Misteri Gua Harimau, Ungkap Asal Usul Peradaban Sumatera

Misteri Gua Harimau, Ungkap Asal Usul Peradaban Sumatera — Daun dan semak di sepanjang jalan setapak menuju perbukitan karst itu masih basah oleh embun pagi. Kokok ayam dari kampung terdekat terdengar kian sayup. Di pertigaan jalan setapak yang licin itu, ketika jalan mulai menanjak, dua anggota rombongan memutuskan berpisah.

Pindi dan Fadhlan sudah ditunggu penunjuk jalan yang akan membawa mereka ke satu ceruk gua di bukit sebelah timur. Dua hari sebelumnya diperoleh dari seorang penduduk penjaga sarang walet tentang keberadaan beberapa gua yang diduga menyimpan jejak hunian manusia, jauh di masa lampau.

"Tengah hari nanti kami akan menyusul ke Gua Harimau," kata Pindi Setiawan, ahli komunikasi visual dari Fakultas Seni Rupa dan Desain Institut Teknologi Bandung (FSRD ITB), yang juga ahli lukisan gua prasejarah.

Fadhlan S Intan, geolog yang bekerja di Pusat Penelitian dan Pengembangan Arkeologi Nasional (Puslitbang Arkenas), hanya berpesan kepada Nurhadi Rangkuti—Kepala Balai Arkeologi Palembang yang baru bergabung dengan tim sehari sebelumnya—agar berhati-hati menapaki jalan licin menuju Gua Harimau. "Licin, terjal, dan banyak pacet," kata Fadhlan setengah berteriak, sebelum ’menghilang’ di tikungan jalan menanjak yang bersemak perdu.


http://stat.k.kidsklik.com/data/photo/2010/10/29/1030493620X310.jpg

Tim peneliti dari Pusat Penelitian Arkeologi Nasional (Puslit Arkenas) Departemen Kebudayaan dan Pariwisata RI melakukan penelitian situs purbakala yang ditemukan di Gua Harimau Desa Padangbindu Kecamatan Semidangaji, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan. Di tempat ini ditemukan 4 fosil manusia berumur sekitar 3.000 tahun dengan panjang kerangka yang masih utuh sekitar 2 meter. Selain itu juga ditemukan lukisan pada dinding gua yang selama ini belum pernah ditemukan pada berbagai penelitian gua di seluruh Indonesia. Temuan lain di tempat ini berupa peralatan rumah tangga yang terbuat dari batu. Tim peneliti dipimpin Prof DR Truman Simanjuntak dengan anggota 10 orang tersebut memulai penelitian secara intensif sejak tanggal 14 hingga 28 Febrauri 2009. Foto ini dirilis pada jumpa pers di Pendopo Kabupaten OKU, Rabu (4/3/2010) malam.


Temuan istimewa

Gua Harimau, itulah nama yang diberikan penduduk di sana. Gua Harimau, itu pula nama resmi yang sejak tiga tahun lalu masuk dalam peta penelitian arkeologi prasejarah Indonesia. Masyarakat setempat dan kalangan ilmuwan memang menggunakan kata "gua" (juga dalam pelafalannya, seperti juga tertera dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia) dan bukan "goa" (istilah yang sebetulnya tidak dikenal dalam bahasa Indonesia baku sehingga seharusnya dihindari, tetapi masih kerap dipakai) untuk menyebut liang atau lubang besar di kaki perbukitan.

Disebut Gua Harimau, konon—menurut para penduduk setempat—gua ini pernah menjadi tempat harimau berdiam. Lokasi gua cukup tersembunyi di lereng perbukitan karst, tertutup pepohonan tinggi dan penuh semak belukar di jalan setapak yang terjal menutup lereng bukit. Di bawahnya, sungai kecil (penduduk menyebutnya Aek Kaman Basah) mengalir dan bermuara ke Sungai Ogan.

Gua Harimau hanyalah satu di antara puluhan gua di daerah ini yang diindikasikan sebagai lokasi hunian manusia prasejarah. Namun, bagi para ahli arkeologi, Gua Harimau jadi istimewa karena—dari hasil ekskavasi sementara—selain ditemukan belasan rangka manusia purba, juga terdapat lukisan prasejarah.

Terkait keberadaan lukisan gua (art rock) itu, Truman Simanjuntak, ahli arkeologi prasejarah dari Puslitbang Arkenas, bahkan menyebutnya sebagai temuan yang sangat spektakuler. Anggapan disampaikan karena selama ini ada semacam keyakinan di kalangan arkeolog bahwa di bagian barat Indonesia (baca: Jawa dan Sumatera) tidak tersentuh budaya lukisan gua. Anggapan itu didasarkan pada hasil penelitian sejak puluhan tahun lalu dan mereka hanya menemukan lukisan gua di wilayah Indonesia bagian timur.

"Akan tetapi, penemuan ini telah membalikkan anggapan tersebut, bahkan mengubah pandangan lama terkait zona sebaran lukisan gua di Asia Tenggara," kata Truman Simanjuntak.

Sebelumnya, dari sekitar 20 gua di kawasan ini yang telah dieksplorasi oleh tim Puslitbang Arkenas bekerja sama dengan Lembaga Penelitian Perancis untuk Pembangunan atau Institut de Recherche pour le Developpement (IRD) pada awal tahun 2000-an, tidak satu pun yang menyimpan lukisan gua. Temuan yang diperolah hanya jejak-jejak hunian manusia dari rentang 9.000-2.000 tahun lalu.

Baru pada penelitian tahun 2009, arkeolog E Wahyu Saptomo yang bertindak sebagai ketua tim secara tidak sengaja menemukan sejumlah guratan di dinding dan langit-langit bagian timur laut Gua Harimau. Setelah diamati lebih cermat, guratan-guratan merah kecokelatan yang tak begitu jelas bentuknya itu tak lain adalah bagian dari apa yang dikenal sebagai lukisan prasejarah.

Sementara dari kegiatan ekskavasi di lantai gua, tim yang telah mengupas lapisan tanah hingga kedalaman 90 sentimeter menemukan belasan rangka manusia. Hasil identifikasi Harry Widianto, ahli paleoantropologi yang juga adalah Kepala Balai Penelitian dan Pelestarian Situs Purbakala Sangiran, menunjukkan bahwa manusia prasejarah yang terkubur di Gua Harimau adalah ras Mongoloid.

Dua jenis temuan (rangka manusia dan lukisan prasejarah) ini, berikut artefak-artefak pendukungnya, dinilai sangat penting sebagai bahan dasar untuk merekonstruksi sejarah peradaban prasejarah di kawasan ini pada khususnya dan Sumatera pada umumnya.

Sang pendahulu

Berbeda dibandingkan dengan keberadaan manusia prasejarah di Pulau Jawa pada umumnya—sebutlah seperti Pithecanthropus erectus ataupun Homo soloensis dan Homo mojokertensis sebagai bagian dari Homo erectus—yang populasinya diperkirakan musnah pada kala Pleistosen, daur hidup ras Mongoloid dari Gua Harimau justru terus berlanjut. Begitupun manusia ras Mongolid prasejarah di wilayah Nusantara lainnya, yang masuk ke Nusantara sejak 4.000 tahun lalu.

Ras Mongoloid yang membawa budaya tutur Austronesia ini pada tahap evolusi berikutnya membangun peradaban baru: meninggalkan gua dan mulai mengembangkan tradisi bercocok tanam di perladangan. Tentu hal itu dalam wujud yang paling sederhana, sembari tetap meneruskan tradisi para pendahulunya sebagai manusia pemburu-peramu.

Sisa-sisa gerabah di antara alat-alat serpih dari rijang dan obsidian, serta batuan lain yang ditemukan dalam ekskavasi, menunjukkan bahwa mereka sudah memiliki kemampuan memanfaatkan alam lingkungan sekitar untuk kehidupan sehari-hari. Dikaitkan dengan temuan kubur-kubur yang berorientasi timur-barat sebagai simbol siklus kehidupan, juga keberadaan lukisan yang ditorehkan di dinding dan langit-langit gua, menguatkan dugaan bahwa mereka sudah mengenal kehidupan yang lebih kompleks daripada sekadar manusia pemburu-peramu.

Oleh karena itu, baik Harry Widianto maupun Truman Simanjuntak sepakat bahwa kehadiran mereka sekaligus menandai awal keberadaan nenek moyang bangsa ini. Kelompok ras Mongoloid yang tiba di Sumatera pada 4.000-3.500 tahun lalu, setelah kedatangan migrasi pertama kelompok ras Australomelanesid pada akhir Zaman Es sekitar 11.000 tahun lalu, inilah yang menghadirkan budaya tutur Austronesia; cikal bakal nenek moyang bangsa ini.

"Mereka adalah leluhur bangsa Indonesia sekarang," kata Truman Simanjuntak. "Saya percaya sisa-sisa (rangka) manusia dari Gua Harimau termasuk para penghuni awal manusia di Sumatera," kata Harry Widianto.

Kenyataan ini seharusnya makin menumbuhkan kesadaran ke-"bhinekatunggalika"-an kita sebagai bangsa. Dalam persebarannya di Nusantara, tiap kelompok beradaptasi dengan lingkungan yang berbeda sehingga lambat laun melahirkan keragaman fisik dan budaya. Selanjutnya terjadi apa yang kemudian kini dikenal sebagai masyarakat yang plural dan multikultur.

"Inilah hakikat penting belajar prasejarah, yakni untuk memahami latar belakang keberadaan kita pada masa sekarang serta memberi arah dan nilai pada kehidupan masa depan," ujar Truman Simanjuntak. ( kompas.com )



READ MORE - Misteri Gua Harimau, Ungkap Asal Usul Peradaban Sumatera

Duel Capung Vs. Kadal Terekam Melalui Fosil

Duel Capung Vs. Kadal Terekam Melalui Fosil - Seekor capung dan kadal yang sedang berduel sekitar 100 juta tahun lalu ditemukan di Myanmar dalam bentuk fosil. Kedua hewan itu ditemukan dalam kondisi tak utuh, capung ditemukan dalam kondisi tak berkepala sementara kadal ditemukan kaki dan ekornya saja.

George Poinar, penemu fosil yang juga ahli ilmu serangga dari Oregon State University, mengungkapkan, kepala capung yang hilang diperkirakan dimakan oleh kadal. Menurut prediksinya, kala itu kadal dan capung sedang terlibat pertengkaran yang sengit. Kadal berusaha memakan capung dengan melahap kepalanya lebih dulu. Tapi sial, kadal tak bisa membawa capung itu pergi karena kakinya terjebak oleh getah pohon yang super lengket. Alhasil, kadal justru mati bersama capung yang hendak dilahapnya terbungkus getah pohon yang membatu hingga kini.


http://stat.k.kidsklik.com/data/photo/2010/10/29/1109576620X310.jpg

Sosok seekor capung tanpa kepala ditemukan dalam fosil amber (getah pohon) berusia 100 juta tahun.


http://stat.k.kidsklik.com/data/photo/2010/10/29/1111285620X310.jpg

Kaki dan ekor kadal terlihat di dekat capung tanpa kepala yang terjebak dalam fosil amber berusia 100 juta tahun.


Sayang sekali, penemu tak menemukan fosil kadal dalam kondisi utuh, tanpa perut dan kepalanya. "Saya tak berhasil menemukan kadal dalam kondisi utuh, sayang sekali. Padahal, jika sampel itu ada, kita mungkin bisa menemukan kepala capung dalam mulut kadal," kata Poinar.

Hal menarik dari penelitian ini adalah perilaku kedua hewan yang masih sama hingga kini. Seperti kadal masa kini, ungkap Poinar, mereka juga masih memakan capung dan serangga lainnya. Seperti juga capung masa kini, mereka harus super hati-hati kalau ada hewan macam kadal dan cicak berada di dekat mereka.

Hasil penemuan Poinar dipublikasikan dalam Jurnal Palaeodiversity yang terbit baru-baru ini. Umur fosil 100 juta tahun merupakan fosil tertua di Myanmar yang ditemukan di pepohonan. Ia mengatakan, penelitian ini sangat berguna bagi pemahaman kita tentang perilaku hewan. "Kenyataan ini menunjukkan bahwa perilaku hewan bertahan dalam jangka waktu sangat panjang," ujar Poinar. ( kompas.com )



READ MORE - Duel Capung Vs. Kadal Terekam Melalui Fosil

Ilmuan Berhasil Mengungkap, Mengapa Kita Harus Besyukur Tinggal Di Planet Bumi

Ilmuan Berhasil Mengungkap, Mengapa Kita Harus Besyukur Tinggal Di Planet Bumi - Selama beberapa dekade, astronom telah menggunakan teleskop untuk menguraikan kondisi atmosfer di planet yang jauh. Dan menyimpulkan fakta bahwa kita bersyukur telah tinggal di bumi ini.


http://suaramedia.com/images/resized/images/stories/4berita/1-10-techno/iron-rain_wif_200_200.jpg

Disebut 'bintang gagal', planet brown dwarf ini adalah planet yang baru ditemukan di tata surya kita. Warna cokelat menandakan bahwa planet ini memiliki unsur ferum (besi) yang tinggi. Planet ini memiliki badai seperti yang ada di jupiter dan menghempaskan besi-besi ke permukaannya. Brown dwarf ini semakin dingin dari waktu ke waktu, molekul gas mengembun menjadi cairan besi-besi awan dan hujan. (foto: worldinterestingfacts.com)


http://suaramedia.com/images/resized/images/stories/4berita/1-10-techno/dust-buster_wif_200_200.jpg

Mars diketahui telah menghempaskan badai debu yang melanda seluruh belahan mars. Debu berwarna karat ini dapat tertiup dengan kecepatan 60-100 mph (97-161 kilometer) per jam, yang berlangsung selama berminggu-minggu. (foto: worldinterestingfacts.com)

http://suaramedia.com/images/resized/images/stories/4berita/1-10-techno/close-encounter_wif_200_200.jpg

Dua bintik bulatan di planet jupiter di atas adalah badai yang sedang mengamuk di planet tersebut. Dari ukuran badainya saja dapat kita ketahui. Yang besar dinamakan the great Red Spot, badai yang lebih dari dua kali lipat lebar Bumi dengan 350-mph ((563 kph) angin dan yang kecil (badai) dinamakan Red Jr. (foto: worldinterestingfacts.com)

http://suaramedia.com/images/resized/images/stories/4berita/1-10-techno/windy-planet_wif_200_200.jpg

Windy world. Di Neptunus ditemukan gemuruh angin yang bertiup lebih banyak dan kuat daripada yang ada di Bumi, mencapai 1.500 mph (2.414 kph). Seiring dengan rotasi planet yang cepat (sekitar 16 jam) sehingga menyebabkan konveksi panas-dingin yang cepat juga, lalu dapat mempengaruhi kecepatan angin dan menciptakan kecepatan yang melebihi kecepatan angin di bumi. (foto: worldinterestingfacts.com)

http://suaramedia.com/images/resized/images/stories/4berita/1-10-techno/frozen-planet_wif_200_200.jpg

Planet Popsicle. Pluto yang sekarang tidak di anggap planet ke 9 dalam tata surya ini memiliki fakta bahwa sinar matahari yang di dapat pluto di bandingkan bumi adalah sekitar 1:1000 tahun dan menyebabkan planet ini terdiri dari es beku yang terdiri dari nitrogen, metana dan karbon dioksida dengan suhu berkisar antara minus 387 hingga minus 369 Fahrenheit (40-50 derajat Kelvin). (foto: worldinterestingfacts.com)

http://suaramedia.com/images/resized/images/stories/4berita/1-10-techno/methane-moon_wif_200_200.jpg

Pesawat ruang angkasa Cassini Huygens menemukan bukti kuat di antara hujan deras metana cair yang terjadi di bulannya saturnus 'Titan'. Dan mungkin 'air' yang ada di bulan adalah metana juga karena pada suhu dingin Titan (94 derajat Kelvin) air pun akan dikurung seperti es. (foto: worldinterestingfacts.com)

http://suaramedia.com/images/resized/images/stories/4berita/1-10-techno/hot-crush2_wif_200_200.jpg

Hot Crush. Sesuai namanya, venus merupakan tempat terpanas di tata surya kita. Dengan suhu sekitar 750 Kelvin dan memiliki tekanan 90 kali di bumi ini akan membuat setiap pengunjung akan hancur (crush). (foto: worldinterestingfacts.com)

http://suaramedia.com/images/resized/images/stories/4berita/1-10-techno/saturn-lightning_wif_200_200.jpg

Serious Lightining. Pesawat ruang angkasa NASA Cassini telah melihat sebuah badai listrik di Saturnus yang lebih besar daripada badai listrik daratan Amerika Serikat , dengan kilatan petir yang 1.000 kali lebih kuat daripada di Bumi. (foto: worldinterestingfacts.com)

http://suaramedia.com/images/resized/images/stories/4berita/1-10-techno/freeze-frame_wif_200_200.jpg

Freeze Frame. Suhu di Uranus bisa mencapai di bawah minus 300 derajat Fahrenheit (89 Kelvin). Uranus memiliki rotasi 17 jam namun revolusi yang mencapai 84 tahun menyebabkan musim (ekstrim) akan lama berganti. Kadang-kadang kondisinya bisa begitu dingin sehingga gas metana di atmosfer mengembun menjadi metana kristal-awan. (foto: worldinterestingfacts.com)


1. Iron rain (Hujan Besi)

Disebut "bintang gagal", planet brown dwarf ini adalah planet yang baru ditemukan di tata surya kita. Warna cokelat menandakan bahwa planet ini memiliki unsur ferum (besi) yang tinggi.

Planet ini memiliki badai seperti yang ada di jupiter dan menghempaskan besi-besi ke permukaan nya. Brown dwarf ini semakin dingin dari waktu ke waktu, molekul gas mengembun menjadi cairan besi-besi awan dan hujan.


Dengan pendinginan lebih lanjut, badai besar menyapu menjauh awan, membiarkan cahaya inframerah terang tersebar ke luar angkasa.

2. Dust Buster (Pelebur Debu)


Mars diketahui telah menghempaskan badai debu yang melanda seluruh belahan mars. Debu berwarna karat ini dapat tertiup dengan kecepatan 60-100 mph (97-161 kilometer) per jam, yang berlangsung selama berminggu-minggu.

Begitu dimulai, kabut tak tertembus ini dapat menyelimuti lebih dari separuh planet, meningkatkan suhu 30 derajat Celcius di belahan mars.


3. Close Encounter (Tabrakan Badai Terbesar)

Dua bintik bulatan di planet jupiter diatas adalah badai yang sedang mengamuk di planet tersebut. Dari ukuran badainya saja dapat kita ketahui. Yang besar dinamakan the great Red Spot, badai yang lebih dari dua kali lipat lebar Bumi dengan 350-mph ((563 kph) angin dan yang kecil (badai) di namakan Red Jr.

Walaupun tidak sepenuhnya dipahami, para ilmuwan berpikir warna merah berkorelasi dengan intensitas badai-angin lalu membangkitkan senyawa kimia dari bawah awan dan mengangkat mereka ke tempat yang tinggi, ditambah sinar ultraviolet sehingga menghasilkan rona bata.


4. Freeze Frame(rangka es)

Suhu di Uranus bisa mencapai di bawah minus 300 derajat Fahrenheit (89 Kelvin). Uranus memiliki rotasi 17 jam namun revolusi yang mencapai 84 tahun menyebabkan musim (ekstrim) akan lama berganti. Kadang-kadang kondisinya bisa begitu dingin sehingga gas metana di atmosfer mengembun menjadi metana kristal-awan.

5. Windy World (Dunia Angin)

Di Neptunus ditemukan gemuruh angin yang bertiup lebih banyak dan kuat daripada yang ada di Bumi, mencapai 1.500 mph (2.414 kph). Seiring dengan rotasi planet yang cepat (sekitar 16 jam) sehingga menyebabkan konveksi panas-dingin yang cepat juga, lalu dapat mempengaruhi kecepatan angin dan menciptakan kecepatan yang melebihi kecepatan angin di bumi

6. Planet Popsicle (planet es)

Pluto yang sekarang tidak di anggap planet ke 9 dalam tata surya ini memiliki fakta bahwa sinar matahari yang di dapat pluto di bandingkan bumi adalah sekitar 1:1000 tahun dan menyebabkan planet ini terdiri dari es beku yang terdiri dari nitrogen, metana dan karbon dioksida dengan suhu berkisar antara minus 387 hingga minus 369 Fahrenheit (40-50 derajat Kelvin).

7. Scarlet Rain (Hujan Merah)

Pada musim panas 2001, setidaknya 50 ton partikel merah jatuh di Kerala, India dan terus berlangsung selama hampir dua bulan bersama hujan. Ternyata benda merah berkarat ini termasuk partikel dari badai debu dan sel-sel biologis yang berasal dari luar angkasa (bakteri sejenis itu mksdnya).

Dalam edisi bulan April jurnal Astrophysics and Space Science, ilmuwan dari Mahatma Gandhi University melaporkan bahwa partikel memiliki penampilan sel-sel biologis, dapat bereproduksi di suhu mendesis, dan tidak memiliki kesamaan dengan partikel debu.


8. Methane Moon (Bulan Metana)

Pesawat ruang angkasa Cassini Huygens menemukan bukti kuat diantara hujan deras metana cair yang terjadi di bulan nya saturnus "Titan". Dan mungkin "air" yang ada di bulan adalah metana juga karena pada suhu dingin Titan (94 derajat Kelvin) air pun akan dikurung seperti es.

9. Hot Crush (Panas Penghancur)

Sesuai namanya,. venus merupakan tempat terpanas di tata surya kita. dengan suhu sekitar 750 Kelvin dan memiliki tekanan 90 kali di bumi ini akan membuat setiap pengunjung akan hancur (crush).

Ilmuwan menyebutkan bahwa hal ini terjadi karena adanya efek rumah kaca yang berlebihan dari awan sulfat yang menutupi langit-langit venus. Maka jadilah efek rumah kaca yang besar dan menyebabkan hal ini.


10. Serious Lightining (Petir Terparah)

Pesawat ruang angkasa NASA Cassini telah melihat sebuah badai listrik di Saturnus yang lebih besar daripada badai listrik daratan Amerika Serikat , dengan kilatan petir yang 1.000 kali lebih kuat daripada di Bumi.

Badai petir yang membentang 2.175 mil (3.500 kilometer) dari utara ke selatan dan memancarkan suara radio yang sama dengan yang dihasilkan di bumi. (apakabardunia.com)


READ MORE - Ilmuan Berhasil Mengungkap, Mengapa Kita Harus Besyukur Tinggal Di Planet Bumi

Penemuan Fosil Serangga Purba Akibatkan Sejarah India Ditulis Ulang

Penemuan Fosil Serangga Purba Akibatkan Sejarah India Ditulis Ulang - Fosil dari serangga berusia 50 juta tahun yang terjebak dalam getah pohon yang mengering membantu para ilmuwan untuk menulis ulang sejarah wilayah India yang bertabrakan dengan benua Eurasian.

Temuan tersebut menyatakan bahwa jutaan tahun sebelum terjadinya tabrakan benua, daerah india masih tergabung dengan benua Asia melalui kepulauan-kepulauan.


http://suaramedia.com/images/resized/images/stories/4berita/1-10-techno/amber_wired_200_200.jpg
Salah satu serangga yang diremukan oleh para Ilmuwan di wilayah India. (foto: wired.com)


Daerah India memakan waktu 10 juta tahun untuk berubah sebagai sebuah pulau, sebelum bergabung dengan benua Asia. Meski catatan fosil belum menunjukkan bukti kuat apakah spesies tersebut berevolusi pada masa itu.

Tapi nampaknya daerah India pada saat itu tidak seperti saat ini, yang mana kini dikelilingi oleh wilayah Pakistan, Burma dan Nepal. Demikian seperti yang diberitakan New Scientist.

Untuk mempelajari hal ini lebih jauh, Jes Rust dari University of Bonn, Jerman dan para koleganya mengumpulkan sekitar 150 kilogram getah pohon yang sudah membatu dari wilayah Cambay, Gujarat di India.

Usia dari getah pohon yang sudah membatu ini adalah sekitar masa sebelum tabrakan wilayah India dengan Asia terjadi. Fosil-fosil dari getah pohon ini juga berisi lebih dari 700 jenis serangga.

Hasilnya ditemukan bahwa banyak dari serangga-serangga ini berhubungan dekat dengan jenis-jenis spesies yang ditemukan di Eurasia pada masa itu. Hal ini menandakan bahwa mungkin ada sebuah pulau yang menjadi 'jembatan' antara wilayah India dengan Asia selatan sekitar 50 juta tahun yang lalu.

Awalnya, ilmuwan menganggap bahwa India merupakan pulau terpencil yang terpisah dari benua Asia. Oleh karena itu, ada beberapa serangga yang secara signifikan berbeda dengan di berbagai tempat lain di Asia.

Namun, studi terbaru yang dipublikasikan di Proceedings of the National Academy of Sciences menyebutkan bahwa serangga tidak seunik perkiraan sebelumnya karena kurun waktu India yang terpisah dengan tempat lain masih belum diketahui secara jelas.

"Kami tahu bahwa India terisolasi namun waktu persisnya belum jelas," ujar David Grimaldi, kurator di Divisi Makhluk Invertebrata di American Museum of Natural History.

Bukti biologis dari situs terbaru ini menunjukkan adanya hubungan biotik baru, ujar Grimaldi.

Ia memperkirakan adanya durasi yang jauh lebih panjang dari perkiraan terkait penemuan jenis tumbuhan dan hewan baru.

Sebelumnya, India diperkirakan terpisah dari benua Afrika dan tergabung di Asia pada 50 juta tahun lalu sehingga menciptakan pegunungan Himalaya.

Namun, ilmuwan tidak melihat proses evolusi yang sangat mirip antara India dan Afrika. Ahli geologi tanah Michael Engel dari Universitaet Bonn, Jerman mengatakan bahwa India lebih mirip dengan Eropa Utara, Asia, Australia dan Amerika.

India tidak sepenuhnya terisolasi meskipun berdasarkan perhitungan waktu di Cambay, keberadaan serangga ini terjadi saat India berbenturan dengan Asia. ( suaramedia.com )


READ MORE - Penemuan Fosil Serangga Purba Akibatkan Sejarah India Ditulis Ulang

Lebah ADalah Serangga Pertama Yang Mampu Memecahkan Masalah Matematika Yang Rumit Untuk Mencari Makan

Lebah ADalah Serangga Pertama Yang Mampu Memecahkan Masalah Matematika Yang Rumit Untuk Mencari Makan - Studi mengatakan lebah adalah serangga pertama yang diketahui mampu memecahkan masalah matematika yang kompleks untuk menemukan rute terpendek ke sumber makanan.



http://www.muslimdaily.net/berita/bee_on_flower.jpg


Para ilmuwan di Universitas London menemukan bahwa lebah dengan mudah dapat memecahkan apa yang disebut "Traveling Salesman Problem 'untuk menemukan jalan pintas makanan.

"Lebah pencari makan memecahkan Traveling Salesman Problem setiap hari," kata Dr. Nigel Raine yang dikutip oleh presstv, Senin 25 Oktober.

"Mereka mengunjungi bunga di beberapa lokasi dan, karena lebah menggunakan banyak energi untuk terbang, mereka menemukan rute dengan jarak terbang minimum."

Komputer memecahkan masalah yang sama dengan membandingkan panjang dari semua rute yang mungkin dan memilih rute terpendek, peneliti mengatakan dalam sebuah pernyataan.

Meskipun memiliki otak seukuran benih rumput, lebah mampu terbang dengan rute terpendek dalam percobaan dengan bunga buatan yang dikendalikan komputer.

Para ilmuwan mencoba untuk melihat apakah serangga mengikuti rute yang ditentukan oleh urutan di mana mereka menemukan bunga atau mereka menghitung rute terpendek.

Lebah dengan cepat menemukan jalan pintas setelah menjelajahi lokasi bunga, msnbc melaporkan.

Para peneliti mengatakan temuan mereka dapat membantu manusia dalam memecahkan masalah lalu lintas dan digunakan untuk meningkatkan pemahaman tentang bagaimana lebah menyerbuki tanaman dan bunga-bunga liar.

"Gaya hidup kita bergantung pada jaringan seperti lalu lintas di jalan-jalan, arus informasi di Web dan rantai pasokan bisnis," kata pernyataan itu.

"Dengan memahami bagaimana lebah dapat memecahkan masalah mereka dengan otak sekecil itu, kita dapat meningkatkan manajemen jaringan sehari-hari tanpa perlu banyak waktu di komputer." ( muslimdaily.net )


Kemudian makanlah dari tiap-tiap (macam) buah-buahan dan tempulah jalan Tuhan-mu yang telah dimudahkan (bagimu). Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnannya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Allah) bagi orang-orang yang memikirkan (QS. An Nahl: 69)


READ MORE - Lebah ADalah Serangga Pertama Yang Mampu Memecahkan Masalah Matematika Yang Rumit Untuk Mencari Makan

Mengenal Karakter "Wedhus Gembel" yang Mematikan

Mengenal Karakter "Wedhus Gembel" yang Mematikan - Pegunungan menjadi tempat wisata yang nyaman karena udaranya sejuk. Di puncaknya, lazimnya berkumpul uap air hingga terbentuk awan hujan. Namun, ketika gunung tengah aktif, yang muncul dari lubang kepundannya adalah awan panas yang berbahaya dan mematikan.

Bagi sebagian besar masyarakat Indonesia, panorama pegunungan merupakan hal yang umum ditemui, termasuk juga ketika gunung itu tengah mengepul. Ini karena wilayah Nusantara merupakan bagian terpanjang dari ”cincin api” atau jajaran gunung berapi di sekeliling cekung Pasifik dan memiliki 129 gunung api.

Gunung-gunung aktif itu tersebar dari Sumatera hingga Nusa Tenggara, Sulawesi, dan Maluku. ”Setiap tahun ada 12 hingga 15 gunung api yang berstatus di atas Aktif Normal. Di antara jumlah itu, enam hingga delapan gunung yang meletus,” kata Mas Atje Purbawinata, pengamat kegunungapian.

Aktivitas gunung merapi, antara lain, ditunjukkan oleh keluarnya lava dari dapur magma ke lubang kepundan. Lelehan lava itu terus menumpuk semakin besar di sekeliling bibir kawah membentuk kubah.


KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMO
Dusun Kinahrejo, Desa Umbulharjo, Cangkringan, Sleman, DI Yogyakarta, luluh lantak setelah diterjang awan panas letusan Gunung Merapi, Rabu (27/10/2010). Akibat letusan gunung berapi ini, ribuan warga mengungsi, ratusan rumah hancur, dan 26 orang meninggal dunia.

Naiknya magma ke permukaan kepundan dapat menimbulkan kepulan asap hingga membentuk awan panas dan menyebabkan letusan material yang terdiri dari uap, debu, dan bebatuan. Awan panas atau ledakan freatik tersebut terjadi apabila magma yang naik itu menyentuh air tanah atau genangan air di kepundan.

Suhu magma bisa mencapai 600 derajat celsius hingga 1.170 derajat celsius. Hal inilah yang membuat air yang terkena langsung menguap dan menimbulkan letusan uap, debu, bebatuan, dan ledakan vulkanik. Mekanisme pembentukan kubah gunung berapi juga terjadi di Gunung Merapi yang Selasa (26/10) kemarin meletus.

Peningkatan aktivitas vulkanik dideteksi mulai dari kegempaannya hingga terjadinya guguran kubah lava. ”Guguran ini menyebabkan kubah yang terbentuk selama bertahun-tahun akan mulai terbongkar,” ujar Mas Atje, mantan peneliti di Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral. Sebelum memasuki masa pensiun, ia menghabiskan masa tugasnya selama hampir 30 tahun memantau gunung api di Indonesia, terutama Gunung Merapi.

Deformasi permukaan di puncak semakin besar pada kubah lava yang sudah semakin membesar itu. Karena tidak stabil pada posisinya di puncak tersebut, kubah ini akhirnya gugur dalam bentuk guguran lava pijar dan awan panas.

Pembentukan kubah Merapi pernah terpantau Satelit Alos dan Ikonos pada 2007 sebelum gugur pada Mei tahun itu. ”Diameternya sekitar 500 meter,” ungkap Orbita Roswintiarti, Kepala Bidang Data Inderaja Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional.

Sementara itu, dalam laporan tertulis terkait pernyataan status Awas Merapi, Senin (25/10), Kepala PVMBG Surono menyebutkan, dalam waktu empat hari sejak Kamis (21/10) terjadi peningkatan empat kali lipat pertumbuhan kubah di puncak Merapi. Sehari kemudian, kubah yang terbentuk selama empat tahun itu gugur.

Gugurnya sebagian besar kubah ini membuka jalan lebih besar bagi magma untuk naik ke permukaan. Kondisi ini menyebabkan terbongkarnya kubah lava secara besar-besaran. Hal ini mengakibatkan terjadinya letusan, seperti yang terjadi Selasa lalu.

Letusan tersebut juga diikuti dengan terjadinya fragmentasi material magma baru dan munculnya awan panas. Proses ini, kemarin, mengakibatkan hujan abu.

”Wedhus gembel”

Saat ini lava mulai lagi membentuk kubah baru. Namun, apabila terjadi suplai magma dalam jumlah besar, ada kemungkinan awan panas yang menimbulkan letusan akan terjadi lagi.

Di Merapi, guguran lava yang menghasilkan awan panas umumnya terjadi setelah pertumbuhan kubah lava. Tipe erupsi khas Merapi adalah efusif, yaitu pembentukan kubah yang tidak stabil karena terdesak magma hingga akhirnya runtuh berupa guguran lava pijar dan awan panas.

Dalam volume yang besar, material yang gugur itu berubah menjadi rock avalanche atau lebih dikenal dengan sebutan wedhus gembel. Dinamakan wedhus gembel karena bagi masyarakat sekitar bentuknya bergulung-gulung menyerupai bulu wedhus atau kambing.

Awan panas ini merupakan campuran material berukuran debu hingga blok bersuhu le- bih dari 700 derajat celsius yang meluncur dengan kecepatan bisa di atas 100 kilometer per jam.

Ancaman banjir lahar

Dewi Sri, pengamat Merapi di Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK), kembali mengingatkan bahaya banjir lahar. ”Setelah letusan akan muncul bahaya sekunder, yaitu banjir lahar pada sungai-sungai yang berhulu di Merapi,” katanya.

Hal ini kemungkinan besar terjadi, mengingat curah hujan yang tinggi di lereng Merapi selama musim hujan ini. Karena itu, perlu dilakukan langkah antisipasi pihak terkait.

Sementara itu, untuk memastikan waktu berakhirnya pengungsian penduduk, menurut Sri Sumarti, pengamat di BPPTK, pihaknya memerlukan waktu sekitar dua hingga tiga hari untuk menghimpun data tentang gempa multifase dan gempa frekuensi rendah serta deformasi di puncak.

”Data ini diperlukan untuk memperkirakan aktivitas Merapi selanjutnya, apakah akan membentuk kubah lava baru atau letusan-letusan lagi,” ucapnya. ( kompas.com )



READ MORE - Mengenal Karakter "Wedhus Gembel" yang Mematikan

Subhanallah. Bayi 1,5 TahunTersangkut Semak, Selamat dari Tsunami

Subhanallah. Bayi 1,5 TahunTersangkut Semak, Selamat dari Tsunami - Subhanallah, Sering terjadi keajaiban dalam berbagai kejadian. Seperti yang dialami bayi berusia 1,5 tahun ditemukan selamat oleh bocah usia 10 tahun. Bocah itu menemukan bayi setelah mendengar suara tangisan di daerah Munte Baru, Kecamatan Pagai Selatan, Kabupaten Mentawai, Sumatera Barat, Rabu (27/10/2010).


Eki, staf Puskesmas Sikakap, mengatakan, bayi tersebut diantar ke Puskesmas pukul 11.00 WIB oleh keluarga anak yang menemukannya. Ia memperkirakan bayi itu ditemukan sekitar satu jam sebelumnya. "Kepala bayi ini terluka dan badannya demam," kata Eki.


http://www.voa-islam.com/timthumb.php?src=/photos2/bayi-mentawai.jpg&h=235&w=355&zc=1

....Kepala bayi ini terluka dan badannya demam," kata Eki...


Berdasarkan cerita anak yang menemukan, diketahui berawal dari adanya suara tangisan anak kecil. Begitu sumber suara itu didekati, ternyata seorang bayi tergolek sendirian di daerah Munte. Bayi tersebut diambil dan dibawa anak yang menemukan ke keluarganya ke atas bukit. Dia mengatakan, sejauh ini belum diketahui siapa orang tua dari bayi tersebut.


Dampak tsunami pascagempa 7,2 skala Richter Senin malam (25/10) secara keseluruhan, hingga Rabu malam di Posko Bencana Kantor Kecamatan Sipora, tercatat korban meninggal dunia sebanyak 355 orang.


Sedangkan warga yang dilaporkan hilang lebih dari 411 orang. Kemudian jumlah korban luka berat tercatat 77 orang dan luka ringan 25 orang.


Jumlah rumah warga yang rusak berat dan yang hilang diseret gelombang tsunami terdata 426 unit dan yang rusak ringan 200 orang. Gempa 7,2 SR diikuti tsunami melanda Kabupaten Kepulauan Mentawai dan sejumlah wilayah lainnya di Sumbar, pada Senin (25/10) malam. ( voa-islam.com )


READ MORE - Subhanallah. Bayi 1,5 TahunTersangkut Semak, Selamat dari Tsunami

Reaksi Tak Wajar .... Malam Ini Merapi Perlihatkan Gempa Vulkanik

Reaksi Tak Wajar .... Malam Ini Merapi Perlihatkan Gempa Vulkanik -– Kondisi Gunung Merapi sampai malam ini masih menyimpan misteri. Aktivitas yang tidak lazim pasca letusan eksplosif sebuah gunung api, terus bermunculan di Gunung Merapi. Salah satunya adalah gempa vulkanik yang berlangsung antara pukul 19.30 – 21.00.


http://static.republika.co.id/images/kerusakan_akibat_letusan_gunung_merapi_101027195233.jpg


Gempa vulkanik tersebut berdasarkan pantauan seismograf terpantau dari lokasi bekas letusan tahun 2010 ini. Berapa kekuatan gempa masih terus dihitung para petugas pengamat gunung api. ‘’Kemungkinan masih kecil, hanya ini tidak wajar saja,’’ kata Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK), Subandriyo kepada wartawan, Rabu (27/10) malam.

Disebut aktivitas tak wajar lanjut Subandriyo, karena sejak kemarin hingga tadi sore, Gunung Merapi tidak menampakan adanya gempa vulkanik. Bahkan ada kecenderungan mengalami penurunan. Namun setelah Maghrib, terjadi peningkatan lagi.

Subandriyo mengatakan, ada beberapa kemungkinan dengan peningkatan aktivitas tersebut. Pertama bahwa Merapi masih menyimpan energ yang masih tersimpan di bekas letusan yang terjadi Selasa lalu. Kemungkinan kedua, aktivitas tersebut merupakan pertanda bahwa magma dari perut bumi akan segera keluar sehingga membentuk kubah lava baru.

Dengan tidak stabilnya kondisi Merapi, sampai mala mini, BPPTK belum mencabut status Merapi. ‘’Status Merapi masih Awas,’’ tegasnya. Ia mengaku masih terus melakukan pengamatan dan pemantauan melalui para petugas di sejumlah posko yang mengitari gunung tersebut. ( republika.co.id )


READ MORE - Reaksi Tak Wajar .... Malam Ini Merapi Perlihatkan Gempa Vulkanik

Janin berusia 17 minggu ini sudah bisa tersenyum lebar pada ibunya

Janin berusia 17 minggu ini sudah bisa tersenyum lebar pada ibunya — Wajah yang sedang senyum berseri-seri ini adalah foto janin mungil yang baru berusia 17 minggu. Hasil pemindaian terhadap sebuah janin dalam kandungan itu menunjukkan, janin dapat mengalami perasaan seperti kebahagiaan dan sakit lebih awal daripada yang diperkirakan sebelumnya.

Hal itu lebih lanjut akan mendesak para dokter dan juru kampanye pro-life untuk menurunkan batas aborsi yang diizinkan di sejumlah negara selama ini, yaitu hingga usia 24 minggu. Mereka akan mengklaim bahwa pada tahap ini bayi yang belum lahir sudah bisa merasakan sakit dan karena itu praktik aborsi merupakan sesuatu yang tidak manusiawi.

Namun, banyak ahli berselisih tentang klaim itu, dengan mengatakan, sebuah janin secara alami terbius dan tidak sadarkan diri di dalam rahim dan tidak dapat mengalami rasa.


http://stat.k.kidsklik.com/data/photo/2010/10/11/1408535p.jpg
Janin berusia 17 minggu ini sudah bisa tersenyum lebar

Profesor Stuart Campbell, yang mengambil gambar tersebut di kliniknya di London, Inggris, dengan peralatan pemindaian 3-D dan 4-D, sebagai dilansir Dailymail, Senin (11/10/2010), mengatakan, gambar itu tidak selalu menunjukkan bahwa anak yang belum lahir memiliki perasaan—tetapi itu pasti menampilkan perilaku manusia. "Ini suatu ekspresi gembira dari kemanusiaan janin. Saya telah melihat sebuah janin membuat wajah menangis pada usia sekitar 18 atau 19 minggu, tetapi bukan sebuah senyum manis. Ini adalah yang paling awal yang tercatat—hal itu hanya menyenangkan."

Profesor Campbell, mantan kepala kebidanan dan ginekologi di King's College dan rumah sakit St George di London, mengatakan, ia tidak tahu apa yang menyebabkan senyuman bayi itu. "Ini merupakan bagian dari rangkaian yang mencakup menguap dan membuat gerakan pernapasan dan membuka kelopak mata dan, tentu saja, membuat wajah menangis."

Orangtua si janin, Louise dan Sam Henry, dari Swallowfield, Berkshire, mengakui bahwa mereka terpesona melihat wajah yang tersenyum itu dalam sebuah alat pemindaian rutin. Henry, 40 tahun, yang menjalankan bisnis konsultan keuangan, berkata, "Perhatian utama Anda pada tahap itu adalah bahwa Anda memiliki bayi yang sehat, tetapi melihat janin tersenyum benar-benar fantastis."

Eric Jauniaux, profesor kebidanan dan kedokteran janin di University College London, mengatakan, "Tidak ada emosi atau perasaan pada tahap ini. Bukti tentang rasa sakit dan perasaan baru muncul pada usia 24 atau 28 minggu. Pada usia 17 minggu, koneksi antara otak dan seluruh tubuh sangat terbatas."

Dr Yehudi Gordon, yang menjalankan klinik ginekologi swasta Viveka di London, mengatakan, "Semua pusat emosional yang pernah kita alami selama kita hidup sepenuhnya terbentuk pada saat kita dilahirkan. ( kompas.com )


READ MORE - Janin berusia 17 minggu ini sudah bisa tersenyum lebar pada ibunya

Gempa Besar Akan Kembali Menghancurkan Padang... Waspadalah ....

Gempa Besar Akan Kembali Menghancurkan Padang... Waspadalah ....Terjadinya gempa Padang 7,2 SR di kedalaman 10 kilometer, Senin (25/10/2010) pukul 21.42 disinyalir bakal menimbulkan gempa yang lebih dahsyat lagi di waktu akan datang. Karena ibarat seutas tali, saat ini sudah terputus menjadi tiga oleh gempa Aceh 2004, kemudian disusul gempa Padang 2009.


http://www.tribunnews.com/foto/berita/2010/10/26/GEMPA_DAFTAR.jpg
Listing gempa terkini hingga 25 Oktober 2010


Berdasar analisa Ade Edward koordinator daerah Ahli Geologi Indonesia Sumbar, gempa yang terjadi Senin kemarin menimbulkan tenaga patahan yang mendesak ke bagian sepertiga patahan yang masih tersisa. Diperkirakan sepertiga patahan terakhir itu masih menyimpan potensi besar untuk menimbulkan gempa dahsyat. Hanya saja, ahli geologi tidak bisa mempridiksi kapan waktu itu akan terjadi.

Memang gempa Padang 25 Oktober 2010 itu terjadi bukan pada patahan lempeng aslinya. Namun demikian akibat gempa itu, ada desakan kuat yang memberikan potensi munculnya gempa dari patahan lempeng Sumatera.

Gempa di barat Aceh tahun 2004 yang sangat dahsyat dan menimbulkan tsunami besar abad ini menjadi penyebab lempengan patahan makin aktif. Kemudian disusul gempa 28 Maret 2005, di Pulau Simeulue berkekuatan 8,6 SR menimbulkan tsunami setinggi 3 meter juga mendorong patahan ini makin terdesak.

http://www.tribunnews.com/foto/berita/2010/10/26/gempa_padang_silam.jpg
Sekolah Tinggi Kesehatan (Stikes) Indonesia mengalami kerusakan parah di jalan Hamka, Padang, Kamis (1/10/2009). .


http://www.tribunnews.com/foto/berita/2010/10/26/gempa_padang_silam2.jpg
GEMPA PADANG 2009- Bangunan showroom roboh dan menimpa puluhan mobil yang ada di gedung tersebut akibat gempa bumi berkekuatan 7,6 Skala Richter yang melanda kawasan Sumatra Barat, Kamis (1/10/2009). Akses transportasi serta jaringan telekomunikasi dan listrik juga lumpuh akibat gempa yang melanda kawasan di pesisir Sumatra bagian Barat tersebut.


Karena di bagian bawah Pulau Siberut dekat Sumatera pernah terjadi gempa berkekuatan 8,7 skala Richter pada 1797, yang juga mengakibatkan lempeng patahan bergeser sejauh 10 meter dan menimbulkan tsunami yang sempat menenggelamkan Padang dan daerah sekitarnya waktu itu.

Akibat gempa Padang kemarin itu, menambah tekanan pada lempeng samudra tersebut terus menerus terakumulasi. Dan gempa gempa yang muncul hingga kini belum menghabiskan tenaga tekanan yang masih terus mendesak kepulauan Mentawai. Sekali lagi, ahli gempa Indonesia maupun luar negeri belum bisa memprediksi kapan waktu gempa dahsyat itu akan terjadi. ( tribunnews.com )


READ MORE - Gempa Besar Akan Kembali Menghancurkan Padang... Waspadalah ....

Waspadalah .... Gempa 7.2 Skala Richter Adalah Gejala Awal Dari Gempa Besar 8,9 SR

Waspadalah .... Gempa 7.2 Skala Richter Adalah Gejala Awal Dari Gempa Besar 8,9 SR - Gempa sekuat 7,2 dalam skala Richter terjadi dari segmen Mentawai, Sumatera Barat, pada Pukul 21.42. Gempa dirasa sampai Bengkulu meski dalam skala getarannya yang lemah.


Kepala Pusat Informasi Dini Tsunami dan Gempa Bumi di Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika, Fauzi, mengatakan pusat gempa berada 78 kilometer sebelah barat daya Pulau Pagai, Kepulauan Mentawai. Kedalamannya 10 kilometer. “Kedalaman ini ini tergolong dangkal dan karenanya berpotensi tsunami,” katanya.


Peringatan tsunami telah dirilis BMKG dan akan diperbarui setiap satu jam. “Kami serahkan untuk urusan evakuasi ke pemerintah setempat,” kata Fauzi.


Sebelumnya para pakar geologi telah mengingatkan akan bahaya megathrust hingga sekuat 8,9 Richter dari segmen gempa yang sama. Bila energi itu dilepaskan sekaligus tsunami bakal mengancam Padang dan sekitarnya.


Fauzi justru lega dengan gempa sekuat 7,2 yang terjadi. “Ini yang kami harapkan, energi dilepas sedikit-sedikit,” katanya.


Pencicilan pelepasan energi juga telah terjadi Agustus tahun lalu ketika gempa terukur berkekuatan 6,9 dalam skala Richter berasal dari segmen tersebut. Saat itu peneliti gempa dari LIPI, Danny Hilman Natawidjaja, mengatakan besaran itu hanya seperseribu energi yang dikhawatirkan selama ini.


Kalau energi yang di bawah Siberut terlepas sekaligus (bisa kapan saja), daratan pesisir barat Sumatera terutama Padang dan Bengkulu bisa ambles hingga 1,5 meter (sebagai konsekuensi dari naiknya pulau-pulau di Mentawai yang bisa mencapai tiga meter)--sangat berbahaya apabila terjadi tsunami. ( tempointeraktif )



PANDANGLAH MERAPI CERMATI MENTAWAI ... !!!


READ MORE - Waspadalah .... Gempa 7.2 Skala Richter Adalah Gejala Awal Dari Gempa Besar 8,9 SR

Israel Sebar Luaskan Naskah Laut Mati Ke Internet

Israel Sebar Luaskan Naskah Laut Mati Ke Internet - Naskah Laut Mati atau Dead Sea Scrolls, naskah yang disebut-sebut sebagai salah satu penemuan arkeologi terpenting dalam sejarah manusia, akan segera bisa dinikmati secara online melalui internet.


http://arrahmah.com/images/thumbnails/10/gulungan_lautmati_r190x.jpg


Baru-baru ini, otoritas benda antik Israel (Israel Antiquities Authority/ IAA) telah menunjuk Google untuk mendigitalisasi kumpulan naskah laut mati.

"Ini adalah penemuan terpenting di abad 20, dan kita bisa menyebarkannya dengan teknologi yang paling canggih di abad yang akan datang," kata Project Director IAA, Pnina Shor seperti diberitakan dari Discovery.com.

Konservasi terhadap manuskrip-manuskrip kuno ini memang menjadi perhatian IAA sejak lama. Perawatan yang kurang optimal serta praktek-praktek display yang dilakukan pada dekade-dekade terakhir, telah menyebabkan konsekuensi 'bencana' bagi kelestarian naskah ini, kata Shor.

Oleh karenanya, IAA memutuskan untuk menyediakan rekaman gambar manuskrip yang bisa mencegah degradasi lebih lanjut. Naskah ini dikhawatirkan tak tahan lagi untuk difoto, karena paparan cahaya dan udara bisa berakibat fatal terhadap naskah-naskah itu.

Oleh karenanya proyek beranggaran US$3,5 juta (Rp 31,25 miliar) itu, akan menggunakan teknologi pencitraan multi-spektral dan pemindaian infra-merah yang dikembangkan oleh National Aeronautics and Space Administration (NASA) untuk menyalin naskah-naskah itu ke dalam bentuk digital dengan kualitas render terjernih.

Artefak-artefak itu sendiri kini berada di Museum Israel di Yerusalem. Saat tidak diperlihatkan, artefak itu disimpan di tempat yang gelap, serta ruang penyimpanan dengan suhu, kelembaban, dan cahaya yang dikondisikan persis seperti kondisi di tempat di mana naskah ini ditemukan.

Seluruh Naskah Laut Mati sebenarnya sudah diabadikan melalui foto sejak tahun 1950-an. Namun, akses terhadap foto-foto dan dokumen itu telah dibatasi. Hanya sekitar empat pakar konservasi yang diperbolehkan untuk menangani fragmen-fragmen naskah dan para ilmuwan juga dibatasi waktu mereka untuk mempelajari naskah ini secara langsung.

Naskah Laut Mati merupakan perkamen dan gulungan kulit, papirus, dan tembaga bertuliskan teks-teks berbahasa Ibrani, Yunani, dan Aramaik, yang ditemukan pada 1947 oleh seorang penggembala di gua Qumran, dekat Laut Mati.

Naskah ini terdiri dari 30 ribu fragmen dari 900 manuskrip, yang memuat beberapa teks kuno dari abad 3 SM hingga tahun 70 M. Di antaranya memuat teks injil, dan salah satu yang tertua adalah salinan teks Sepuluh Titah Tuhan (Ten Commandments).

Ia mengungkapkan perkembangan Yudaisme dari periode Hellenistic dan persinggungannya dengan sejarah awal Kristen. Melalui proyek ini, diharapkan gambar pertama naskah ini sudah bisa dinikmati secara online dalam beberapa bulan ke depan.

"Bila sudah online, maka gulungan naskah-naskah ini tak perlu lagi diekspos, dan setiap orang bisa melihatnya secara langsung, di kantor atau sambil duduk di atas sofa rumahnya," kata Shor. ( SuaraMedia )


READ MORE - Israel Sebar Luaskan Naskah Laut Mati Ke Internet

Kelinci Sumatera atau Nesolagus Netscheri Yang Merupakan Kelinci Paling Langka Di Dunia

Kelinci Sumatera atau Nesolagus Netscheri Yang Merupakan Kelinci Paling Langka Di Dunia.— Kelinci sumatera atau Nesolagus netscheri tercatat sebagai kelinci paling langka di dunia. Hewan ini dinyatakan hampir punah oleh International Union for Conservation of Nature. Sebelumnya, hewan ini pernah dikira punah hingga pada tahun 1990-an terfoto oleh seseorang.

http://stat.k.kidsklik.com/data/photo/2010/10/20/2150204620X310.JPG
Kelinci Sumatra (Nesolagus netscheri).


Kelinci ini terletak pada tempat yang sangat terisolasi, hanya terdapat di hutan-hutan Bukit Barisan, Sumatera. Karena mereka terletak di tempat yang sangat terisolasi, informasi tentang perilaku dan habitatnya sangat minim. Bahkan, masyarakat setempat tak memiliki bahasa lokal untuk menyebutnya dan ada yang tak menyadari keberadaannya.

Kalau ada informasi tentang kelinci ini, itu hanyalah bahwa kelinci ini aktif pada malam hari. Di siang hari, mereka menghabiskan waktu untuk bersembunyi di dalam liang yang ditinggalkan hewan lain. Sejauh ini, tak ada bukti bahwa mereka menggali lubangnya sendiri.

Kelinci sumatera terlihat menarik sebab memiliki warna bulu yang bermotif garis. Diperkirakan, warna bulu tersebut dimiliki agar kelinci itu bisa menyesuaikan diri dan bersembunyi di dasar hutan hujan tropis. Secara umum, kelinci ini memiliki bulu yang tebal dan lembut, garis-garis yang berwarna coklat kacang, serta satu garis yang memanjang dari tengkuk hingga ekor. Ciri lainnya adalah memiliki ekor warna merah, berbobot lebih kurang 1,5 kg, dan telinga yang lebih kecil dari kelinci umumnya.

Soal mencari makan, kelinci ini ternyata juga tak seperti hewan lainnya yang berkeliling wilayah tertentu. Mereka memilih untuk hanya berada di daerah sekitar liangnya dan memakan tanaman apa saja yang ada di sana. Tentang reproduksinya, belum ada data yang cukup jelas karena kajian tentang jenis kelinci ini jarang. ( kompas.com )


READ MORE - Kelinci Sumatera atau Nesolagus Netscheri Yang Merupakan Kelinci Paling Langka Di Dunia

Kotoran Hyrax Bisa Mengungkap Data Perubahan Iklim Selama Puluhan Ribu Tahun

Kotoran Hyrax Bisa Mengungkap Data Perubahan Iklim Selama Puluhan Ribu Tahun - Para ilmuwan dari Universitas Leicester, Inggris menggunakan sampel yang tak biasa untuk menganalisis perubahan iklim, yaitu dengan kotoran hyrax batu (Procavia capensis). Hyrax adalah spesies hewan pengerat sebesar kelinci namun lebih dekat kekerabatannya dengan gajah. Hewan ini banyak ditemukan di negara-negara Afrika seperti Namibia dan Bostwana.


http://stat.k.kidsklik.com/data/photo/2010/10/18/2043383620X310.jpg


Menurut para ilmuwan, kotoran hyrax sangat penting karena bisa mengungkap data perubahan iklim selama puluhan ribu tahun. Selama hidupnya, hewan yang hidup berkelompok itu membuang kotoran di tempat-tempat tertentu ibarat sebagai toilet umum bagi kawanannya. Urin dan kotoran dibuang di tempat yang sama di celah-celah tebing dan dalam jangka waktu hingga ribuan tahun, urin tersebut terakumulasi dan mengkristal membentuk tumpukan kotoran yang biasa disebut midden.

Kotoran yang mengkristal itulah yang selanjutnya digunakan sebagai bahan untuk menganalisa perubahan iklim. Dengan menggunakan teknik forensik, tim peneliti telah mampu mengidentifikasi zat-zat organik yang terdapat pada midden, meliputi zat sisa metabolisme hyrax dan molekul turunan dari tumbuhan yang mampu melewati proses pencernaan hyrax. Jejak urin dan kotoran hyrax ini bisa berfungsi sebagai penanda biologi untuk memberi petunjuk pada jenis tumbuhan yang dulu dimakan oleh hewan ini dan kondisi lingkungan tempat hyrax hidup dulu. Jadilah, midden mampu menggambarkan perubahan iklim selama 30.000 tahun terakhir.

"Analisis iklim masa lalu di wilayah Afrika terfragmentasi. Midden menyajikan rekaman perubahan iklim daratan yang sangat baik dan bisa dibandingkan dengan analisa dengan menggunakan sampel bahan dari laut dalam. Ini mengijinkan kita untuk berpikir lebih detail tentang pemicu perubahan iklim di Afrika," kata Andrew Carr, salah satu anggota dari tim peneliti ini.

Lebih lanjut, Carr mengatakan bahwa perubahan iklim Afrika sangatlah dinamis. Perubahan itu tampak dalam perilaku yang kompleks sejak selama dan setelah zaman es terakhir (kurang lebih 20.000 tahun yang lalu). Ia juga menambahkan bahwa langkah selanjutnya dari proyek penelitian ini adalah membandingkan data hasil analisa midden dengan simulasi iklim masa lalu berdasarkan model simulasi berbasis komputer yang digunakan untuk mensimulasikan iklim masa lalu dan masa depan untuk mengevaluasi performa dan alasan perubahan iklim.

Sepintas, analisa perubahan iklim menggunakan sampel urin ini tampak mudah, tinggal ambil sampel dan membawanya ke laboratorium. Namun ternyata langkah-langkah menelaah perubahan iklim dengan cara yang unik lewat deposit urin ini cukup sulit. Brian Chase, salah satu anggota tim peneliti, harus memanjat tebing untuk mendapatkan sampel serta berusaha keras memotong sampel yang telah mengkristal itu dengan gerinda. Untunglah, Chase sudah ahli dalam memanjat tebing sehingga mampu menjangkau daerah yang jarang bisa diakses oleh orang lain itu. ( kompas.com )


READ MORE - Kotoran Hyrax Bisa Mengungkap Data Perubahan Iklim Selama Puluhan Ribu Tahun

Temuan Mengejutkan Tentang Tyrannosaurus Rex Yang Ternyata Kanibal

Temuan Mengejutkan Tentang Tyrannosaurus Rex Yang Ternyata Kanibal - Reputasi Tyrannosaurus Rex sebagai pembunuh berdarah dingin bisa bertambah buruk. Temuan terbaru menunjukan predator dari masa prasejarah ini merupakan hewan pemangsa sesama.


http://image.tempointeraktif.com/?id=50602&width=274


Paleontologis menemukan bekas gigitan sepanjang 3 sentimeter di tulang T-Rex, dan meyakini hanya T-Rex lain yang mampu membuat luka seperti itu. "Hanya bisa dibuat oleh karnivora besar, dan hanya T-Rex karnivora besar di bagian barat Amerika Utara 65 tahun lalu," ujar Nicholas Longrich, peneliti Universitas Yale seperti dikutip Telegraph, Sabtu (16/10).


Dalam penelitian yang dilansir dalam Jurnal PLoS ONE yang terbit kemarin, ilmuwan mendapatkan 17 fosil yang memiliki luka berbentuk "V". Dari 17 temuan itu, empat fosil diyakini bekas tulang T-Rex.


Luka itu diyakini berasal setelah kadal raksasa itu tewas. "Kemungkinan dimakan dagingnya dulu, baru mengunyah tulang," katanya.


Longrich mengatakan T-Rex tidak memburu kawannya untuk disantap. "Namun bisa saja mereka berkelahi dan pemenang memangsa yang kalah," katanya.


Meski mengatakan kanibalisme di T-Rex perlu diteliti lebih jauh, ilmuwan meyakini predator besar kerap memangsa sesama. "Karnivora seperti singa dan buaya melakukannya selama ini," kata Longrich.


Temuan ini merupakan tonggak baru dalam penelitian dinosaurus yang bertinggi empat meter dan berat tujuh ton itu. T-Rex, yang secara harfiah berarti Raja Kadal Tirani, merupakan hewan dengan wilayah kekuasaan terbesar sepanjang sejarah. Tidak seperti predator masa kini, mereka berburu sendirian, tanpa mengandalkan kawanannya. ( tempointeraktif.com )


READ MORE - Temuan Mengejutkan Tentang Tyrannosaurus Rex Yang Ternyata Kanibal

Ternyata Di Indonesia Jumlah Laki - Laki Masih Lebih Banyak Dari Wanita

Ternyata Di Indonesia Jumlah Laki - Laki Masih Lebih Banyak Dari Wanita - Badan Pusat Statistik (BPS) merilis hasil sensus penduduk 2010. Dari hasil sensus yang dilakukan tahun ini diketahui bahwa jumlah penduduk laki-laki lebih banyak ketimbang perempuan.


http://media.vivanews.com/thumbs2/2009/04/10/68953_papua_300_225.jpg
Suku Wamena Papua (vivanews.com)


Deputi Bidang Statistis Sosial BPS Wynandin Imawan dalam presentasinya mengatakan, penduduk Indonesia per 2010 ini jumlahnya mencapai 237,56 juta jiwa. Dari total itu sebanyak 119,51 juta jiwa adalah penduduk laki-laki.

"Jumlah perempuan ada 118,05 juta jiwa yang artinya ada 1,46 juta laki-laki lebih banyak, ini mungkin akan menyebabkan ada yang tidak kebagian pasangan," ujar Wynandi di Jakara, Selasa 19 Oktober 2010.

Menurut Wynandi tren seks rasio penduduk laki-laki Indonesia terus meningkat sejak 1961. Tercatat menurut data BPS, pada 1961 per 100 perempuan ada 95 laki-laki, kemudian pada 1971 naik menjadi 98 laki-laki, tahun 1980 ada 100 laki-laki per 100 perempuan, 1990 ada 100,2 laki-laki, tahun 2000 ada 100,62 laki-laki, dan pada 2010 ini ada 101,2 laki-laki per 100 perempuan.

Entah karena faktor apa, BPS tidak mengkaji data ini. "Tapi ini adalah suatu kabar gembira buat para perempuan," ujarnya bercanda.

Daerah mana yang paling banyak laki-lakinya, Wynandi mengatakan, dari sensus BPS provinsi Papua, Papua Barat, Kalimantan Timur, adalah provinsi yang memiliki rasio laki-laki tertinggi. "Sex rasionya di atas 110 persen," kata dia. Masing-masing untuk Papua dengan rasio 112,6 persen, Papua Barat dengan rasio 112,4 persen, dan Kalimantan Timur 111 persen.

Urutan berikutnya ditempati oleh Kalimantan Tengah dengan rasio 108,8 persen, Kepulauan Bangka Belitung 107,9 persen, Riau 106,2 persen, Lampung 105,8 persen, dan Kepulauan Riau 105,2 persen. ( vivanews.com )


READ MORE - Ternyata Di Indonesia Jumlah Laki - Laki Masih Lebih Banyak Dari Wanita

Ditemukan Bukti Bahwa Pernah Ada Kehidupan Di Planet Mars Sebelumnya

Ditemukan Bukti Bahwa Pernah Ada Kehidupan Di Planet Mars Sebelumnya - Pernah adanya kehidupan di Planet Mars ternyata bukan hanya cerita fiktif. Karena para peneliti menemukan bukti adanya kemungkinan itu. Pasalnya, planet merah di masa lalu kaya akan kandungan karbondioksida, salah satu bukti adanya kehidupan.


http://www.tribunnews.com/foto/bank/images/Mars-1.jpg
Foto Planet Mars yang direkam Teleskop Ruang Angkasa Hubble pada 26


Dan kini, deposit batuan karbonat dalam jumlah besar ditemukan terkubur beberapa mil di bawah permukaan Mars.

Sejumlah kecil batuan karbonat sebenarnya pernah ditemukan sebelumnya, namun jumlah yang melimpah ini bisa berarti signifikan.

Maksudnya bahwa beberapa ratusan juta tahun lalu, kandungan gas rumah kaca pernah membuat Mars menjadi tempat lebih basah dan lebih hangat.

Ilmuwan luar angkasa menggunakan data satelit untuk menganalisis kondisi geologis wilayah yang dikenal sebagai Kawah Leighton -- yang berada di dekat gunung berapi, Syrtis Major, yang lebarnya hampir 750 mil.

Dalan penemuan itu terungkap adanya kandungan mineral hampir empat mil di bawah kerak bekas ledakan meteorit. demikian temuan yang dipublikasikan dalam Jurnal Nature Geoscience.

Dan para peneliti yakin bahwa temuan itu merupakan sedimen kuno yang terkubur oleh material vulkanik yang dikeluarkan Gunung Syrtis Major.

Mineral ini diduga kuat berasal dari air kaya karbonat yang berinteraksi dengan bebatuan -sehingga peneliti percaya bahwa Mars awal lebih panas daripada yang diperkirakan sebelumnya.

Dr Joseph Michalski dari Planetary Science Institute di Arizona dan Dr Paul Niles dari NASA Johnson Space Centre di Houston mengungkapkan permukaan Mars saat ini dingin, kering, asam, dan tak ramah untuk kehidupan.

Kondisi serupa mungkin telah berlangsung selama miliaran tahun. Inilah yang menunjukkan tempat terbaik untuk mencari bekas kehidupan adalah di bawah permukaan planet merah itu.

"Salah satu tanda-tanda kondisi layak huni di kedalaman tanah adalah adanya atmosfer metana, yang mungkin terbentuk melalui proses hidrotermal dalam kerak bumi, juga dalam kehadiran karbon dioksida," kata ilmuwan, seperti yang dimuat dalam situs Daily Mail, Senin 11 Oktober 2010.

Selain itu, pengamatan terhadap mineral terhidrasi menunjukkan sistem hidrotermal kuno mungkin eksis di bawah permukaan Mars. Namun, sampai sekarang, tak satu pun dari deposit itu terkait dengan mineral karbonat dan lingkungan yang kaya CO2.

"Deteksi sebelumnya terhadap mineral karbonat yang bisa dikaitkan dengan lingkungan permukaan kaya CO2 di masa lalu, sudah jarang."

Kepadatan atmosfer CO2 bisa berarti ada efek rumah kaca di Mars di masa lalu. Berbeda dengan atmosfer Mars saat yang sangat tipis, sampai-sampai gas bisa ditiup ke angkasa.

Karbonat ini juga bukti bahwa air secara kimia bersifat netral, yang akan membuat kondisi yang lebih permisif untuk kehidupan di Mars di masa-masa awal.

"Kami menduga lapisan karbonat yang terkubur di bawah permukaan Mars mungkin hanya bagian kecil dari sedimen kuno yang terkubur abu vulkanik."

Para ilmuwan mengklaim, temuan mereka akan membantu menjelaskan asal-usul karbonat lainnya di Mars. "Juga menunjukkan situs prioritas untuk eksplorasi eksobiologis di masa depan." ( tribunnews.com )


READ MORE - Ditemukan Bukti Bahwa Pernah Ada Kehidupan Di Planet Mars Sebelumnya

Inilah Fenomena Laut Terbelah Yang Mengagumkan Di Korea Selatan

Inilah Fenomena Laut Terbelah Yang Mengagumkan Di Korea Selatan --- Suatu fenomena alam laut terbelah yang pernah terjadi pada kisah Mozes (Musa), the Ten Commandments dalam buku Exodus-Holy Bible, juga terjadi di Korea Selatan.


http://www.tribunnews.com/foto/berita/2010/10/16/Laut_Korea_membelah_1.jpg

http://www.tribunnews.com/foto/berita/2010/10/16/Moses_Miracle.jpg

Moses Miracle, fenomena laut terbelah yang terjadi di laut Korea Selatan setiap dua kali setahun



Ini adalah sebua fenomena alam yang paling mengagumkam di wilayah Korea Selatan. Fenomena alam laut terbelah di Korsel itu dinamai ‘Moses Miracle’.

Setiap dua kali setahun akan terjadi air laut surut. Dan surutnya air itu membuka suatu alur daratan sepanjang 2.88 kilometer dengan lebar 40 meter. Dan alur ini menghubungkan pulau Jindo dan Modo dan orang bisa berjalan kaki selama beberapa jam.

Suatu festival diadakan untuk mengingatkan kejadian alam dan dihadiri orang-orang dari segala penjuru dunia. Bagaimanapun kejadian alam ini belum begitu diketahui, sampai tahun 1975, ketika Mr. Pierre Randi duta besar Perancis untuk negara Korea, berkunjung kesana dan mempublikasikannya di surat kabar Perancis. ( tribunnews.com )


READ MORE - Inilah Fenomena Laut Terbelah Yang Mengagumkan Di Korea Selatan

Inilah Temuan Spesies Ikan Terbaru Dari Palung Laut Terdalam Di Dunia

Inilah Temuan Spesies Ikan Terbaru Dari Palung Laut Terdalam Di Dunia - Eksplorasi terhadap salah satu palung laut terdalam di dunia berhasil menemukan spesies baru ikan. Penemuan itu membuktikan kekeliruan anggapan semula bahwa tak ada ikan yang hidup dalam palung laut.


http://image.tempointeraktif.com/?id=50684&width=274
Spesies baru snailfish dari palung laut Peru-Cile


Penemuan ahli biologi kelautan dari Aberdeen, Tokyo, dan Selandia Baru itu telah menyingkap kehidupan di salah satu tempat terdalam di bumi dan distribusi global ikan serta organisme laut lainnya. Ekspedisi ke palung Peru-Cile di Samudra Pasifik tenggara itu menemukan spesies baru snailfish di kedalaman 7.000 meter.


Mereka juga menemukan sekelompok cusk-eel, ikan sejenis belut, dan krustasea pemakan bangkai di kedalaman laut itu untuk pertama kalinya.


Dalam ekspedisi selama tiga pekan di atas kapal riset Sonne itu, tim ilmuwan memanfaatkan teknologi pencitraan canggih, termasuk sistem kamera yang dapat menyelam bebas untuk mengambil 6.000 gambar dalam palung di kedalaman 4.500 dan 8.000 meter. ( tempointeraktif.com )


READ MORE - Inilah Temuan Spesies Ikan Terbaru Dari Palung Laut Terdalam Di Dunia

Inilah Penemuan Hewan - Hewan Langka Terbaru Dari Papua Niugini

Inilah Penemuan Hewan - Hewan Langka Terbaru Dari Papua Niugini — Para peneliti dari Conservation International menemukan sekitar 200 spesies hewan dan tumbuhan di Papua Niugini. Di antara temuan tersebut ada sejenis katak dengan moncong panjang yang berukuran sejempol, belalang hijau menyala dengan mata merah jambu, dan tikus dengan ujung ekor putih. Temuan itu diumumkan minggu lalu, meski ekspedisinya sudah dilaksanakan sejak tahun 2009.



Sungguh mengejutkan menemukan hewan-hewan itu.


http://stat.k.kidsklik.com/data/photo/2010/10/12/1045563620X310.jpg

Belalang hijau bermata merah jambu dari subfamily Phaneropterinae, Ditemukan di Pegunungan Muller oleh Piotr Naskrecki dan David Rentz pada September 2009.

http://stat.k.kidsklik.com/data/photo/2010/10/12/1052337620X310.jpg

Tikus dengan ekor berwarna putih di bagian ujungnya. Diduga sebagai spesies yang belum dikenal dunia ilmu pengetahuan sebelumnya. Ditemukan di Pegunungan Nakanai, Papua New Guinea, April 2009.

http://stat.k.kidsklik.com/data/photo/2010/10/12/1049523620X310.jpg

Katak baru yang ditemukan di Papua New Guinea, termasuk kelompok Litoria genimaculata yang memiliki corak warna indah. Ditemukan di sepanjang aliran air Pegunungan Muller.

http://stat.k.kidsklik.com/data/photo/2010/10/12/1048234620X310.jpg

Katak baru dari Papua New Guinea, termasuk kelompok katak yang meletakkan telur di darat dan pepohonan. Anak-anak katak ini langsung menjadi katak kecil, tanpa melewati fase berudu.


Hewan lain yang dijumpai para peneliti adalah 24 spesies katak, 45 spesies laba-laba, 29 spesies semut, puluhan jenis belalang, 6 spesies capung, dan 2 spesies mamalia, serta 9 spesies tumbuhan. Temuan-temuan itu belum pernah dideskripsikan di literatur ilmiah sebelumnya sehingga bisa dianggap sebagai temuan baru.

"Temuan itu menunjukkan betapa sedikit yang kita ketahui mengenai dunia ini," ujar pimpinan peneliti, Stephen Richards, Kamis (7/10/2010). "Banyak perhatian mengenai hilangnya keanekaragaman hayati, perubahan iklim, dan dampaknya pada keanekaragaman hayati, lalu kita melakukan proyek seperti ini, dan tersadar, hei kita bahkan tidak tahu ada keanekaragaman hayati di sana," lanjut Richards yang menyebut bahwa penemuan ini sebagai kabar baik di antara kabar-kabar buruk mengenai kerusakan lingkungan.

Ekspedisi dilakukan pada April 2009 saat para peneliti menjelajahi pegunungan Nakanai di Pulau New Britain, lalu bergerak menggunakan kano, jalan kaki, dan menumpang helikopter menuju wilayah terpencil yang berhutan. Di sana mereka menemukan beberapa hewan unik, termasuk tikus dengan ekor putih yang sepertinya tidak berkerabat dengan tikus jenis lain dan diduga sebagai genus baru.

Para peneliti juga menemukan katak kecil yang panjangnya hanya 2 sentimeter dan berkerabat dengan katak-katak di Kepulauan Solomon. "Sungguh mengejutkan menemukan hewan-hewan itu," kata Richards.

Pada ekspedisi kedua, September 2009, tim menuju Pegunungan Muller di selatan Papua Niugini. Di sana mereka menemukan beberapa jenis belalang, termasuk jenis yang bisa melawan pemangsa dengan kaki-kakinya yang besar dan berduri. Menurut peneliti yang sempat menggoda hewan itu, pukulan belalang tersebut cukup menyakitkan.

Hutan Papua Niugini adalah satu dari tiga hutan hujan liar yang tersisa di dunia. Dua lainnya adalah hutan Amazon dan lembah Congo. "Saya berani bilang, di mana pun Anda pergi di Papua Niugini, dipastikan Anda menemukan spesies baru atau kurang dikenal," kata Richards. ( kompas.com )



READ MORE - Inilah Penemuan Hewan - Hewan Langka Terbaru Dari Papua Niugini

Inilah Situs Porno Yang Menjual Foto Artis Telanjang Hasil Cepretan Tekhnologi Infra Red

Inilah Situs Porno Yang Menjual Foto Artis Telanjang Hasil Cepretan Tekhnologi Infra Red - Dunia makin edan. Sebuah situs pornografi berbasis di Amerika Serikat (AS) menjual foto-foto seleb dari Hongkong, China, dan Taiwan. Malangnya, artis ini tak pernah telanjang namun situs ini menggunakan teknologi yang bisa menembus pakaian yang dikenakan sang artis.



http://www.tribunnews.com/foto/bank/images/artis_porno.jpg
Charmaine Sheh, Lee San-san, dan Galie Lok


Dilansir TVB Celebrity News, situs itu terdaftar di AS dan dibuka oleh publik pada tahun 2006. Situs ini ditulis dalam bahasa China, Inggris, dan Jepang dan berdasarkan aturan di AS, anak-anak berusia 18 tahun ke bawah dilarang mengakses situs tersebut.

Meski situs itu berbasis di AS namun konten yang di-upload adalah artis China. Selain menjual foto bugil artis-artis mereka juga menawarkan layanan untuk memindai tubuh seseorang melalui teknologi baru itu.

Setelah video yang memperlihatkan video Guo Jingjing sedang menyanyi dan penonton bisa melihat tubuh telanjangnya melalui teknologi itu namun situs pornografi itu sudah menggunakan teknologi infra-red sekitar empat tahun lalu.

Sejumlah foto artis yang dijual antara lain artis penyanyi Taiwan Little S, Jolin Tsai, Ruby Lin, dan masih banyak lagi. Foto dengan telanjang penuh dijual dengan harga 10 dollar AS (Rp 90 ribu) dan pembeli bisa ke situs tersebut setiap saat dan bahkan mengunduhnya. Kini para artis harus hati-hati dan menggunakan cara baru untuk melindungi diri mereka dari si pengintip. ( tribunnes.com )


READ MORE - Inilah Situs Porno Yang Menjual Foto Artis Telanjang Hasil Cepretan Tekhnologi Infra Red

Matahari Bercincin Pelangi, Selain Di Bogor, Fenomena Langka Ini, Di Tanjungpandan, Belitung Juga Terlihat Sangat Jelas

http://stat.k.kidsklik.com/data/photo/2010/10/12/1235127620X310.jpg
Halo matahari terlihat di Bandung, Sabtu (31/1/2009). Fenomena yang sama terlihat di Bogor dengan lingkaran lebih lebar, Selasa (12/10/2010).


Matahari Bercincin Pelangi, Selain Di Bogor, Fenomena Langka Ini, Di Tanjungpandan, Belitung Juga Terlihat Sangat Jelas - Warga Bogor, Selasa (12/10/2010) siang, dikagetkan dengan fenomena pelangi mengelilingi Matahari yang biasa disebut halo matahari. Di tengah siang bolong yang terik, langit yang biru cerah tanpa awan tiba-tiba dihiasi lingkaran warna-warni pelangi.

Kontan, fenomena alam yang langka itu pun menjadi perhatian warga. Banyak orang menyempatkan diri mendongakkan kepala ke langit untuk melihatnya. Bahkan, sebagian warga tampak berkerumun untuk menonton bersama di sejumlah sudut Kota Bogor, seperti di depan ruko-ruko, di terminal, dan di pinggir jalan.

Seperti dilaporkan wartawan Kompas, Ratih P Sudarsono, halo matahari telah tampak di langit Kota Bogor sejak sekitar pukul 09.00. Hingga pukul 12.30 saat berita ini ditulis, peristiwa langka tersebut masih bisa dinikmati. Lingkaran pelangi tampak sangat lebar mengelilingi Matahari.

Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika sebagimana dilaporkan kompas.com, halo matahari adalah lingkaran pelangi yang mengelilingi Matahari. Halo juga bisa terjadi di sekitar Bulan pada malam hari. Fenomena halo ini disebabkan pembiasan cahaya Matahari oleh uap air di atmosfer sehingga terlihat seperti pelangi.


http://www.tribunnews.com/foto/bank/images/Matahari-Cincin.jpg


Selain itu Fenoemana Matahari Cincin, Selain Di Bogor, Di Tanjungpandan, Belitung Juga Terlihat Sangat Jelas - tribunnews.com melaporkan bahwa fenomena alam di langit Tanjungpandan, Belitung, siang mengundang perhatian warga. Matahari dikelilingi lingkaran besar menyerupai cincin. Fenomena alam berlangsung sekitar setengah jam antara pukul 10.30 hingga pukul 10.55 WIB.

Sinar matahai tidak begitu menyengat. Sekitar matahari tampak awan kehitam-hitaman. Lalu dikelilingi cahaya dengan warna seperti pelangi. "Sudah sering terjadi seperti itu. Saya sudah tiga kali melihat matahari bercincin di sini," kata Teja Pramana warga Tanjungpan.

Pemandangan berbeda ini juga terlihat di langit Tanjungpandan, Sabtu (17/4/2010). Fenomena yang oleh para ahli disebut efek halo ini terjadi pada siang hari. Lingkaran yang mengelilingi matahari itu berwarna-warni seperti pelangi. Meski tak terbentuk sempurna. Efek halo pada matahari terjadi saat cuaca cerah.

Tak tampak ada awan mendung di sekitar matahari itu. Yang terlihat hanyalah gumpalan awan seputih kapas dan awan tipis berwarna putih seperti sedang tersapu angin. Langit pun berwarna biru cerah.

Banyak masyarakat yang ikut menyaksikan fenomena alam itu. Mereka mengabadikannya dengan kamera digital. "Saya baru kali ini melihat langusng matahari bercincin," ujar Fenny fotografer sebuah harian di Bangka yang datang ke Tanjungpandan dalam rangka Sail Indonesia 2010.


READ MORE - Matahari Bercincin Pelangi, Selain Di Bogor, Fenomena Langka Ini, Di Tanjungpandan, Belitung Juga Terlihat Sangat Jelas

Ekspedisi Menagkap Yaren, Raksasa Berujud Kera Di China

Ekspedisi Menagkap Yaren, Raksasa Berujud Kera Di China - Para ilmuwan yang tergabung dalam Hubei Wild Man Research Association, di Cina tengah berupaya menangkap "raksasa" yang tingginya mencapai dua meter. Raksasa yang disebut "Yeren" ini diduga hidup di wilayah pegunungan Provinsi Hubei, Cina.


http://image.tempointeraktif.com/?id=49901&width=274
Yeren. anonymousphilanthropist.com


Selama bertahun-tahun, para peneliti bersama dengan kelompok penjelajah menerima lebih dari 400 laporan yang mengungkapkan penampakan sosok bertubuh besar setengah kera dengan bulu tubuh berwarna abu-abu, merah atau rambut hitam.

Dalam ekspedisi yang dilakukan pada 1970 hingga 1980-an menemukan bukti rambut, jejak kaki, kotoran dan sarang tidur diduga milik Yeren. "Meskipun hingga kini belum ada bukti konklusif," kata Luo Baosheng, Wakil Presiden Hubei Wild Man Research.

Cina sudah tak asing lagi dengan cerita dari masyarakat yang mengkisahkan tentang makhluk-makhluk aneh. Di dunia ilmiah, ilmu yang mempelajari tentang makhluk hidup yang belum dikenal sains disebut cryptozoology. ( tribunnews.com )


READ MORE - Ekspedisi Menagkap Yaren, Raksasa Berujud Kera Di China