Perlahan Piton Menyapu Populasi Mamalia

Perlahan Piton Menyapu Populasi Mamalia - Studi terbaru mengungkap bahwa meningkatnya populasi ular piton di Taman Nasional Everglades Amerika Serikat menurunkan secara drastis populasi mamalia.

Berdasarkan studi yang dipublikasikan di Proceeding of the National Academy of Sciences, Senin (30/1/2012), populasi mamalia berukuran kecil hingga sedang menurun hingga 99 persen. Ilmuwan khawatir bahwa dampak penurunan populasi ini akan mempengaruhi keseimbangan rantai makanan di eksosistem.


http://assets.kompas.com/data/photo/2011/10/31/1321057620X310.jpg
Piton Burma (Python molurus bivittatus)


"Efek penurunan populasi mamalia pada ekosistem Everglades secara keseluruhan, yang membentang hingga lebih dari batas taman nasional, bisa jadi besar," kata John Wilson, peneliti dari Virginia Tech University, seperti dikutip AP, Selasa (31/1/2012).

Puluhan ribu piton yang berasal dari Burma yang berasal dari Asia Tenggara dipercaya hidup di Everglades. Piton-piton itu semula dibawa ke Amerika Serikat sebagai piaraan namun diduga terlepas. Piton juga diduga lepas saat terjadinya badai pada tahun 1992 dan terus bereproduksi hingga sekarang.

Piton bisa berkembang hinga ukuran 8 meter dengan berat mencapai 91 kilogram. Mereka juga dikenal bisa memakan hewan sebesar aligator. Mereka membunuh dengan terlebih dahulu melilit mangsa.

Pihak taman nasional yang menghitung mendapatkan fakta bahwa ada 1.825 piton Burma yang ditangkap di Everglades sejak tahun 2000. Piton terberat yang ditangkap memiliki berat 70 kg dengan panjang sekitar 5 meter.

Untuk mendapatkan hasil studi ini, peneliti melihat wilayah sepanjang sekitar 63.000 km di Everglades selama tahun 2003 hgingga 2011. Peneliti menghitung populasi satwa liar dan membandingkannya dengan populasi pada tahun 1996 dan 1997.

"besarnya penurunan menggarisbawahi kepadatan piton yang luar biasa di Taman Nasional Everglades," kata Michael Dorcas, professor di Davidson College di North Carolina, pimpinan studi ini.

Meski tak bisa begitu saja dikatakan bahwa piton membunuh mamalia, namun tetap, piton adalah tersangka utama. Penurunan jumlah mamalia terjadi secara bersamaan dengan kenaikan jumlah piton. Sementara, faktor lain seperti penyakit, kurang kuat dijadikan sebab. Satu penyakit takkan mungkin menyerang beberapa spesies sekaligus.

Lalu, bagaimana efek keseluruhan pada ekosistem nantinya? Sangat sulit diprediksi. Penurunan rubah yang memakan kelinci mungkin terjadi akibat banyak kelinci yang dipakai piton berpesta. Di sisi lain, penurunan musang yang memakan telur mungkin saja meningkatkan populasi buaya, burung dan penyu.

Florida telah melarang pemeliharaan dan impor piton sejak tahun 2010. Hasil penelitian menegaskan pentingnya larangan itu. ( kompas.com )

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Indonesia Purba Ternyata Lebih Maju Dari Indonesia Modern

Ternyata Orang Eropa Adalah Keturunan Firaun

Mengenal Nikotin Sebagai Obat, Manfaat Dan Bahayanya