung berevolusi dari dinosaurus.

Sebuah kerangka fosil lengkap dari dinosaurus sepanjang 10 kaki telah ditemukan para ilmuwan selama ekspedisi ke gurun Gobi di China pada 2004 silam.

Keistimewaan perbedaannya adalah cakar besar pada setiap tangannya yang memungkinkan digunakan untuk menggali.

Alvarezsaurids merupakan jenis burung yang telah ditemukan selama beberapa tahun, dan sejak penemuannya pada 1920-an, para ilmuwan telah memperdebatkan apakah jenis ini benar-benar dinosaurus.

Kemudian banyak yang bersikeras tentang Alvarazsaurids, yang memiliki ukuran lebih kecil dari Haplocheirus, jenis burung yang sesungguhnya tidak bisa terbang.

Penemuan fosil baru tersebut telah meredakan perdebatan, memastikan identitas dinosaurus mereka tanpa keraguan, dan juga telah mengatasi kesenjangan penting dalam pengetahuan mengenai evolusi burung.

Kebanyakan para ilmuwan meyakini jenis burung modern adalah jenis keturunan langsung dari dinosaurus berkaki dua pemakan daging. Namun terdapat sejumlah pandangan berbeda bahwa burung berevolusi secara tersendiri.


Mereka yang menentang teori 'dinobird' menunjukkan fakta bahwa semua contoh yang paling jelas dari jenis burung seperti dinosaurus hanya ada jutaan tahun setelah Archaeopteryx. Evolusi burung telah berkembang jauh bahkan sebelum semua itu eksis.

Haplocheirus menentang kecenderungan ini, karena mereka hidup jauh sebelum adanya burung pertama. Para peneliti kini meyakini, fosil tersebut menunjukkan berbagai jenis burung dan burung seperti dinosaurus yang telah menyimpang dalam periode akhir Jurassic, sekitar 160 tahun lalu.

Para ilmuwan meyakini Haplocheirus mewakili jenis berbeda dari silsilah dinosaurus dan burung.

Nenek moyangnya adalah dinosaurus yang terus berevolusi ke dalam sejumlah kelompok, termasuk satu jenis yang masih tersisa hingga kini sebagai burung modern.

"Adalah seperti penemuan luar biasa dalam keluarga anda yang menggantikan masa silsilah anda," ujar Jonah Choiniere dari Universitas Washington.( suaramedia.com)

READ MORE - Burung Tertua Jadi Kunci Misteri Dinosaurus

Arkeolog Inggris Jarah Makam Fir’aun



Arkeolog Inggris Jarah Makam Fir’aun – Howard Carter, arkeolog Inggris yang menemukan makam raja Mesir Tutankhamen pada tahun 1922, mencurangi otoritas Mesir. Ia melakukan hal tersebut untuk mendapatkan bagian dari harta karun menakjubkan tersebut, demikian diklaim oleh seorang pakar Mesir asal Jerman.

Carter, dengan penemuan sensasionalnya di Lembah Raja-Raja di dekat Luxor yang banyak dipandang sebagai penemuan arkeologis terbaik sepanjang masa, melanggar hukum dengan menyelundupkan barang-barang yang ditemukan dalam makam tersebut ke luar negeri, ia juga memasuki dan menjarah makam tersebut ketika pihak berwenang Mesir sedang tidak ada, demikian kata para pakar di Jerman.

Carter mengklaim bahwa makam berusia 3.200 tahun tersebut memang sudah dijarah di masa lalu, namun para pakar Jerman mengatakan bahwa klaim tersebut tidak benar, kebohongan tersebut dirancang untuk mengakali hukum yang menyatakan bahwa harta karun apapun yang ditemukan secara utuh harus tetap berada di Mesir, namun temuan makam yang telah dijarah bisa dibagi dua, untuk Mesir dan sang penemu.

Keraguan mengenai metode-metode Carter memang bukan hal yang baru, namun perdebatan terus mengemuka berkaitan dengan ditemukannya keberadaan artefak Tutankhamen dalam koleksi museum-museum di seluruh dunia. Mereka mengatakan bahwa artefak-artefak tersebut diam-diam dibawa keluar dari Mesir oleh Carter atau anggota timnya.

Salah satu contohnya adalah Ushabti, sebuah artefak makam dengan nama Tutankhamen yang dipamerkan di Museum Louvre dan hanya mungkin berasal dari makam sang Fir’aun, kata Christian Loeben, seorang pakar Mesir dari museum August Kestner di kota Hanover, Jerman.

Howard Carter, arkeolog Inggris, bersama asistennya berada di makam raja Mesir Tutankhamen pada tahun 1922. (SuaraMedia News)

Howard Carter, arkeolog Inggris, bersama asistennya berada di makam raja Mesir Tutankhamen pada tahun 1922. (SuaraMedia News)

Di sebuah museum di Kansas City, Missouri, terdapat dua kepala elang dari emas, menurut hasil pemeriksaan, kepala elang tersebut berasal dari kalung yang melingkar di leher mumi. Ada banyak contoh serupa di museum-museum lain.

“Seluruh objek yang berasal dari makam harus tetap berada di Mesir, jika tidak, maka benda-benda tersebut pasti diselundupkan keluar,” kata Dr. Loeben.

Dengan kebohongannya, Carter telah melakukan kerusakan permanen terhadap proses penelitian Mesir kuno, karena tidak akan pernah diketahui tampak sebenarnya dari makam tersebut ketika pertama kali ditemukan, demikian kata para pakar.

Carter mengatakan bahwa keempat bilik dari makam tersebut telah dijarah sesaat setelah Tutankhamen dikebumikan, dan kembali dijarah 15 tahun kemudian. Carter mengklaim bahwa dirinya menemukan peti-peti yang telah dirusak, vas-vas yang terbuka dan sejumlah perabot kuno. Dekorasi logam dari masing-masing benda lenyap dijarah.

“Pembobolan tersebut adalah sebuah kebohongan,” kata Dr. Rolf Krauss, seorang pakar Mesir yang berbasis di Berlin, kepada Der Spiegel, majalah terkemuka Jerman, pekan ini.

Dr. Loeben mengatakan: “Klaim Carter yang menyebutkan bahwa makam tersebut telah dijarah tidak sesuai dengan hasil pemeriksaan karena segala hal yang diperlukan untuk penguburan bangsawan masih ada di sana, tidak ada yang hilang.

“Jika saya adalah seorang perampok makam, tentunya saya akan mengambil benda yang betul-betul berharga, bukannya sejenis minyak. Saya tidak mungkin melewatkan cincin emas yang terletak di antara wadah-wadah tersebut.”

Akhirnya, otoritas Mesir, yang memperjuangkan kemerdekaan naasional setelah lebih dari satu abad dicampuri oleh Perancis dan Inggris, menolak untuk membagi harta temuan tersebut, meski teori Carter mengenai perampok makam dipercayai secara umum.

Penemuan tersebut, yang terjadi pada tanggal 26 November petang, ketika Carter mempergunakan linggis untuk membuka lubang di jalan masuk batu sambil memegang lentera untuk menerangi ruang yang ada di bawahnya, akan selalu menjadi salah satu masa-masa paling mencengangkan dalam sejarah arkeologi.

“Apa yang Anda lihat?” tanya Lord Carnavon, donatur pendukung Carter yang berdiri di belakang sang arkeolog. Setelah terdiam beberapa saat, Carter menjawab: “Saya melihat benda-benda yang luar biasa.”

Carter menyaksikan patung-patung binatang, ranjang, patung manusia, singgasana kecil yang terbuat dari emas, dan wadah aneh berbentuk telur yang di kemudian hari diketahui berisi daging yang telah dibalsem untuk sang raja di kehidupan yang akan datang. Dan semua itu hanya benda-benda yang terdapat di bilik paling luar.

Keempat bilik dalam makam tersebut berisi 5.000 objek, termasuk perabot, senjata, enam kereta perang, wadah untuk menyimpan parfum, patung-patung dan benda-benda yang terbuat dari emas dan gipsum, serta perhiasan yang bertatahkan batu kecubung, pirus, dan lapis lazuli.

Peti mati Fir’aun berisi mumi raja yang masih remaja tersebut di dalam sarkofagus yang terbuat dari batu pasir, dan dikelilingi oleh empat bilik yang disepuh emas. Topeng penguburan yang terbuat dari emas bertatahkan batu mulia menjadi simbol dari keindahan dan misteri dunia Mesir kuno.

Tutankhamen diangkat menjadi Fir’aun ketika masih berusia sembilan tahun. Ia diyakini mangkat pada tahun 1323 Sebelum Masehi, dalam usia 18 atau 19 tahun, kemungkinan besar karena keracunan darah setelah mengalami kecelakaan dalam sebuah perburuan.

Penemuan tersebut adalah sebuah sensasi yang mendunia dan menjadi masa jaya Carter, pemburu makam cerewet penuh obsesi yang telah mencari makam Tutankhamen selama bertahun-tahun.

Sebagian besar arkeolog di masa itu meyakini bahwa tidak ada lagi yang tersisa untuk digali di Lembah Raja-Raja, situs mistis yang panjangnya kurang dari satu kilometer yang menjadi kuburan kerajaan selama 500 tahun hingga abad ke-11 Sebelum Masehi. Ada 63 makam yang telah ditemukan dalam penggalian, beberapa abad terakhir, sebagian besar diantaranya telah dijarah oleh perampok makam. Carter, yang tidak pernah mengenyam pendidikan di universitas untuk belajar bahasa Mesir kuno dan huruf hieroglyph, mampu membujuk Lord Carnavon, seorang playboy yang senang mengoleksi mobil balap dan merupakan pengagum harta karun Mesir, untuk menjadi penyandang dana dalam penggalian tersebut.

Dr. Loeben mengatakan bahwa menurutnya Carter telah mengambil benda-benda kuno tersebut ke luar Mesir dengan tujuan utama untuk menghasilkan keuntungan, meski dia kemudian bekerja sebagai seorang pedagang barang antik dan agen untuk museum.

“Jika diakui berasal dari makam Tutankhamen, artefak tersebut akan menjadi sangat berharga. Tapi, menurut saya, dia mengambil beberapa benda untuk disimpan sendiri dan juga untuk para anggota timnya serta Lord Carnavon,” kata Dr. Loeben.

Namun, Carter telah melakukan tindakan yang merugikan dengan mengubah letak benda-benda di dalam makam. Dan oleh karena itu, para arkeolog mustahil mengetahui bagaimana keadaan asli makam tersebut, katanya.

Sebuah dokumen yang tidak banyak diketahui yang ditulis Alfred Lucas pada tahun 1947 menyebutkan bahwa Carter membuka lubang masuk menuju bilik depan makam, dan memasuki makam tersebut secara ilegal tanpa menunggu kedatangan ofisial Mesir, tulis Der Spiegel.

Carter kemudian menutup lubang tersebut dengan keranjang rotan dan kayu sebelum menutupnya dengan segel Mesir kuno untuk menyembunyikan pelanggaran yang dilakukannya.

Meski telah melakukan kecurangan. Tampaknya Carter tidak mendapatkan “hukuman” dalam bentuk kutukan legendari Tutankhamen. Sementara Lord Carnavon meninggal empat bulan setelah makam tersebut dibuka karena terinfeksi gigitan nyamuk, Carter sendiri masih menjalani hidup selama 17 tahun berikutnya dan meninggal di usia 64. ( suaramedia.com )


READ MORE - Arkeolog Inggris Jarah Makam Fir’aun

Firefox 3.6, 15% Lebih Cepat


Mozilla Firefox

Firefox 3.6, 15% Lebih Cepat - Didongkrak dengan Java Script terbaru yang lebih cepat dari pendahulunya, Mozilla Firefox 3.6, memiliki kinerja 15% lebih cepat dari Firefox 3.5. Sayangnya, dalam uji coba perbandingan benchmark (kinerja maksimal) dengan Safari milik Apple dan Chrome besutan Google, Firefox masih kalah ngebut.

Berdasar tes yang dilakukan oleh Computerworld, Firefox 3.6 versi resmi--yang diluncurkan Mozilla pada Kamis pekan lalu, menduduki peringkat ketiga dari lima browser versi Windows yang dites. Firefox mengarsir Java Script tiga kali lebih cepat ketimbang Opera 10, dan empat kali lebih cepat dari Internet Explorer 8.

Bahkan browser terbaru Mozilla itu 14,5% lebih cepat dari Firefox 3.5 yang luncur pertama kali Juni 2009, meski dibilang kenaikkan tipis bila dibanding klaim Mozilla.

Namun, tambahan kecepatan JavaScript yang diusung Firefox 3.6 masih tidak menandingi Safari dan Chrome. Safari mengungguli dua kali lipat kecepatan Firefox, sementara Chrome hampir dua kali lipat lebih cepat dari Firefox.

Safari menyudutkan Chrome pertama kalinya dapat balapan kecepatan, mengalahkan browser Google itu sekitar 6,5 persen. Posisi itu membuat Safari naik tipis--dibanding November lalu--sebagai pimpinan para browser perihal adu kebut-kebutan.

Dalam pengetesan kinerja maksimum tersebut, software yang digunakan ialah SunSpider JavaScript dan dijalankan di Windows XP Service Pack 3 (SP3). Masing-masing browser diuji hingga tiga kali, kemudian nilai dirata-rata untuk menentukan urutan final.

Sebagian besar pendesain browser, telah mempromosikan performa JavaScrip yang kian berkembang secara agresif dalam dua tahun terakhir. Kondisi itu ditandai ketika Mozilla mulai menggembar-gemborkan kinerja tinggi lewat mesin TraceMonkey JavaScript dalam Firefox 3.5 dan juga saat Google menyuarakan kehebatan kecepatan di Chrome.

Bahkan, Microsoft, yan selalu mengecilkan uji joba kecepatan, telah mengakui bahwa perusahaannya tengah mengerjakan tendangan terbaru dalam versi IE mereka mendatang. Pada November lalu, presiden Microsoft divisi Windows dan Windows Live, Steven Sinofsky, mengklaim bahwa awal proses pengerjaan IE9, telah membuat JavaScript browser tersebut setara dengan rival-rivalnya. Hanya saja, Microsoft masih belum melepas versi IE9 yang dapat dites secara independen.

Salah satu anggota tim yang mengerjakan JavaScript Mozilla, David Mandelin, memosting detail teknis pada pengembangan JavaScript Firefox 3.6, di blog beralamat hacks.mozilla.org.

Mozilla telah membuat perubahan lain di Firefox 3.6 untuk mempercepat browser. Untuk versi komputer Mac, misalnya, browser memulai tampilan awal lebih cepat 30% dari Firefox 3.5. Perusahaan juga mengklaim telah membuat perubahan dan peningkatan masif pada responsivitas antarmuka-pengguna saat mengetik di bar lokasi.

Firefox saat ini, menurut data terkini dari perusahaan pengukur Web, NetApplications.com, menguasai sekitar 25 % dari pasar pengguna browser dunia. Dengan seperempat irisan kue bolu, Firefox menempati posisi kedua setelah IE--dengan 63% irisan. Namun terdapat gap terlalu lebar dengan Chrome yang nangkring di urutan tiga dengan perolehan pasar 5%. ( republika.co.id )



READ MORE - Firefox 3.6, 15% Lebih Cepat

Dari M-Pegadaian Hingga Facebook Kunjungan Wisata

Dari M-Pegadaian Hingga Facebook Kunjungan Wisata - Layanan pesan singkat (short messaging services) makin populer saja. Ketika PT Aplika Lintasarta menantang kalangan muda menuangkan ide-ide kreatif berupa aplikasi, berbagai solusi unik dan bisa dimanfaatkan bagi kehidupan keseharian ditawarkan.

Dari sebelas finalis yang akan maju dalam grand final, tercatat paling tidak ada empat finalis yang mengusung aplikasi pesan singkat. Padahal pada ajang Creative Solutions Award (CSA), terdapat empat thema yakni layanan public (public service), industri keuangan, industri retail dan pendidikan.

Aplikasi SMS yang ditawarkan adalah SMS Kunci Ganda Sebagai Langkah Pengamanan Pengambilan yang Melampaui Limit Harian di ATM dan M-Pegadaian. Selanjutnya SMS Corporate: Kirim Uang dengan Pos Wesel Instan serta, Cek Kelayakan Makanan & Obat via SMS.

Persentuhan kalangan peserta dengan internet dan jejaring social, rupanya juga mempengaruhi pemikiran mereka. Ide berbasis portal dan situs jejaring sosial muncul. Salah satu peserta, misalnya, mengusulkan implementasi smart card untuk meramaikan Facebook account Visit Indonesia, suatu ide sederhana yang perlu segera direspon Kementrian Kebudayaan dan Pariwisata.

Dari aspek portal muncul berbagai ide, antara lain portal yang menghubungkan kampus dan pelaku usaha (bisnis) untuk kepentingan funding penelitian, portal khusus untuk para produsen kecil, portal KUMA (Kurikulum Bersama) sebagai dasar UAN & standardisasi pendidikan di Indonesia, serta perpustakaan Online.

CSA sendiri menurut Direktur Utama PT Aplika Lintasarta, Noor SDK Devi didedikasikan sebagai wadah untuk menampung ide-idea sekaligus memberikan penghargaan atas kreativitas pesertanya. Melalui program ini, diharapkan semakin banyak masyarakat Indonesia yang tertantang untuk berkreatifitas dan berani mengemukakan ide-idenya.

Dari sisi respon, Lintasarta berhasil menginisiasi lahirnya ide-ide kreatif. Dalam setiap periode tercatat ada ratusan peserta yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia.

Memperhatikan karya-karya terpilih, seorang anggota dewan yuri mengungkapkan bahwa Ide-ide yang mereka kemukakan sebenarnya cukup sederhana, dengan memanfaatkan layanan SMS yang jangkauannya luas, mereka mampu mencetuskan suatu sistem yang praktis, efektif, dan mudah digunakan. Sesuatu yang sederhana, namun seringkali dilupakan.

Pemenang CSA 2009 akan diumumkan pada Rabu 3 Februari mendatang di Jakarta. CSA berlangsung sejak 20 Agustus 2009 hingga 10 Desember 2009. Setiap bulan ditetapkan kategori yang dilombakan. Pemenang dipilih oleh dewan yuri, serta berdasarkan polling diantara peserta CSA sendiri. ( republika.co.id )


READ MORE - Dari M-Pegadaian Hingga Facebook Kunjungan Wisata

Mengawinkan Banteng dan Sapi

Mengawinkan Banteng dan Sapi — Banteng Indonesia sudah diimpor Jepang untuk menunjang riset sapi mereka. Banteng liar yang tersebar di sejumlah pulau besar di Indonesia itu diteliti untuk mencari peluang penyilangan terhadap sapi konsumsi Jepang supaya sapi yang dihasilkan di kemudian hari lebih tahan cuaca panas.

Inspirasi ini dipicu gejala peningkatan suhu akibat pemanasan global yang menerpa dan menyebabkan perubahan iklim di Jepang. Usaha kreatif, tidak seperti bangsa kita yang lebih suka berkeluh kesah, seperti tatkala menghadapi kebuntuan dari sebuah Konferensi Kerangka Kerja untuk Perubahan Iklim PBB (UNFCCC), yang berlangsung di Kopenhagen, Denmark, baru-baru ini.

Jepang menyadari betul dampak perubahan iklim. Dan, Jepang hanya membutuhkan kerja keras untuk menghadapi perubahan iklim.



KOMPAS/IWAN SETIYAWAN
Seekor anak banteng jawa (Boas javanicus) berada di tengah kelompok banteng koleksi Taman Safari Indonesia II Prigen, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, beberapa waktu lalu. Banteng Indonesia yang lebih tahan terhadap cuaca panas kini diminati Jepang dan akan dikawinkan dengan sapi Jepang sehingga bisa menghasilkan sapi bermutu tinggi yang lebih tahan terhadap pemanasan global.
Sumber : Kompas Cetak


Soal impor banteng dari Indonesia oleh Jepang ini diungkapkan Thomas Darmawan selaku anggota Tim Penilai Riset Unggulan Strategis Nasional (Rusnas) Kementerian Negara Riset dan Teknologi periode 2000-2009 saat paparan hasil Rusnas itu, 30 Desember 2009.

”Impor banteng oleh Jepang itu bukan untuk pertunjukan, tetapi untuk pengembangan industri sapi. Lagi-lagi ini menunjukkan keunggulan Jepang dalam hal riset,” ujar Thomas.

Dalam 100 tahun terakhir kenaikan suhu rata-rata di Jepang, menurut Thomas, dikhawatirkan melampaui empat derajat celsius. Ini dikhawatirkan pula berdampak pada gangguan industri sapi Jepang yang kurang tahan panas.

Secara terpisah, peneliti senior bidang reproduksi ternak pada Pusat Penelitian Bioteknologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Syahruddin Said, mengatakan, sapi Jepang yang disebut wagyu itu memiliki kualitas daging yang tergolong paling baik. Namun, daya tahan ternak sapinya kurang terhadap cuaca panas.

”Banteng sebagai sapi liar dari wilayah tropis seperti Indonesia bisa menjadi paling bagus jika dikawinsilangkan untuk menghasilkan sapi Jepang supaya lebih tahan cuaca panas,” ujar Syahruddin.

Kepala Bidang Biologi Sel dan Jaringan Pusat Penelitian Bioteknologi LIPI Puspita Lisdiyanti menambahkan, rekayasa genetika dengan mengambil gen ketahanan terhadap cuaca panas pada banteng untuk diekspresikan ke dalam tubuh sapi Jepang itu lebih memungkinkan.

”Hasilnya akan jauh lebih cepat untuk menghasilkan turunan sapi Jepang yang lebih tahan cuaca panas,” kata Puspita.

Mastitis

Thomas menyebutkan, agenda Rusnas 2000-2009 belum sepenuhnya bisa disebut sebagai riset unggulan strategis nasional. Produk Rusnas Pengembangan Industri Sapi meliputi tiga hal, yaitu produk kaplet herbal (makanan tambahan untuk kesehatan sapi), kit mastitis subklinis (alat uji kualitas susu sapi perah), dan peranti lunak Srepsi (Sistem Rekording dan Evaluasi Performans Sapi Potong Indonesia).

Hasil riset kaplet herbal statusnya dalam proses paten. Begitu pula kit mastitis subklinisnya sedang dalam proses paten. Adapun peranti lunak Srepsi sudah berjalan penerapannya.

Menurut Thomas, produk Rusnas Pengembangan Industri Sapi itu kurang memenuhi standar. Ia mengambil contoh produk riset kit mastitis subklinis.

”Kit mastitis subklinis sudah ada sejak zaman Belanda. Mengapa riset itu yang diunggulkan?” kata Thomas.

Mastitis merupakan penyakit infeksi paling sering terjadi pada sapi perah. Mastitis merupakan penyebab kerugian ekonomi terbesar bagi peternakan sapi perah di dunia.

”Semestinya riset yang sekelas atau mendekati sama dengan yang dilakukan Jepang,” kata Thomas.

Rp 124 miliar

Menteri Negara Riset dan Teknologi Suharna Surapranata dalam peluncuran buku Rusnas, Riset Unggulan Strategis Nasional dalam Realitas Kurun Waktu 2000-2009 menyebutkan, alokasi dana Rusnas sebesar Rp 124 miliar untuk tiga periode. Periode 2000-2009 meliputi pengembangan buah tropis oleh Pusat Kajian Buah-buahan Tropika Institut Pertanian Bogor (IPB), pengembangan teknologi informatika dan mikroelektronika oleh Pusat Mikroelektronika Institut Teknologi Bandung, serta pengembangan teknologi kelautan-budidaya ikan kerapu oleh BPPT.

Periode 2002-2009 mencakup pengembangan industri kelapa sawit oleh South East Asian Food and Agricultural Science and Technology (Seafast) Center IPB bekerja sama dengan Masyarakat Kelapa Sawit Indonesia (Maksi) Bogor. Diversifikasi pangan pokok oleh Pusat Studi Pangan dan Gizi pada Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat IPB. Pengembangan engine (mesin) aluminium paduan oleh Pusat Teknologi Material BPPT.

Periode 2006-2009 meliputi pengembangan energi baru dan terbarukan oleh Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya, Palembang, dan pengembangan industri sapi oleh Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya, Malang.

Deputi Bidang Pengembangan Sistem Iptek Nasional Kementerian Negara Riset dan Teknologi Amin Soebandrio mengatakan, agenda Rusnas sepenuhnya ditetapkan secara top down.

Riset unggulan dengan hasil ala kadarnya tentu bukan hal yang diharapkan. Perubahan iklim, misalnya, semestinya menjadi ladang inspirasi bagi pengembangan riset unggul dan strategis secara nasional. ( kompas.com )


READ MORE - Mengawinkan Banteng dan Sapi

Candi Kimpulan Kejutkan Arkeolog

Candi Kimpulan Kejutkan Arkeolog. Candi UII Kembali Kejutkan Arkeolog — Proses penggalian Candi Kimpulan yang ditemukan di kompleks kampus Universitas Islam Indonesia, Sleman, DI Yogyakarta, kembali mengungkap fakta baru. Arkeolog dari Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala Yogyakarta menemukan arca lingga-yoni di candi perwara (pendamping), Selasa (12/1/2010).

Hal ini mengejutkan para arkeolog karena lingga-yoni tak lazim berada di candi perwara, melainkan hanya terdapat di candi induk. "Hal seperti ini belum pernah ditemukan di candi-candi lain," kata Budi Sancoyo, salah satu arkeolog BP3 Yogyakarta yang bertugas dalam ekskavasi tersebut.


KOMPAS/MOHAMAD FINAL DAENG
Salah satu sudut candi kuno yang telah terungkap dari penemuan di kompleks Universitas Islam Indonesia Yogyakarta. Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3) Yogyakarta berhasil memetakan denah candi yang berbentuk bujur sangkar berukuran 6 x 6 meter itu. Namun, BP3 masih memerlukan waktu penggalian sekitar dua minggu lagi untuk mengungkap struktur lengkap candi zaman Mataram kuno abad ke-9-10 Masehi.


Lingga-yoni di candi perwara berukuran 4 x 6 meter itu berdiri sejajar dengan dua buah lapik (batu sesembahan), arca nandi (sapi), dan sebuah sumur batu berukuran 80 x 80 cm dengan kedalaman sementara 40 cm yang ditemukan sebelumnya.

Sumur itu sendiri juga menjadi keunikan karena tidak lazim ditemukan dalam candi dan belum diketahui fungsinya. Adapun lingga-yoni sebelumnya telah ditemukan bersama arca Ganesha dalam candi induk yang berukuran 6 x 6 meter.

"Kami belum bisa menyimpulkan arti temuan lingga-yoni dan sumur yang ada di candi perwara ini karena harus menggali referensi-referensi lain," kata Budi.

Sebelumnya, Candi Kimpulan juga dinyatakan unik karena struktur bangunannya yang merupakan kombinasi batu dan kayu. Arca yang ditemukan juga memiliki desain yang berbeda dengan desain-desain Ganesha di candi lain. ( kompas.com )

READ MORE - Candi Kimpulan Kejutkan Arkeolog

Candi di Kimpulan Ungkap Keunikan Baru

Candi di Kimpulan Ungkap Keunikan Baru - Penggalian candi di Dusun Kimpulan di kompleks kampus Universitas Islam Indonesia, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, kembali menghasilkan fakta baru. Arkeolog dari Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala Yogyakarta menemukan arca Lingga-Yoni di candi perwara (pendamping),

Temuan ini mengejutkan para arkeolog karena Lingga-Yoni tak lazim berada di candi perwara, biasanya hanya di candi induk. ”Terus terang kami tercengang,” kata Budi Sancoyo, salah satu arkeolog Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3) Yogyakarta dalam eskavasi tersebut.

Lingga-Yoni berdimensi 56 cm x 56 cm x 56 cm yang ada di candi perwara berukuran 4 meter x 6 meter itu berdiri sejajar dengan dua buah lapik (batu sesembahan), arca nandi (sapi tunggangan Wisnu), dan sebuah sumur batu. Sumur itu juga unik karena tidak lazim ditemukan dalam bangunan candi.

Sebelumnya, ditemukan pula Lingga-Yoni bersama arca Ganesha dalam candi induk. ”Tampaknya banyak aspek pembangunan candi ini yang berbeda dari pakem candi-candi pada umumnya,” kata Budi.

Sebelumnya, candi yang diduga berasal dari masa Mataram Kuno abad ke-9 atau ke-10 ini juga dinyatakan unik karena struktur bangunannya merupakan kombinasi batu dan kayu. Desain arca Ganesha juga memiliki desain berbeda dengan desain Ganesha di candi lain.

Rektor UII Edy Suandi Hamid mengatakan, terkait semakin banyaknya benda-benda yang ditemukan, ia akan menambah tenaga pengamanan dan berkoordinasi dengan pihak kepolisian.

Candi ini ditemukan secara kebetulan pada 11 Desember 2009 saat para pekerja sedang menggali untuk pembangunan perpustakaan UII. Setelah dilakukan penggalian dengan melibatkan BP3 Yogyakarta, diketahui candi itu berbentuk bujur sangkar berukuran sekitar 6 x 6 meter.

Sejumlah pihak mengusulkan candi itu diberi nama Candi Kimpulan, sesuai nama dusun tempat candi itu ditemukan. Namun, pihak berbeda mengusulkan nama lain yang lebih bernuansa pendidikan.

Setelah penemuan candi tersebut, letak perpustakaan akan digeser dari rencana semula ke arah selatan. ”Kami berharap pengelolaan candi ini bisa dipegang UII bekerja sama dengan BP3 Yogyakarta,” ujar Edy. ( kompas.com )


READ MORE - Candi di Kimpulan Ungkap Keunikan Baru

 
 
 

Strategies For Blogger

Tips and Tricks

MyPincono