Ada Wajah lelaki brewokan terbaring terbentuk oleh awan di atas langit candi Prambanan

Ada Wajah lelaki brewokan terbaring terbentuk oleh awan di atas langit candi Prambanan - Munculnya gambar lain dalam suatu objek yang difoto biasanya ditemukan beberapa hari setelah pemotretan dan hal itu di luar kesengajaan. Objek yang biasa membentuk gambar wajah atau tulisan pun kebanyakan adalah awan di langit, air laut, pepohonan, rumput dan sebagainya yang reletif fleksibel dengan cara pandang tertentu sehingga gambar itu terbentuk.


Foto tersebut hasil pemotretan di area candi Prambanan tanggal 19 September 2010 siang hari. Setelah dipindah ke komputer atau laptop, tanpa sengaja terlihat awan di atas candi Prambanan itu membentuk wajah lelaki brewokan agak terbaring.


http://www.tribunnews.com/foto/berita/2010/9/28/wajah_prambanan.jpg

http://www.tribunnews.com/foto/berita/2010/9/28/wajah_prambanan2.jpg

http://www.tribunnews.com/foto/berita/2010/9/28/wajah_prambanan1.jpg
Wajah lelaki brewokan terbaring terbentuk oleh awan di atas langit candi Prambanan di Klaten Jateng, yang terpotret tanggal 19 Septembe 2010


Berikut ini satu diantara sekian banyak hasil foto dengan kamera digital yang menghasilkan "gambar" tertentu setelah dilihat tanpa sengaja dan proses pemotretatan tidak sengaja.


Foto tersebut hasil pemotretan di area candi Prambanan tanggal 19 September 2010 siang hari. Setelah dipindah ke komputer atau laptop, tanpa sengaja terlihat awan di atas candi Prambanan itu membentuk wajah lelaki brewokan agak terbaring.


Coba perhatikan awan putih diantara dua candi itu tampak ada gumpalan yang membentuk dua mata, satu hidung, bibir dan wajah utuh satu kepala dengan posisi sekitar minus 45 derajat.


Wajah tersebut berada di sekitar awan, seperti lelaki tua yang sedang terbaring dengan mata sedikit terbuka melihat ke bumi. Silakan pembaca menginterpretasi sendiri atau bahkan melihat dari sudut pandang tertentu secara fleksibel sehingga bisa menghasilkan gambar tertentu.


Proses pemotretan itu tidak sengaja karena tujuan semula ingin mengambil objek yang berbeda dari sisi candi Prambanan itu sendiri. Selain berbagai sisi candi yang banyak relief dan patung serta stupa kecil dalam jumlah sangat banyak, candi tersebut sangat tinggi sehingga relatif sulit untuk memotret secara lengkap.


Tidak ada rekayasa dalam foto tersebut, yang merupakan satu foto utuh kemudian dikrop untuk zoom pada objek yang membentuk wajah lelaki tua itu. Foto adalah asli dan tidak ada tujuan tertentu dari pemotretan itu selain takjub dan menghargai karya seni budaya negeri sendiri.
( tribunnews.com )

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Indonesia Purba Ternyata Lebih Maju Dari Indonesia Modern

Ternyata Orang Eropa Adalah Keturunan Firaun

Mengenal Nikotin Sebagai Obat, Manfaat Dan Bahayanya