Inilah Alasan Indonesia Memilih Pesawat Sukhoi

Inilah Alasan Indonesia Memilih Pesawat Sukhoi - TNI Angkatan Udara baru saja memperkuat armadanya dengan tiga pesawat tempur Sukhoi 27 SKM, Senin (27/9). Tiga pesawat ini melengkapi barisan 10 unit lain, terdiri atas enam SU 27 dan empat SU 30, yang terlebih dahulu tergabung di Skuadron 11 di Landasan Udara Hassanudin, Sulawesi Selatan.



http://image.tempointeraktif.com/?id=47905&width=120


Namun penambahan armada ini belum selesai. Menurut Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro, pemerintah akan kembali membeli pesawat asal Rusia itu untuk melengkapi satu skuadron atau 16 pesawat.


Mengapa Indonesia memilih Sukhoi, ketimbang pesawat sekelasnya seperti F-15 dan F-22 asal Amerika Serikat? Menurut situs F-16.net, hal itu merupakan dampak dari keputusan Presiden Soeharto untuk membatalkan pembelian 60 unit F-16 pada 1997, menyusul keputusan AS membatalkan Latihan Militer Bersama karena pelanggaran HAM di Indonesia.


Hanya berselang dua bulan sejak pembatalan pembelian itu, Indonesia menandatangani kontrak pembelian 12 Sukhoi, plus 8 MIG ke Rusia. Nilainya sekitar $ 600 juta atau Rp 5,3 triliun, yang sebagian dibayar dengan minyak sawit.



Pengalaman pahit embargo militer AS pasca konflik Timor Timur 1999, yang berakibat pada kelangkaan suku cadang untuk alat-alat militer asal Barat dan hampir seluruh pesawat AU grounded, mempertegas pilihan Indonesia menoleh ke Timur. Proyek Sukhoi yang sempat tertunda akibat krisis ekonomi dilanjutkan pada era Presiden Megawati.



Terlepas dari urusan politik, Sukhoi memang tergolong jempolan. Daya jelajahnya yang jauh, sekitar 3500 kilometer, dinilai cocok untuk mengawasi wilayah udara Indonesia yang luas. Menurut situs resmi Sukhoi, pesawat yang mampu beroperasi sampai 20 tahun ini bisa mengudara sampai 4,5 jam dengan kecepatan maksimum 2500 kilometer per jam.



Bandingkan pesawat sekelas yang sama-sama dari Rusia MiG-29 Fulcrum yang daya jelajahnya cuma 1500 kilometer. Keunggulan yang kurang lebih sama dengan Sukhoi 27 SKM didapat dari F-15 Eagle, yang digunakan AS, Israel, Arab Saudi, dan Jepang. Namun, ya itu tadi, dibebani setumpuk prasyarat politis.



Dengan pembelian ini Indonesia bergabung dengan Rusia, Cina, dan Ukraina, dan Vietnam, yang sudah terlebih dahulu mengandalkan Sukhoi. Amerika Serikat juga tercatat memiliki pesawat yang sama, guna latihan pertahanan udara menghadapi penyerangan Sukhoi. ( tempointeraktif.com )

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Indonesia Purba Ternyata Lebih Maju Dari Indonesia Modern

Ternyata Orang Eropa Adalah Keturunan Firaun

Mengenal Nikotin Sebagai Obat, Manfaat Dan Bahayanya