Penampakan "UFO" di Dasar Laut Baltik — Tim Ocean Explorer asal Swedia menemukan benda-benda misterius di kedalaman Laut Baltik lewat pencitraan sonar. Benda misterius itu berbentuk silinder dengan diameter 60 meter dan panjang ekor hingga 400 meter. Selisih 200 meter, ada benda misterius serupa yang juga ditemukan.
Sejauh ini, tak ada penjelasan pasti tentang obyek tersebut. Namun, ada yang berpendapat kalau bentuknya mirip kapal ruang angkasa atau UFO (unidentified flying object) di film-film fiksi ilmiah.
"Kami memperoleh banyak penjelasan yang berbeda, mulai dari pesawat (karangan) George Lucas, Millenium Falcon (Star Wars), sampai sesuatu dari dunia khayalan. Seperti benda tersebut memang seharusnya jatuh ke sana atau penjelasan lainnya," kata Peter Linberg, salah satu anggota tim.

Tim Ocean Explorer tampak antusias dengan penemuan tersebut. Namun, beberapa kalangan merasa skeptis dan mempertanyakan keakuratan hasil citra sonar. Teknologi sonar sering kali kurang bisa membedakan obyek buatan dan formasi batuan alami.
Saat ini, tim Ocean Explorer masih harus menunggu hingga kondisi laut agak tenang sehingga penelitian tentang obyek itu bisa dilakukan. Mereka juga sedang mencari investor yang tertarik pada proyeknya.
Laut Baltik kaya akan bangkai kapal. Diperkirakan 1.000 obyek ada di dasar laut tersebut. Ocean Explorer mengembangkan kapal selam untuk menarik minat turis dan pemburu bangkai kapal selam melihat langsung. ( kompas.com )
READ MORE - Penampakan "UFO" di Dasar Laut Baltik. Ada Apa ... ???
Lihat .. !!! Ada Pahatan Wajah Manusia di Angkasa — Teleskop yang ada di Cile berhasil menangkap citra sebuah nebula atau kabut kosmis. Uniknya, nebula yang menjadi tempat kelahiran bintang tersebut tampak seperti pahatan wajah manusia di angkasa.
Situs Space.com, Rabu (1/2/2012), menyatakan bahwa nebula yang dimaksud ialah NGC 3324. Nebula tersebut penuh dengan bintang muda yang radiasi ultravioletnya menyebar ke segala arah.
Dalam gambar di bagian kanan, ada awan dan debu angkasa yang jika dicermati mirip dengan wajah manusia dilihat dari sisi samping kanan.
Citra nebula NGC 3324. Lihat bagian kanan, tampak awan gas dan debu membentuk pahatan wajah manusia jika dilihat dari samping kanan
Citra ini ditangkap oleh Wild Field Imager di teleskop MPG/ESO 2,2 meter. NGC 3324 sering juga disebut Nebula Gabriela Mistar, sesuai nama seorang penerima nobel asal Cile.
Citra NGC 3324 tampak warna-warni, menunjukkan radiasi yang dikeluarkan oleh bintang-bintang di nebula itu. Tiap warna merepresentasikan hal yang berbeda.
Warna merah jambu memperlihatkan proses pengubahan susunan elektron dalam atom hidrogen. Sementara warna kuning kehijauan menunjukkan proses ionisasi oksigen.
NGC 3324 terletak pada jarak 7.500 tahun cahaya dari Bumi. Jutaan tahun lalu, nebula ini sangat aktif dan "melahirkan" bayi-bayi bintang dalam jumlah banyak. ( kompas.com )
READ MORE - Lihat .. !!! Ada Pahatan Wajah Manusia di Angkasa
Tikus Yang Berevolusi Menjadi Seekor Gajah - Gajah, mamalia terbesar yang hidup di daratan Bumi, dipercaya berevolusi dari mamalia kecil seperti tikus yang hidup setelah dinosaurus punah 65 juta tahun yang lalu.
Ilmuwan menemukan bahwa dibutuhkan waktu 24 juta generasi bagi tikus untuk "berubah" menjadi gajah.
Tim peneliti yang dipimpin oleh Alistair Evans, ahli biologi evolusi dari Monash University di Australia, menginvestigasi seberapa besar peningkatan masaa tubuh 28 ordo mamalia yang mungkin dicapai dalam 70 juta tahun.
Munip dan Sudiono berangkat patroli dengan gajah bernama Agam dan Bery di Tegal Yoso, Kecamatan Purbolingo, Kabupaten Lampung Timur, Sabtu (15/10/2011). Patroli setiap hari dilakukan untuk mengantisipasi masuknya gajah liar ke perkampungan warga yang sering menimbulkan konflik.
Caranya dengan membandingkan ukuran mamalia terbesar pada waktu yang berbeda. Selanjutnya, menggunakan mamalia modern untuk mengestimasi ukuran di setiap generasi di setiap jenis. Sebagai langkah akhir, Evans memperkirakan waktu yang diperlukan bagi mamalia untuk bertambah ukuran.
Berdasarkan hasil penelitian, waktu yang diperlukan oleh tikus untuk berkembang menjadi mamalia besar seperti gajah lebih lama dari yang diperkirakan. Sebelumnya, ilmuwan memperkirakan bahwa evolusi hanya berlangsung 200.000 hingga 2 juta generasi.
"Ini memberitahu kita bahwa makroevolusi lebih lambat daripada mikroevolusi," kata Evasn seperti dikutip Nature, Senin (30/1/2012).
Untuk membayangkannya, Evans menjelaskan bahwa jika manusia memusnahkan semua hewan yang lebih besar dari ukuran kelinci, maka dibutuhkan 5 juta generasi untuk menghasilkan hewan yang 1000 kali lebih besar atau sebesar gajah.
Jika diterjemahkan dalam satuan tahun, maka evolusi yang dibutuhkan adalah sekitar 20 juta tahun.
Penelitian juga mengungkap bahwa waktu evolusi mamalia air untuk menjadi sebesar paus lebih cepat. Diperlukan 3 juta generasi bagi mamalia laut untuk mencapai ukuran 1000 kali lipat. Menurut Evans, waktu yang lebih cepat dapat dipengaruhi oleh lingkungan air.
Evans dan timnya juga mengungkap bahwa penyusutan ukuran akan berlangsung lebih cepat dari yang diperkirakan. Menurut Evans, waktu penyusutan ukuran akan berlangsung 30 kali lebih cepat dari waktu peningkatan ukuran.
Apa faktor yang bisa menyebabkan penyusutan? Evans mengungkapkan, penyusutan bisa disebabkan oleh habitat, predator dan sumber makanan yang terbatas. ( kompas.com )
READ MORE - Tikus Yang Berevolusi Menjadi Seekor Gajah
Perlahan Piton Menyapu Populasi Mamalia - Studi terbaru mengungkap bahwa meningkatnya populasi ular piton di Taman Nasional Everglades Amerika Serikat menurunkan secara drastis populasi mamalia.Berdasarkan studi yang dipublikasikan di Proceeding of the National Academy of Sciences, Senin (30/1/2012), populasi mamalia berukuran kecil hingga sedang menurun hingga 99 persen. Ilmuwan khawatir bahwa dampak penurunan populasi ini akan mempengaruhi keseimbangan rantai makanan di eksosistem.
Piton Burma (Python molurus bivittatus) "Efek penurunan populasi mamalia pada ekosistem Everglades secara keseluruhan, yang membentang hingga lebih dari batas taman nasional, bisa jadi besar," kata John Wilson, peneliti dari Virginia Tech University, seperti dikutip AP, Selasa (31/1/2012).Puluhan ribu piton yang berasal dari Burma yang berasal dari Asia Tenggara dipercaya hidup di Everglades. Piton-piton itu semula dibawa ke Amerika Serikat sebagai piaraan namun diduga terlepas. Piton juga diduga lepas saat terjadinya badai pada tahun 1992 dan terus bereproduksi hingga sekarang.Piton bisa berkembang hinga ukuran 8 meter dengan berat mencapai 91 kilogram. Mereka juga dikenal bisa memakan hewan sebesar aligator. Mereka membunuh dengan terlebih dahulu melilit mangsa.Pihak taman nasional yang menghitung mendapatkan fakta bahwa ada 1.825 piton Burma yang ditangkap di Everglades sejak tahun 2000. Piton terberat yang ditangkap memiliki berat 70 kg dengan panjang sekitar 5 meter.Untuk mendapatkan hasil studi ini, peneliti melihat wilayah sepanjang sekitar 63.000 km di Everglades selama tahun 2003 hgingga 2011. Peneliti menghitung populasi satwa liar dan membandingkannya dengan populasi pada tahun 1996 dan 1997."besarnya penurunan menggarisbawahi kepadatan piton yang luar biasa di Taman Nasional Everglades," kata Michael Dorcas, professor di Davidson College di North Carolina, pimpinan studi ini.Meski tak bisa begitu saja dikatakan bahwa piton membunuh mamalia, namun tetap, piton adalah tersangka utama. Penurunan jumlah mamalia terjadi secara bersamaan dengan kenaikan jumlah piton. Sementara, faktor lain seperti penyakit, kurang kuat dijadikan sebab. Satu penyakit takkan mungkin menyerang beberapa spesies sekaligus.Lalu, bagaimana efek keseluruhan pada ekosistem nantinya? Sangat sulit diprediksi. Penurunan rubah yang memakan kelinci mungkin terjadi akibat banyak kelinci yang dipakai piton berpesta. Di sisi lain, penurunan musang yang memakan telur mungkin saja meningkatkan populasi buaya, burung dan penyu.Florida telah melarang pemeliharaan dan impor piton sejak tahun 2010. Hasil penelitian menegaskan pentingnya larangan itu. ( kompas.com )
READ MORE - Perlahan Piton Menyapu Populasi Mamalia
Inilah Cara Jitu Atasi Rem Blong Saat Berkendara - Rem blong alias rem tak pakem meski pedal rem telah diinjak hingga tingkat paling maksimal, masih menjadi penyebab kecelakaan paling utama selain kesalahan pengemudi, seperti mengantuk. Penyebabnya bermacam-macam, mulai dari kanvas rem yang telah tiris, piston rem yang aus, jumlah dan kualitas minyak rem yang menurun, selang yang bocor, hingga masalah di booster dan master rem.
Cara untuk mengantisipasi kejadian itu sebenarnya cukup mudah. Lakukan perawatan dan pengecekan komponen secara rutin. "Ganti komponen yang sudah menunjukkan tanda-tanda aus atau bermasalah, isi dan ganti minyak rem secara rutin," tutur Afendi Limantoro, penggiat keselamatan berkendara yang juga service advisor Lima Putra Motor, Serpong, Tangerang, saat dihubungi, Senin, 23 Januari 2012.
Namun, tak jarang orang lalai. Selain tak ada waktu, lupa kerap menjadi alasan mengapa mereka tak melakukan perawatan atau pengecekan peranti penunjang keamanan dan keselamatan berkendara tersebut. "Tetapi bila kejadian rem blong itu berlangsung di saat Anda engah melajum jangan panik," saran Afendi. Lantas langkah apa saja yang harus ditempuh?
Berikut tips dari Afendi :

1. Bila Anda sudah mulai merasakan rem tidak pakem setelah menginjak pedal rem, maka lakukan pengocokkan rem secepatnya. Caranya injak dan lepas pedal rem beberapa kali sambil mengurangi laju kecepatan mobil.
2. Setelah kecepatan berkurang segera pindahkan posisi gigi persneling dengan perlahan-lahan.Jangan lupa, memastikan jarak mobil Anda dengan kendaraan lain baik yang berada di depan maupun belakang masih dalam jarak yang aman.
3. Jika laju kendaraan sudah mulai berkurang segeralah menepikan kendaraan Anda. Pada saat itulah, Anda bisa menggunakan rem tangan untuk menghentikan mobil. Namun, cara itu harus Anda lakukan dengan perlahan. Bila Anda tak yakin laju kecepatan mobil belum memungkinkan, pindahlah posisi gigi persneling beberapa kali, hingga kecepatan berkurang.
Saat itulah Anda bisa menarik tuas rem tangan, tapi ingat harus hati-hati. "Bila tidak mobil akan tergelincir meleset ke samping. Tentu, itu sangat membahayakan Anda dan kendaraan lain," terang Afendi.
4. Langkah nomor ketiga itu bisa Anda lakukan jika jarak antara mobil yang Anda kemudikan dengan kendaraan lain masih dalam posisi jarak aman. Bila tidak, Anda harus melakukan langkah darurat menabrakkan mobil ke benda mati tetapi dengan risiko yang minim.
Caranya, tabrakan ban mobil ke pembatas jalan atau separator dengan posisi agak menyamping. "Jangan tegak lurus, karena mobil akan terpental," kata Afebdi.
Selain itu, dengan posisi tabrak menyamping, maka tingkat kerusakkan kendaraan juga lebih minim. Begitu pun dengan potensi risiko terluka yang mungkin Anda derita. ( tempo.co )
READ MORE - Inilah Cara Jitu Atasi Rem Blong Saat Berkendara