Melacak Jejak Moyang Obama Di Irlandia

Melacak Jejak Moyang Obama Di Irlandia — Desa kecil di satu pulau kecil mendapatkan ketenaran selama 15 menit pada Senin (23/5/2011). Kala itu, Presiden AS Barack Obama dan Ibu Negara Michelle Obama tiba menggunakan helikopter, kemudian berada di dalam rombongan berkendaraan antipeluru untuk mengunjungi Moneygall di Offaly County, bagian tengah Irlandia.

Desa tersebut mulai membenahi diri untuk saat bersejarah itu beberapa bulan lalu, ketika Obama mengumumkan saat St Patrick’s Day pada Maret tahun ini bahwa ia akan berkunjung ke Irlandia pada bulan Mei.

Lebih dari 100 tiang bendera dipancangkan, dan 50 bendera tiga-warna Irlandia dikibarkan berdampingan dengan 50 bendera bintang-garis. Pemilik pabrik cat menyumbangkan produksi mereka untuk membantu warga kota kecil itu menyegarkan lagi setiap bangunan di sepanjang jalan lintas utama.

Pasangan Kepala Negara dan Ibu Negara AS tersebut disambut oleh sebanyak 3.000 orang yang berdiri di balik garis keamanan saat rombongan mereka tiba. Demikian laporan wartawan kantor berita Xinhua, Yvonne Kennedy.


http://stat.k.kidsklik.com/data/photo/2011/05/02/1114521p.jpg
Presiden AS, Barack Obama


Di tengah terpaan angin keras dan guyuran hujan lebat, pasangan orang nomor satu di Amerika itu berjabat tangan, mengusap bayi, dan berpose untuk pengambilan gambar, sementara puluhan petugas keamanan rahasia menyaksikan peristiwa itu.

Mereka bercakap-cakap dengan masyarakat setempat selama hampir setengah jam sebelum memasuki rumah yang kini berdiri di lokasi yang dulu menjadi tempat tinggal nenek moyang Obama untuk menghindari guyuran hujan.

Sebelum tiba saatnya menjadi sorotan media internasional, Moneygall hanyalah desa kecil yang tak banyak dikenal di perbatasan Tipperary dan kabupaten Offaly, dengan hanya satu sekolah, lima toko, dan dua kedai minum.

Selama kampanye kepresidenan Obama pada 2008, ahli genealogi menemukan bahwa desa tersebut adalah tempat tinggal leluhur Obama, kakek dari kakeknya dari pihak ibu, seorang pembuat sepatu yang bernama Falmouth Keraney.

Kunjungan Obama ke desa nenek moyangnya menjadi sorotan dari kunjungan singkatnya, selama kurang dari 12 jam, ke Irlandia.

Gedung Putih telah menyatakan bahwa tujuan kunjung itu untuk menyoroti "hubungan dekat yang kuat" di antara kedua negara. Staf Obama juga telah menyampaikan bahwa Obama ingin kunjungan ke Moneygall untuk membina hubungan dengan rakyat dan bukan dengan pejabat atau anggota VIP.

Citra tersebut, mengenai tindakan Obama berkumpul kembali dengan sepupu jauhnya di Irlandia di satu tempat minum di Moneygall, tempat mereka berada cukup lama untuk mendapat suguhan Guinness, memberi gambaran sempurna mengenai hubungan dekat itu.

"Saya kali pertama menerima ini di Bandar Udara Shannon dalam perjalanan ke Afganistan," Obama berkelakar setelah menerima minuman penghormatan pertama Irlandia.

"Enak dan jauh lebih baik dibandingkan dengan Guinness di Amerika Serikat. Saat itulah saya menyadari kalian semua menyimpan barang terbaik di rumah," katanya.

Obama termasuk di antara beberapa presiden AS yang memiliki leluhur Irlandia, termasuk John F Kennedy, Ronald Reagan, Bill Clinton, dan keluarga Bush. Kunjungannya ke desa tersebut tampaknya akan membuat senang pendatang Irlandia di negerinya, dan membantu upayanya untuk terpilih lagi pada 2012.

Kendati dikenal sebagai presiden pertama Amerika-Afrika, Obama tak dibesarkan oleh ayahnya, yang berasal dari Kenya. Kebanyakan hidupnya sangat dipengaruhi oleh neneknya dari pihak ibu, yang berakar dari Kaukasia, Madelyn Lee Payne Dunham dan Stanley Armour Dunham (cucu Kearney). Mereka telah membesarkan Obama sejak ia berusia 10 tahun.

"Obama memperlihatkan perubahan konsep tentang memiliki asal-usul Irlandia," kata wartawan Mark Little. "Ia adalah diaspora baru. Orang bisa memiliki nama seperti Barack Hussein Obama dan tetap memiliki asal-usul Irlandia." ( kompas.com)


READ MORE - Melacak Jejak Moyang Obama Di Irlandia

Melihat Kuil Dewa Buaya di Mesir

Melihat Kuil Dewa Buaya di Mesir - Tempat wisata arkeologi Mesir kembali bertambah dengan dimasukkannya kuil tempat pemujaan Dewa Buaya ke dalam peta pariwisata.

Pemerintah Mesir awal Mei lalu telah membuka pusat informasi bagi turis di Madinet, Madi, daerah Fayoum yang terletak di selatan Kairo. Di lokasi tersebut terdapat kuil yang dipersembahkan untuk Dewa Buaya bernama Sobek dari Scedet sebagai dewa pelindung kawasan tersebut.


http://nationalgeographic.co.id/admin/files/daily/201105301232377_n.jpg

Minister of State for Antiquities



Kuil yang dibangun pada masa pemerintahan Amenemhat III (sekitar 1859-1813 SM) dan Amenemhat IV (sekitar 1814-1805 SM) ini dilengkapi dengan dua jalan yang di tengah-tengahnya terdapat patung singa dan sphinx. Di dalamnya terdapat 10 gereja Koptik dari abad ke-5 hingga ke-7 serta reruntuhan kuil Ptolemeus yang dipersembahkan untuk Dewa Buaya.

Kuil ini memiliki struktur laras berkubah yang digunakan untuk inkubasi telur-telur buaya. Menurut Edda Bresciani, ahli sejarah Mesir dari Pisa University, struktur itu menunjukkan bahwa kuil tersebut digunakan sebagai tempat pengembangbiakan buaya suci. Pada saat ekskavasi (penggalian), timnya menemukan lusinan telur buaya dengan tingkat kematangan yang berbeda dalam sebuah lubang yang ditutupi lapisan pasir. Sedangkan di ruangan di dekatnya mereka menemukan kolam yang terpelihara dengan baik.

Menurut Bresciani, buaya-buaya itu dibesarkan hanya untuk dibunuh. Kemudian setelah dibalsem, buaya-buaya itu dijual kepada para peziarah yang mengunjungi kuil Sobek. Bukti lain yang menguatkan bisnis buaya suci itu ditemukan di bangunan lain di dekatnya, dimana terdapat kolam lain dan ditemukan 60 butir telur buaya lainnya. ( Discovery News )


READ MORE - Melihat Kuil Dewa Buaya di Mesir

Anomalocaridid Adalah Monster dan Predator Terbesar Yang Tak Tertandingi

Anomalocaridid Adalah Monster dan Predator Terbesar Yang Tak Tertandingi - Monster ini adalah predator paling besar di dunia di zamannya. Ia hidup jutaan lalu, tumbuh membesar dan terus bertahan dalam kurun waktu yang begitu panjang.

Hewan laut yang lebih dikenal sebagai anomalocaridid itu sebenarnya tak begitu besar. Ukurannya antara 0,6 - 1,8 meter. Namun di masanya ia merupakan predator dengan ukuran tubuh yang paling besar.

Spesies yang bentuknya mirip udang itu punya bagian tubuh yang lunak, perut yang bergerigi, serta anggota tubuh mirip sungut, yang berduri. Fungsinya adalah untuk menyeret cacing atau mangsa lainnya untuk dilahap.


http://media.vivanews.com/thumbs2/2011/05/27/112036_anomalocaridid_300_225.jpg

Anomalocaridid (Livescience.com)


"Hewan ini berada di atas mata rantai makanan. Ia adalah predator yang tak tertandingi di masanya," ujar Peter Van Roy, seorang paleobiologist dari Ghent University Belgia, seperti dikutip dari situs LiveScience.

Hasil riset terakhir menunjukkan bahwa binatang ini sempat merajai daerah perairan pada periode Cambrian pertengahan, antara 542 juta sampai 501 juta tahun yang lalu. Periode ini adalah masa di mana seluruh grup besar di kerajaan binatang muncul, dan ekosistem kompleks tengah terbentuk.

Bahkan , menurut peneliti Derek Briggs yang juga Direktur Yale Peabody Museum of Natural History, anomalocaridid adalah salah satu kelompok yang paling ikonik di antara grup-grup binatang di zaman Cambrian.

Fosil terbesar dari binatang ini ditemukan di gurun berbatu di sebelah tenggara Maroko, oleh kolektor bernama Mohammed Ben Moula. Dari fosil, diketahui bahwa predator ini hidup 30 juta tahun lebih lama daripada yang sebelumnya diperkirakan.

Dari fosil juga ditemukan struktur mirip 100 pedang fleksibel di setiap segmen di sepanjang punggung mereka. Para peneliti meyakini organ itu mungkin berfungsi sebagai insang. Ia hidup di dasar laut yang berlumpur, dengan kedalaman setidaknya 100 meter di bawah permukaan laut.

Menurut Van Roy, anomalocaridid bertahan sekian lama menunjukkan bahwa mereka mampu beradaptasi dengan baik dan merupakan predator yang sukses. Belum diketahui pasti apa penyebab anomalocaridid bisa punah.

Namun, ilmuwan curiga kepunahan binatang itu terkait dengan kemunculan dua predator lain di awal masa Ordovician (periode setelah Cambrian - sekitar 488 juta hingga 472 juta tahun silam), yakni eurypterid (kalajengking laut) dan nautiloid (seperti cumi-cumi dengan rumah kerang kerucut). Sebab, dua predator itu memiliki ukuran tubuh yang lebih besar.

"Sepertinya anomalocaridid tak bisa bersaing oleh predator-predator yang lebih canggih dan bisa beradaptasi lebih baik. Sementara anomalocaridid pada dasarnya memiliki tubuh yang lunak, eurypterid memiliki exoskeleton yang lebih keras. Adapun nautiloid punya kerang yang kokoh dan paruh yang bertenaga," kata Van Roy. ( vavanews.com )

READ MORE - Anomalocaridid Adalah Monster dan Predator Terbesar Yang Tak Tertandingi

Misteri Penemuan Bakteri Dalam Pusat Badai Es

Misteri Penemuan Bakteri Dalam Pusat Badai Es - Bakteri, makhluk hidup yang bertebaran di udara, ternyata menjadi elemen penting untuk terjadinya hujan, salju, bahkan badai es.

Alexander Michaud dari Montana State University di Bozeman mengatakan, ia menemukan bakteri dalam jumlah besar pada pusat badai es.

Para peneliti sebelumnya percaya bahwa senyawa kimia atau bahan mineral lainnya yang berada di awan menjadi penyebab terjadinya hujan, salju, atau badai es.

Namun, penelitian terbaru membuktikan bahwa bakteri, bahkan jamur, diatom, dan ganggang, juga bisa menjadi pemicu terjadinya hujan. Studi yang mempelajari fenomena ini disebut bioprecipitation.



data:image/jpg;base64,/9j/4AAQSkZJRgABAQAAAQABAAD/2wCEAAkGBhQSERUUExQWFRQUFRgUFxQVGBUYFRcUFRQWFBcVFhQXGyYeFxklGRQVIC8gIycpLCwsFx4xNTAqNSYrLCkBCQoKDgwOFw8PGikkHBwpKSkpLCkpKSksKSkpKSwsKSksLCkpKSwpKSwsKSksKSksKTU0LCkpKSkpNSw1LCw1K//AABEIALQBGAMBIgACEQEDEQH/xAAbAAACAwEBAQAAAAAAAAAAAAADBAACBQEGB//EAD4QAAEDAgQDBgMHAwQABwAAAAEAAhEDIQQSMUEFUWETIjJxgaGRscEGI0JS0eHwFGJyFYKS8QczQ1NjorL/xAAYAQADAQEAAAAAAAAAAAAAAAAAAQIDBP/EACcRAQEAAgIBAwMEAwAAAAAAAAABAhESITEDQVFhcYEEEyJCJDKh/9oADAMBAAIRAxEAPwD5I2mOQRmUhyCq0I9MLaRjauymOQ+ATDaY5D4BUYEdgXRjGNolOmOQ+ATNNvkhMCOxbxFWawch8EdqG0IzQghWFFaUIBFajY0uERqo1EARsaWBXZUAXQEbGlmlWXAFYBI9OLoKigCBpJXJXSFwhA05K4V0rhQNKkqsqxCq5A0oSqEq8KjggaUcUNxRCEMppCchFGcEJwRsAPKC9HqGBJ2QXkIPRaoEs4Jx6XeFlkqEMU3ulRFrtsfJdXNlO3RjeizQjsCE0I9MKsYmjU2phgQWBHYujFlRmBGagsTDFZCMRmFCaEVqAK1EaENqK1AXARGqjSiBAWhWBVYVgkFguhcUBQbpUC5KkoCy4uF64aiA6qlTOq5+iCdhVKklVIKAhCGV0tKG5nVAcJVCV0tHNULR1TGlHOCEXopb0QyPJA0xeMYhxlrR5nyWZg6j3EakM0EE6r1JB5rJwFGKlUC3eP0P1Kxyx3lLtpjlOK1EujvC/KIVXgpt7OvyS729fkqsQTrAwVESoyxv8lFjlO2mN6JU6gO6YY5IMoDPF9JstFg6JYXaspBWOCYZUQmDojs8vkujFiI16M1/8uqN8kZk/wAKslmu/l0Vp6KrZRGT0Qa7SUVs/wAhVaCiNagLCVdoK4GdUQN80g5lPP5q4Yuhn8urdmOSArkVg0c/dWDFYNS2YYaOatlHL2RAFEtgKOi76IkKQnsgjK5BRIXCgBFvVVLPNFIVSgAlirlRiFQoATgqEK7iOaoXBMBkIbgik9D8EJx6H2QA3BZWGH3tX/M+7Wn6LULjy+JCyaDj21TTxjfmzy6KcvMOTyaeEB6M+enugvB5+37p0i9UKKVGnn7fuosclxnUh94f8fqnmJJru+P8enNOMf09wpwVkZYEemlqbzy9/wBkwwnl8/0W8ZGGBFaEtmIEmB5z80CrxdrQSIceQlO5SeRJtqtCI1ZbOLNyzIB5XN0tV+0JbaAfKB9ErnjDmNr0bURpXn6X2jbll0g6QN+ulgtLhmO7bwtfygAm/mETOUcbPLTaEQBDFATBcAYmC4aeUyiHDN5z5Bx+iey0sFdt+vldXp8N3yvP+z9SqlrQLZvl7gpWnpA8c1bOP4Cpkj0VgEtizV0r2o6/BQP6H2/VEhRADzHkuSeQ/noiLhQFCD0VC080UqpQAi08/l+iqWdT7opCoUwG6kP5Kp2Q5D4BFcVQoAZaqEK7iqFPZaEpYF7/AAsc7/Frj8lXE/Z7Fy0soPyCS8mm7QXkW5L6d9gs9XAZKdQ0nMquGYAEwQHRB6u9kzg2Yn791Wo/sqdOoxjXwHVXZJ7SNhaw+srjz/UWZcdOvD9PMvTufKTXs+OOasikPv6vmw//AEct5+GdrBWE4RiX/wCLD8wum3w5p7mXJd6YeUu9VtJdyiVOJMmxInkuLK5xXGlK9TK5p11Cu3iMO07vuETFYEFzI7ocYk3vGqVrYJzTHi6tuPbRZXlL02nGztqU+Is56CdEVvEWRM76LCfhXgSWuA5kKgKr97KD9qXw2OK4lrmtyu0mROvosfPZWC18fjBh6jmUabGlsfeOGepoDIzd1uuw9VFvLunJx6hXC8IrPbmIyM/9yoQxnoXa+kp7DHD0g8OeaxLYIaMrBfao8ST5NWLiMW+o7M9znHm4kn9kJTueyuNvlrv47EdlSpU4EAlvaP8A+VSfYBXp43EVIJqOI6u7v/HRY8q7HkJylceun0rhXZOoFzs5xAdlBGXsuzs4yBfNM+yaoYlzPCY+HkvA8I4g5jrHqRBPsFt1/tG6e63lM8iujHKWOeyyvWHitUiO0cloXl8Vxp7ZaDYEydTqfpb1Vaf2geWxOkX38k94+B35eumVYBed4bxtzqnfIykR+69EDyTn0O3d7dhRRXbSJumWg2kTE3idNtEP+oZ1+A/VOnFu7PsrZc2fQZpiPFrHRKkJQVxjmkT3h6A/VQhv5iPNv6ErhVSmHXsn8TT6gH4GFzE4F9KO0blLhmbcEFhJymQVUpXG4h9Np7PxG0SAPgbH1CVEEJQ3OXnuOcRe00nDuuLDmDQAMzXuabC02GixavE3uJJJueceyi+rIrjXtKmJaG5pt0uoySATaRK8/wAIxhqN7KNLg/OxMcluYL7QVQwNyUwWyLtk2PNTjnlb9GlxwmP1fQP/AA34mabazTSqVGksILACA6HAgy4RbKtD/XKww1ZlSm19R4qBrg+gwNa5mVubM4GZJ2XyjF8VqPc0300YQwWJ1EGUTjeMc5rDqImILBExOZvinS4Giyy9PeXL4VNzHhufy99dzTTd9pGBoYQLAAkAzIEz5zZeV4lj2uxWYCJY2bbhyn9OXSc5GmgB1IbqbrGeSXslxlzbkRY5ojRO3OeW3+P4m9td+PHI+yXdjOh3KVdR1lzrD8yXc0W8jqTzT5Ze45eh7Y/9MOrkTyUSdPwyeainlWFk29hxjhoa2idxWY30MhA4jhTTM7b7kJLjlCmwZC95qAsMGSInWfJanG+Gso0XPaXTFoJ3tNtl071aw11CGJ4hRFBwcQ5zpGUax15LzTKdjYzALet4Pz9kGU1gS81G5TBmx5Lnyz5V0TDjGxx3hjKdOmWM7z+UzoDoh8RpNdVrFwvkYWm1iWjqJ9/JbLq+UHtSCJDdJ717hZPEOzz95wByt1nZvTyK1zx6Z4ZarAcyCtX7O/Z6pjHuZRY59QNLsjYBgC5k8rW3SmKDJ7rgfL91OF1SKzMri2XZZaS0w6xEjnK59dtt9bBxFLK8t5GFQKoV2UiTABJ6IMzhGkm2uvwTIrG9zOnP0S+EpGR1EjreF67geCpOAzNuZaL/AIiBYWtPNaYTfTHJgcQcc7hAHevzMwUCm7vCRYL1OO+z3bPBENJDo38HsF52ngnOBcYHmncbsvYy2o0Hu/zyWpgariNZ6IGBw7XS1saHUAnSTfzBTgq5bH5BazadNujXAaLkgNBMDTQbjmUKpxj7x2ScgEhrugvPrKHQcchifA74hw/RIU7OkiZkR0OqJF5Z7O0+IZ3QBE7X2vb4LbwY7tokybifReew+CLHNdIMmIE8jzC3+HcUNAipSMVGyBIabEbT+myWW/ZMIlxzHNYke/kEWnSLiA0EyYAAMk9ArcS4l2rWnJTYQTORuUuJ1Lr3Mj3KVo4ktjKSIMyJGmhtodVUtsLqGuxsTBtqeU/JCdQY9pZlzOd4SBJGUZpB1EQpUxRIixgAWsTqRMamdzdJ18TBaf7h53lLW52JdFuKYUdiQA0kk3gTcgmPdeX4/wAA/pgw5w7PIiIykBpjW+q9ZjaheDAOoPt+y83x6kezbmNQuzficS0AjQSpzx6Vjl2H9mMKS/PMZQZFr2+IWjRNze0m+iPw3gxoUzLiSYJgWiBafUq2JwsEQ3VoJNtSjGWQrd0mdr80bijh2VIz+A+sOKo3COtIGp3GiPxDh1Q0KZGW2YGeTiSPqq70llPeDTc3NEtjf8wOyynuyhkCfHrO8fpPqtR2Cc1ri5zTAm0+fJYD6gkG4M3H6LHPbTE+6q2eduW/kl3PsPX6Jyi781IOgWJdB6aETqiDBtiSfQaCfmjjaNyM/DOAaSdJUTv9K0WE/wA9FxLhRyjPxmPfVOZ5k5QJ8l7rGvFbDRzYDvrlnZeQxnH67wQakNIylrYDSDqDZKtxVUiM740iXbJ45a2q470XfTITvD4a6m6RJLpkiLCB80r2HOfgrNw/n7LOdVd+HpeIYgPBDSCRUBgEaCb6rF4pDi114LLehIQRhhqD8S39VqcYxlGqWZWRkYGk2AJtpB+a1uW/LKTV6YEI2CdFRh5Pb/8AoJpjafIDz18pT+AoND2uaKZLb950j1EKJjtdzYuIPeNtLfAomHxD2kFlnN0IF/ivS5bkzSEk2DefKyYo0+VQejJ+quenU/uPM0qdUmb+Z6md16TgdR1Nv3h/EHDQ7JqnQ/8Akf8A8Wj5ymqeCB1Lz6j6BaY4aZ5ZbFwmOpuc0PPdkmdBzEkXAkBJV6FPO4MMMBOW5NpteE/T4Uy3dcfNx+icbw5o1YwRzE+l1Wi2y3PoyCwZYbBiTJMguPxUo0sx8FQ21ggWstyixo025ANH0VhiByn1/RKDbObw8/li0XdsdbBMUeEjl8CY905/VXs2N9PqrvxTR+ME8hd3kmC3+mNCI3AsG309yo6u42Agdbn4JetiGt8TpOwBnTogjApt2aD5CfcobnjQC/ID66BZuJ4mXWBEdJkeaB/VHYx5bpnrZ/EseQIafP8A71WZjcE8gTm8QsHNF4JmSuVcU6QM+Xrt0auPpuPjeZ1mBptAA5qbQjKNYNLY7hg3f3pH9wOiUfw5xddrXCdDJ9yTdPGgNA5xGxk8jaI1TTKAAuHTFiSekyI6+6kbKYSkWuhzAGkgd03j4ItU3s202NtAY1Rhhu8BBJ1iZMRryCu/CgEiJ6SBubX1E3VbIgSfyj4rrq73NyEjLy2gaJh+HGoaJ6Tva42VKTbuPdIHOJDQZ8phVsiJwZjVuuwn5pLGcJLiL2a7N3Q0GRzWi54IlrTBJ2tbWJN0rWDHkBgIuLAumCTff9krqiXRN1EzEuN9g6PUwErXcGgmHEi+uvqtKvSe0SKkNv4g62t8w1Wdi6ju60tD59wRygRCm9HOy7eN0ZE0XRv95J+EAKKlVtMEl1A+QJImOYNtlFnyvy11j8MrMuiojtwdpuf3TVLCN3HOJIErOY2tLnIzw/oispv2C1qWHEgBo3jK0nVOswhGoIm34Wg7WAutJ6TK+p8MSnw57uiZp8FO7j/tvb0WwKLGjvEW5AuI6yTojUsVTy2zHmJiQPICy1npY+6edZlHgbN8xOs6DX+5PYfhAFg0ekn2H1Rf9Rh3dDW21jNadbzdFo8TJMB2hvBgETtFirmMiLbTIwEGYA9Gge51RqNBsSSPST9Asx9eZJFiSL7f7T1I0ko2HPe7pm9mwZgCZcdN/NMmqxzG/hPMSfewmNVcY0CIi4kRBMzvJlZhZ+c9bHrpzRXOaBI2jSdP1QDwxxP/AH8l1jjMzHQRfWdNQs08UIuB5axyvG8KrnmO+63IX3tfRI9NV1dgu51zty226c1HY8fgZ1DnafDX3SOFDSMwIcBznnedvQdFb+vYIM5tTAG40BnQTy2RozgBMZ3EyfCNBe4JVnYpjdIBuIbr0Mn1WO7EFxgGJMwAYJO2quAMk5yIkwW/UmEA/UxcjxZQd+ltY8lnVKxzQ0257n4perii4xcgc4gbbaroqWsFNqscfkUCFyo6GlxsBfVDLlWrR7RpDSbTmywepmxsIU7W7Qx9EE37RxI0a7noOnPdcxfEWteO5vaBe94to4iPJLU+Avb95OQgyJyjkQQ3kOmshDPCHNd3g4l0xaM14kSo7Z3W16/2hl0lr4vm0BiO6eU7TyQW/aRwEhoJtzLZJnL10iPNdxPDmsEkAmILC4F2vS3uuDFOENiB4gQc0TrAEX6cwl+T3AR9oqpPgAvs11o5N0Ik81ypxurB6j8TbzMH57q9StUcAS4n8ABmSBzHWeaNRY3L4Q4i5ImBF5A38uiJv5Pc+Gc7jeIc08oGkCANFZ/Fa5ABdBi2Vsz0LgdYv7J7EMF3CXFwkEMgf4kRERIneNlWhTdlhkjV0mBHMZrZWkHTmEuxufDP/q6ztHOs2ZdOp5RtOnoutxlYx3zIOmgE212uj4qsPytcYBzazcG40BEEQIXaz8rWkwxwg92BZ1t5Ewj8j8AF1ZzZc8FgIAmSJvoBv67pfEmCCc0H8wjM2bgRpveUV1dgcLd0Ay15cZN75QRDoK7QotMHK0MzEBzpy22dFxBIvul5OAuq96bwDEf2X1J8+WyipSw4LTEOO20X6jT4KI2eosHNgky4gWkkb8hqE1h8cBIa1rep253+iyXYgn9rD4I1JlzJsG5tRFvwnknMvgXH5aoxryAJ21AByzeZnWBugMxoi8uIOnTfXRIOcNGg36n4QnsHgi5uoAJmCDeBaTG9wrmVqdSRduKnNlBIAPe5DrPoqGrJBDnaXBHyGhCaxFMXzVRmIMtBtPIgiZ6oNHGNBzNHfEeMg9DE23HwTv1KH8FSdGak2csyXNGl9AfadFA0tMZmgwC6IPMRMa/FIVOLuJ8TpE6aAfwe6Aa5dJzCSNd5P1vqnzhca2qvEKRcJL9bCdxzt6Kf1hvBkCBMgAchz2SGGwJIMuAGt5JJHvqm8MWtJ7khov5kWJdOklVLS6GYXOEjTnYD13RiwAjMc0jQW9t9UDDY9onMMp/KGiDyMnW6N20GxaJbB1vNi0wFflJxmCc9obIa3n5TsChPqNpEOjNG5iZIInKSZFktUxRixNveN7pciSYnrOnx9fdJR52Mc60iNLDujyahvqNadiY080o7iejW3sNtDqdfPZVpU7zqlcj0bFVxECwmeukK7WjzKE0q2ZTa0mI4ChYJ/kqjnW1XXEhuc6DfqOqRlOMYrsxlZ43WPQHl1XKVA0yGwR3S5z2F5JGWTcGDcRPMpKi8VcQJdlAIl0jbxEE2nkt2vTF2mr3hTIhpvnuYzaQSZgeSjz2zvTlFj3CagGUC0OJyE6SG6zHKdOSHxNxBbLTLmh2pPdf4WtBkMiOaSr4ap2mRheM5ByknUWBOk30MJXGYN7SM1the7iSZJ31StKQ2XujNBIiCSDY6AknqAtDAYkwGRqASLTLdyCIO5uUhhwHw3tHNABkA6OgAFpNzcAlWLCDB/CRoQSYvAg97e/VKG0GVbxLmzLqYytAyX8wCTvew10SeKc4d6S9khpN8suEZQ0iC4BdFRhq9+m4E3ax2Ytgm0Dl5oLqMF1PsxnBMm5gDQbieZEpkYrYloGZzWWjI1mVrmkbuaJzAZTO0ulCo4lrwW5w2JeIYXHl4joPa6WpS15NQMJg+Nxa1zeTS3XTZXocRZTd3G1A0Uw1xg94ky6xNgT6W0RsefC2DwQAeQBUBZoQLOOpZP4rapY4uSWdnTJcAA2GgDukXjQ3BjmExQ4k1zXOyOzXA1FKBfwtuTbp5qnZucO6xmcNYGksOZ28NaLEwbzqE/sPuTbQAzNhstBaSXZqZME5mu5kWA6KtamGsDCW5zEDKB3XXkuNgbI+NovLgJbAIaXZcp13k2I5IdMntznaandEC7c1oDgRGolTVkaje84d0D+3QREGJPP5qJl9cvcajWdm1kulgAIBJi2wBBFlEag3WT2Vs20wrlxmwnla8RyFkJ0AnQ9dvRWGIIMt7pE3bIN1DbWzDK0EEiQNbgSOhGnmuPqugEzqdz/NEs2+/x+Su2iYdJAy7GxNwLczfRPfwWp7mXYoZrANB2BLto3vfkq08M9/hExOmsCZt5Bdw+ILRZs/5NzDSJvz+iYZjc2ckuDokQRJgiBEd46qpq+UXc8OYLDgmCCHfhkTLhsRt5nkm8M4Olpcc9yTMN1MyMvInRIOxDhlPebIJDnOubxM7aey4x7HH8Uc3EQJ1nc/OVUqdVsYHEBstFydGsi41gzIiwtulqVcQ4ficNGhrWi5zAtOsW0WW2oBveImB0v8ANV7blYIuY4PQV8awgdzM7KJcSfEARpbTZLNeXedhY/RZtOvdP4QuBAIkm8/unM9lcdNqngO6CTvJ56SdVnY8EANmxFxzv8vNbOHwpcwknWN5uBF0txCiDqY7sdLaD4q8r10cxZtBkm4TI+uo5Jdp9Y5Lgqdf1WW1nBV2j+eqtRaT8Pj6oLDAhFo8821tVQGAGmpPsPikuJY/KQxkcr3ubb2JVsRjomPEdyP5CzuGFj6k1ndxokiMxdeIa2RJv7JZX2S9LwjD06NI06jGGq45g9tyW3lvo5usaSkcTXY+o0k2c7vOLQGwZjJTmzQNk7xrG061VmQFtAtNJrsuYnugkNJgi8DW17rPxGMZTAY0ZnhzQ3OQYyixN43PwCbLsxRqsqPqeH7sTEE58xiAb5Y1E6JDiBq9oYYWgDM0Os7Ibg+ULRwmAc0F1QZGgy7L4srtA0ic0kTKHWc1znVHuNJwp5KTG+IhrYaXzaCNfNTZuHPLGp13sAzUmk2cHZpMXEWNwfoEy2tAmBLnA5dwJu0DYH9FzD8IdUy/eU2ZpkuMEAC5h3t1srv4cA0tpuNUjvuIF2Bpy68jKjV0vYQMuswuzTlvBFzEXgDoUTH4rIcggPaAJY0gn8RzEm5HND/r2nM1jS1ga2AcmaQQLkm4JOiviuDGWZbuqkmQ2KeUfldvbkBoU+9dF79u8Ta9zaZq5QYEnuCxsPDfQefxUfixJbSh1iHuIzMy92C0uEtjmhOw1Q9o01KYawAmwGYNHdLbSVzCUWOyh9Tsm3cXtzF15AblmHe1kDRvDYMHPnqF9GnBPZRZx0OZwv5K+OqCmO0gtePA1zu9mcJzkA6a6JZ2Fcym8h73UyRJAyi9u+0+E2+CFWxFMNAqBry9ga14lgp3gvyjU6qt6g805Q4tTqseazh2z2kElrbQDEWsJ+iU/r295wZTcwBtIWMENvmvc7z5rID8ucNJLDYkWkTad7obGXAJAETc2Fp2nVTc6vg0sLiCx/dbTGcAFpPdAmTMnSIuVFmUnAEFwJadQDBjbyuuomWjuIIKsWqrUWo8QAB3tzOvQdPdQ0RtzexIHIDpYK7ak2uZMlom5ix6xdUo02mczssNJFpkjRvqu06gAmLiPLXcb+icKu6BpDxJmwmWwbSTZMZWtY10Zjefy8t75uqpgcW1maWgkiBIBymdp+CWfUnp/wByq3C1acdXYLjMXZY1sHHU3GlzZKOq/DkusDdyf9oE+6optOSLOjYzbyvuutCoERiRjsgLe4eIYHuIyjTTT6LCpMzERvtZaWGxojKRbS+k7qsbqp038M+W28Ox5ruLe3LeLaLGdxOIAPRLYrHkmxlVcj0KKZk6/quMhCY8GJk85MJhrMw7osNRv6FOdopnD4RzhMgXtJGyPVhjTmItsIv6xomadPK1p7MuJaJAG/NYvGKkvAiRuATEToDFlpf4zadkOLF4IJBaHCWyCJExN9k39nKLu0ytY15ewgB4iTs1jiPEemolVwrajfvajH1KcGmMxMZXA2Djp0haeJpkucaR7BrWBpaC4wcoBOe8k/sspN3ZXKa0ZxeEr4d76pY1jGuyuZDXFhLhIZLcs6XHPVd4tiCKvaGnU7MWDi0ODnPglhdpcknbkl676jqYg0wymdH3e4kTJm9490nh8e6mKbMznU82Z1N5PZzcaA6AHVVUQ9iCwvLqbq5phxa5sBrmsIiIBsL2SoqZGPaXEGqAGF135dLk3AsPRExDZa9tMClAZ3RmLqgkw/eLka8lnVMG573Nr1odTAaJk5pnugmIA6ouzhsPovcM7iW0u74ruGxYXDSZsh4dtVzX1GsHZvDmkiJDQRPdaRBj6rOwT6dN4L2ipBd3T4beEyDdcdjWS4sBYS6wFgG8oGqja+Pw0sXwsOYatGeycZAdJJcIESNTc8gu47jdYMZTcIFMgd+TljQAHRA4fxF1BthDaoyudILiM13MEW2VqmDxOIdkyOMtFU2lxbHjM3JPJP7J9+yeJxjiTAudXEAAB2umgTDHdpR8LSWPHfAcMrdLv0ykpR4qMY4AODSQDbUC4lMMoVXMZTpODhUaajmMMRlMkPHMQpm1XWuitXiTwXsc4uDnS4FzsriNDCBTqCW5piZcL7baSEzjMaXub2xJy6gCH9MxOp0SVSrObeed/dKrnZqrQpuYXh4a6f8AyyDJAsIMaoTGtZ42klwsDLQBs6d1HuljGtLjEkzEAnW/kFbGYsVA2wbkaGhomCBuSTqU+vIm1adPtXfgZMNAuBe0/UqKuGdmHZ7E5gALlxEQTOiiJ9hbYXhRwUUWbQ/wyj21Qh5Jim4i/wCRhIHskYXFFd/1lRPNQrq4opWaq1crWZQGktIcRMuk3zSflCXJnXyUUVVMWa1XAUUSB+nhQGZ7zMeylGiNP5ooor0jZgYcJ2nhG5CY3HkoorkFqUqIzaJrC0xfpPJRRaYorSJzU78vosviOFaKttIbabTlBn4rii0ynTIevxipWa1lQgsEQ2IbboLJulRaGtsLtOo0kx9FFERNKMZPeOxBymCyZjwlc4vjsrm5WMGanlMNiR/Aoopy6gnkNnFXtdWa3K1r2NkNEaQLHZL0P/XJAcRIlwBsZBF+gUUUKWoYUV2VC60NnuwB3Ra0LH4Vw5r+0JkZGF4iNRGttF1RZ5TuLxt1T3E+HNomllvDC/vQZMzBgCQss46p33Co8ENGjiLE6eXRRRTl1V49xytj6lXM57iTbpNoEx0S/blsBpy63FiZ5lRRRtpJBsLjiG1SQ17nADM8ZiLxYnQqcSohmSN2302MbBRRX/Uv7FDiDAGw2/VFYc0vOrYIFo13CiiiKsBedD6/9LiiiFP/2Q==



"Mineral sebelumnya diyakini sebagai zat utama di atmosfer untuk memicu terjadinya hujan. Tapi nyatanya, mineral tidak seaktif bakteri," kata Brent Christner, ahli mikrobiologi yang tengah mendalami bioprecipitation di Louisiana State University.

Agar mineral membentuk ice nuclei, kristal es di sekitar awan, dibutuhkan partikel air yang lebih dingin dari biasanya di awan, kata Christner kepada LiveScience.

Ia menambahkan, bakteri dan makhluk hidup lainnya yang berada di sekitar awan juga bisa menjadi bahan pemicu terjadinya hujan, salju, atau badai es.

Michaud sempat mengambil batu es sebesar bola golf setelah terjadi badai es hebat yang menerjang Montana pada Juni tahun lalu.

Ia kemudian membelah es itu menjadi empat bagian. Secara mengejutkan, ia menemukan bahwa jumlah bakteri terbanyak terdapat pada inti batu es tersebut.

"Bakteri ditemukan dalam biang es sebelum es itu membesar menjadi badai," kata Michaud. "Ini membuktikan bahwa pemicu terbentuknya es adalah bakteri atau partikel biologi lainnya."

Dengan menentukan suhu ketika badai es terbentuk, tim peneliti menemukan bahwa bakteri menyebabkan terbentuknya es pada suhu yang lebih hangat ketimbang biasanya.

Sebelumnya, tim yang dipimpin oleh Christner menemukan bahwa bakteri patogen Pseudomonas syringae memegang peran penting dalam pembentukan salju di seluruh dunia, termasuk di Antartika.

Patogen diketahui sangat bagus dalam membentuk es pada temperatur di bawah normal maupun titik beku air.

Bakteri dilengkapi zat khusus yang mampu mengikat molekul air. Selanjutnya, bakteri dengan mudah membentuk partikel es.

Ketika di darat, bakteri menggunakan es ini untuk merusak pohon. Akibatnya, kulit pohon dan selnya terbuka dan bakteri dengan mudah masuk ke dalam pohon. ( tempointeraktif.com )


READ MORE - Misteri Penemuan Bakteri Dalam Pusat Badai Es

Kota Tanis Adalah Salah Satu Kota Paling Misterius Di Dunia

Kota Tanis Adalah Salah Satu Kota Paling Misterius Di Dunia - Arkeolog dunia baru-baru ini menemukan 17 piramida baru yang terkubur di kota purba Tanis, Mesir. Situs bersejarah yang masih terkubur di perut bumi itu terdeteksi lewat bantuan pengideraan infra merah satelit NASA di Birmingham, Inggris.

Kantor berita BBC hari ini menulis para arkeolog memperkirakan ada 1000 makam dan 3000 permukiman purba di sekitar area piramida. "Menggali adalah mimpi bagi para arkeolog," kata Sarah Parcak, arkeolog yang memelopori penggunaan satelit untuk mencari jejak situs purbakala.

Menurut Sarah, penemuan ini hanyalah sebuah langkah awal. Gambar yang didapat dari satelit yang mengorbit sekitar 700 kilometer ini menunjukan adanya pola jalanan dan rumah di kota purba Tanis. Ia berkeyakinan masih banyak yang akan ditemukan jika penggalian segera dilakukan, lebih-lebih jika menelusuri aliran Sungai Nil.Pengideraan satelit untuk melacak benda bersejarah bisa dilakukan lantaran warga mesir kuno membangun rumah-rumah yang terbuat dari bata lumpur. Struktur bangunan pun padat sehingga bentuk lancip rumah serupa piramida mudah terdeteksi.



http://image.tempointeraktif.com/?id=76921&width=274




"Ini merupakan situs yang dekat dengan permukaan. Ada ribuan lainnya yang tertutup oleh endapan lumpur Sungai Nil," kata Sarah dalam BBC.

Kota Tanis adalah salah satu kota paling misterius di dunia. Tanis pernah menjadi ibu kota Mesir kuno (sekitar 3.150 SM). Di kota inilah salah satu temuan arkeologi paling heboh berada, yaitu mumi keluarga Kerajaan Mesir. Temuan ini sejajar berharganya dengan temuan mumi Tutankhamun. ( tempointeraktif.com )


READ MORE - Kota Tanis Adalah Salah Satu Kota Paling Misterius Di Dunia

Eropa Ketakutan Diserang Lumpur Merah Beracun ... !!!

Eropa Ketakutan Diserang Lumpur Merah Beracun ... !!! - Peristiwa jebolnya waduk seperti Situ Gintung juga terjadi di Hongaria. Bedanya waduk itu berisi logam beracun berbahaya dan menjadi bencana besar di Eropa selama kurun waktu 30 tahun terakhir.

Banjir lumpur ini telah menenggelamkan sebuah desa dan memporakporandakan isinya. Bencana itu juga menghancurkan rumah Kati Holczer. Ibu dan balitanya itu terjebak di lautan limbah beracun.

Kati Holczer harus menyelamatkan anaknya, Bence, yang berusia 3 tahun di atas sofa yang mengambang akibat lumpur.

Ia dengan susah payah menelepon suaminya Balazs yang bekerja di Austria, hanya untuk mengucapkan selamat tinggal. “Kami akan meninggal,” ujar Holczer saat dadanya dipenuhi lumpur dan ia tewas.



http://suaramedia.com/images/resized/images/stories/4berita/1-9-techno/rd_mud_newscient_200_200.jpg
Lumpur merah yang mengandung logam membanjiri desa sekitar. (foto: newscient.com)


Para pejabat perusahaan dipersalahkan atas bencana itu dan dituntut memberikan ganti rugi dari kerusakan rumah, sawah dan hasil pekerjaan penduduk yang hancur.

Pihak berwenang telah memerintahkan penyelidikan untuk melacak penyebab kecelakaan. Sejauh ini, sekitar empat orang tewas, 120 orang luka dan tiga orang hilang.

Lumpur tersebut muncul akibat waduk yang rusak dan menyebabkan banjir di tiga desa. Banjir membawa materi yang berasal dari produk limbah produksi aluminium yang mengandung logam berat. Limbah itu berakhir di Sungai Marcal, bagian dari anak sungai Danube, sekitar 45 mil ke utara wilayah itu.

Ratusan orang telah dievakuasi. Sungai kini sudah kosong dan dipenuhi oleh lumpur. Namun, Mayor Karoly Tili mengatakan bahwa materi itu tidak mengandung radioaktif berbahaya. “Kami bisa memastikan tidak ada materi radioaktif yang perlu dikhawatirkan,” jelasnya.

Badan Penanggulangan Bencana Hongaria mengatakan bahwa teknisi mereka telah mengalihkan lumpur itu ke Sungai Marcal dan sekitarnya. Tetapi mereka tetap khawatir ada kerusakan di wilayah lain.

Para pekerja mulai melakukan penggalian lumpur dari sungai dan menggunakan plester, serta unsur asam untuk mencoba menetralkan lumpur. Pengukuran awal menunjukkan bahwa lumpur sangat alkali, dengan pH hingga 13.

Di sisi lain, Uni Eropa takut banjir beracun itu bisa berubah menjadi bencana ekologi. Mereka mendesak pihak berwenang Hongaria untuk fokus pada penanggulangan lumpur keluar dari Danube.

“Ini adalah masalah yang sangat serius,” kata juru bicara Uni Eropa Joe Hennon.

“Kita fokus tidak hanya pada lingkungan Hongaria, tetapi juga potensi kerusakan menyebar di wilayah lain.”

Serangan lumpur itu menjadi salah satu bencana besar di Eropa selama kurun waktu 20 hingga 30 tahun terakhir, kata Herwit Schuster, juru bicara LSM Greenpeace Internasional. Dua hari setelah lumpur merah itu, berbagai pihak terkait belum memberikan kesimpulan penyebab waduk buatan itu runtuh.

Lumpur merah adalah hasil dari pemurnian bauksit menjadi alumina yang merupakan bahan dasar untuk pembuatan aluminium. Lumpur itu biasanya ditangani dengan menyimpan dalam kolam, di mana air akhirnya menguap dan meninggalkan tanah kering seperti tanah liat merah.

Pejabat perusahaan Hongaria yang memproduksi lumpur itu berkeras tidak menganggap limbah itu berbahaya sesuai standar Uni Eropa. Perusahaan ini juga menolak kritik atas ketidaksiapan penanggulanan bencana jika waduk rusak.

Komisi Internasional untuk Perlindungan Danau yang mengelola sungai dan anak-anak sungainya mengatakan tumpahan lumpur dapat memicu kerusakan jangka panjang bagi satwa liar dan manusia.

Lembaga itu mengingatkan ikan besar di Danube bisa menelan setiap logam berat yang berasal dari hilir. Hal itu pada akhirnya berpotensi membahayakan orang yang memakan ikan-ikan tersebut.

Alumina memang tersebar di seluruh dunia dan terkonsentrasi di Australia, Brazil dan China. Pabrik di Hongaria sendiri berada di peringkat 53 di dunia. ( suaramedia.com )


READ MORE - Eropa Ketakutan Diserang Lumpur Merah Beracun ... !!!

Inilah Beberapa Keanehan Ilmiah Mata Air Zam - Zam

Inilah Beberapa Keanehan Ilmiah Mata Air Zam - Zam - Air zam-zam merupakan sumber mata air paling aneh di dunia. Sejak dulu air ini tidak pernah habis, bahkan meski memasuki musim haji. Jutaan orang mengambil air ini, dan air ini tidak pernah kering satu kali pun. Apa rahasia di balik itu?

Kira-kira berapa banyak air zamzam yang dikuras setiap musim haji? Mari kita hitung secara sederhana. Jamaah haji yang berdatangan dari seluruh penjuru dunia pada setiap musim haji biasanya berjumlah sekitar dua juta orang.

Semua jemaah diberi 5 liter air zam-zam ketika pulang nanti ke tanah airnya. Kalau 2 juta orang membawa pulang masing-masing 5 liter zam-zam ke negaranya, itu berarti sudah 10 juta liter. Itu belum termasuk konsumsi jamaah haji yang tinggal selama 25 hari di sana, dimana setiap orang menghabiskan 1 liter sehari, maka totalnya sudah 50 juta liter.

Pada tahun 1971, seorang doktor dari negeri Mesir mengatakan kepada Press Eropah bahwa air Zamzam itu tidak sehat untuk diminum. Asumsinya didasarkan bahwa kota Mekah itu ada di bawah garis permukaan laut.


http://www.lensaindonesia.com/uploads/11/05/Gambar_monekul_air_zamzam_saat_diteliti.jpg
Molekul air zamzam saat diteliti menyerupai sebuah kristal. Inilah yang membuat air zamzam berbeda dengan air pada umumnya


Air Zamzam itu, menurut doktor Mesir itu, berasal dari air sisa buangan penduduk kota Mekah yang meresap, kemudian mengendap terbawa bersama-sama air hujan dan keluar dari sumur Zamzam.

Berita ini pun akhirnya sampai ke telinga Raja Faisal yang kemudian memerintahkan Mentri Pertanian dan Sumber Air untuk menyelidiki masalah ini. Sang raja kemudian mengirimkan sampel air Zamzam ke Laboratorium-laboratorium di Eropah untuk ditest.

Tariq Hussain, insinyur kimia yang bekerja di Instalasi Pemurnian Air Laut untuk diminum, di Kota Jedah, mendapat tugas menyelidikinya. Pada saat memulai tugasnya, Tariq belum punya gambaran, bagaimana sumur Zamzam bisa menyimpan air yang begitu banyak seperti tak ada batasnya.

Ketika sampai di dalam sumur, Tariq amat tercengang ketika menyaksikan bahwa ukuran "kolam" sumur itu hanya 18 x 14 feet saja (Kira-kira 5 x 4 meter). Tak terbayang, bagaimana caranya sumur sekecil ini bisa mengeluarkan jutaan galon air setiap musim hajinya. Dan itu berlangsung sejak ribuan tahun yang lalu, sejak zaman Nabi Ibrahim AS.

Penelitian menunjukkan, mata air Zamzam bisa memancarkan air sebanyak 11-18 liter air per detik. Dengan demikian, setiap menit akan dihasilkan 660 liter air. Itulah yang mencengangkan.

Tariq mulai mengukur kedalaman air sumur. Dia minta asistennya masuk ke dalam air. Ternyata air sumur itu hanya mencapai sedikit di atas bahu pembantunya yang tinggi tubuhnya 5 feet 8 inci. Lalu dia menyuruh asistennya untuk memeriksa, apakah mungkin ada cerukan atau saluran pipa di dalamnya. Setelah berpindah dari satu tempat ke tempat lainnya, ternyata tak ditemukan apapun!.

Dia berpikir, mungkin saja air sumur ini disupply dari luar melalui saluran pompa berkekuatan besar. Bila seperti itu kejadiannya, maka dia bisa melihat turun-naiknya permukaan air secara tiba-tiba. Tetapi dugaan ini pun tak terbukti. Tak ditemukan gerakan air yang mencurigakan, juga tak ditemukan ada alat yang bisa mendatangkan air dalam jumlah besar.

Selanjutnya Dia minta asistennya masuk lagi ke dalam sumur. Lalu menyuruh berdiri, dan diam di tempat sambil mengamati sekelilingnya.

“Perhatikan dengan sangat cermat, dan laporkan apa yang terjadi, sekecil apapun,” kata Tariq.

Tak lama setelah itu, tiba-tiba asistennya mengacungkan kedua tangannya sambil berteriak: "Alhamdulillah, Saya temukan dia! Pasir halus menari-nari di bawah telapak kakiku. Dan air itu keluar dari dasar sumur," katanya.

Lalu asistennya diminta berputar mengelilingi sumur ketika tiba saat pemompaan air (untuk dialirkan ke tempat pendistribusian air) berlangsung. Dia merasakan bahwa air yang keluar dari dasar sumur sama besarnya seperti sebelum periode pemompaan. Dan aliran air yang keluar, besarnya sama di setiap titik, di semua area. Ini menyebabkan permukaan sumur itu relatif stabil, tak ada guncangan yang besar.

Setelah diteliti, ternyata hasil sampel air di Eropa dan Saudi Arabia menunjukkan bahwa Zamzam mengandung zat fluorida yang punya daya efektif membunuh kuman, layaknya seperti sudah mengandung obat. Lalu perbedaan air Zamzam dibandingkan dengan air sumur lain di kota Mekah dan Arab sekitarnya adalah dalam hal kuantitas kalsium dan garam magnesium.

Kandungan kedua mineral itu sedikit lebih banyak pada air Zamzam. Itu mungkin sebabnya air Zamzam membuat efek menyegarkan bagi jamaah yang kelelahan.

Keistimewaan lain, komposisi dan rasa kandungan garamnya selalu stabil, selalu sama dari sejak terbentuknya sumur ini. "Rasanya" selalu terjaga, diakui oleh semua jemaah haji dan umrah yang selalu datang tiap tahun.

Dalam penelitian ilmiah yang dilakukan di laboratorium Eropa, terbukti bahwa Zamzam memang lain. Kandungan airnya berbeda dengan sumur-sumur yang ada di sekitar Mekah.

Yang juga menakjubkan adalah, tak ada sedikit pun lumut di sumur ini. Zamzam selalu bebas dari kontaminasi kuman. Anehnya lagi, pada saat semua sumur air di sekitar Mekah dalam keadaan kering, sumur zamzam tetap berair. Dan zamzam memang tak pernah kering sepanjang zaman.

Beberapa ulama fikih kemudian merekomendasikan agar jamaah haji membawa Zamzam ketika pulang ke negaranya sebab air itu bisa menjadi obat untuk suatu penyembuhan. Dan ini terbukti, banyak jamaah dari Indonesia maupun negara lain yang pernah merasakan keajaiban air Zamzam ( lensaindonesia.com )


READ MORE - Inilah Beberapa Keanehan Ilmiah Mata Air Zam - Zam

Hooded Pitohui Burung Beracun Dari Papua Nugini

Hooded Pitohui Burung Beracun Dari Papua Nugini - Ternyata ada juga burung beracun di Bumi ini, konon katanya burung beracun ini hanya ada satu jenis di dunia yang bernama Hooded Pitohui. Burung Hooded Pitohui ditemukan di Papua Nugini, pertahanan mereka terhadap pemangsa yang walaupun sederhana tapi menakjubkan adalah mereka beracun.





Pitohui memakan beberapa jenis kumbang yang mengandung neurotoxin kuat dan mengandung alkaloid yang dikenal sebagai batrachotoxin (racun yang juga ditemukan pada kulit dari Katak Panah Beracun Amerika Selatan).


Dengan makan kumbang, burung-burung menjadi beracun, toksin mereka terdapat pada bulu dan kulit. Mereka benar-benar dikenal oleh penduduk setempat sebagai “burung sampah”, karena toksisitasnya membuat tidak mungkin untuk dimakan kecuali kulit dan bulu mereka dicabut.






Menyentuh Hooded Pitohui dapat menyebabkan mati rasa dan kesemutan, kulit terbakar dan bersin, seperti yang dilaporkan oleh para ilmuwan yang menangani makhluk itu, sedangkan memakan mereka mungkin akan jauh lebih berbahaya.

Untuk memperingatkan sifat toksisitasnya, burung ini memiliki warna terang oranye dan warna hitam yang memungkinkan calon predator untuk mengenalinya. Dan diyakini bahwa Hooded Pitohui dapat menggosok toksin pada telur dan anaknya untuk melindungi mereka dari predator. ( vivanews.com )


READ MORE - Hooded Pitohui Burung Beracun Dari Papua Nugini

Candi Borobudur Dalam Jejak Astronomi Purba

Candi Borobudur Dalam Jejak Astronomi Purba — Kemegahan Candi Borobudur tidak hanya menunjukkan kemampuan rancang bangun nenek moyang bangsa Indonesia yang mengagumkan. Penempatan stupa terawang maupun relief di dinding Borobudur ternyata menunjukkan penguasaan mereka terhadap ilmu perbintangan alias astronomi.

Penelitian selama 2,5 tahun yang dilakukan Tim Arkeoastronomi Borobudur, Institut Teknologi Bandung, menunjukkan, stupa utama candi Buddha terbesar di dunia itu berfungsi sebagai gnomon (alat penanda waktu) yang memanfaatkan bayangan sinar Matahari. Stupa utama yang merupakan stupa terbesar terletak di pusat candi di tingkat 10 (tertinggi).

Stupa utama dikelilingi 72 stupa terawang yang membentuk lintasan lingkaran di tingkat 7, 8, dan 9. Bentuk dasar ketiga tingkat itu plus tingkat 10 adalah lingkaran, bukan persegi empat sama sisi seperti bentuk dasar pada tingkat 1 hingga tingkat 6.


http://stat.k.kidsklik.com/data/photo/2010/05/27/1635162620X310.jpg
Candi Borobudur dengan stupa induk sebagai puncak candi di tengah kabut pagi difoto dari Puntuk Situmbu, Dusun Kurahan, Desa Karang Rejo, Kecamatan Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Kamis (27/5/2010). Candi Borobudur dibangun sekitar abad VIII pada masa wangsa Syailendra berkuasa. Tahun 1991 Candi Borobudur ditetapkan sebagai Warisan Dunia oleh UNESCO.


Jumlah stupa terawang pada tingkat 7, 8, dan 9 secara berurutan adalah 32 stupa, 24 stupa, dan 16 stupa. Jarak antarstupa diketahui tidak persis sama. Pengaturan jumlah dan jarak antarstupa diduga memiliki tujuan atau makna tertentu.

"Jatuhnya bayangan stupa utama pada puncak stupa terawang tertentu pada tingkatan tertentu menunjukkan awal musim atau mangsa tertentu sesuai Pránatamangsa (sistem perhitungan musim Jawa)," kata Ketua Tim Arkeoastronomi ITB Irma Indriana Hariawang di Jakarta, Rabu (18/5/2011).

Tim beranggotakan satu dosen dan empat mahasiswa Astronomi ITB, satu mahasiswa Matematika ITB, dan seorang peneliti Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional. Temuan mereka dimuat dalam prosiding 7 International Conference on Oriental Astronomy di Tokyo, Jepang, pada September 2010. ( kompas.com )


READ MORE - Candi Borobudur Dalam Jejak Astronomi Purba

Planet Musafir Terdeteksi Mengandung Radioaktif

Planet Musafir Terdeteksi Mengandung Radioaktif — Astronom berhasil menemukan 10 planet "musafir" di galaksi Bimasakti, arah gugusan bintang Sagitarius. Layaknya musafir, planet itu berjalan dalam kesendirian, tanpa planet lain dan tanpa bintang sebagai induknya, mengambang bebas. Menurut ilmuwan, massa dan komposisi 10 planet tersebut ekuivalen dengan Jupiter dan Saturnus, terutama terdiri dari helium dan hidrogen.

Daniel Bennet, astronom dari University of Notre Dame yang terlibat penelitian ini, mengatakan, "Kami memperkirakan planet-planet itu terbentuk di sekitar bintang dan selanjutnya, dalam tahap lanjut formasinya, mereka terlontar keluar, terutama akibat interaksi dengan planet lain."

Berdasarkan penemuan terakhir, diperkirakan ada banyak planet mengambang bebas di angkasa, tanpa bintang yang berjarak kurang dari 10 kali jarak Bumi-Matahari. Menurut estimasi Bennet, total planet mengambang bebas adalah 1,8 kali lebih banyak dari jumlah bintang. "Ini sedikit lebih besar dari yang orang perkirakan," kata Bennet. Banyak planet mengambang bebas yang tidak terlihat.


http://stat.k.kidsklik.com/data/photo/2011/05/23/1321392620X310.jpg


Mengungkapkan proses penemuan planet-planet itu, Bennet mengatakan, "Survei kami seperti sensus populasi. Kami mengambil sampel di galaksi dan berdasarkan data itu kami bisa memperkirakan jumlah total (planet musafir) di galaksi." Menurut dia, survei ini hanya sensitif dengan planet berukuran sebesar Jupiter. Namun, diperkirakan planet yang lebih kecil seperti sebesar Bumi lebih mudah terpental dari dekat bintangnya.

Bennet mengungkapkan, planet mengambang bebas sebesar Bumi berpotensi mendukung kehidupan. "Ada beberapa paper yang mengatakan bahwa planet mengambang bebas sebesar Bumi memiliki temperatur yang mendukung kehidupan. Alasannya adalah bila mereka tak dekat dengan bintangnya, maka tak punya mekanisme menghilangkan atom hidrogen dari atmosfer, itu bisa menjadi gas rumah kaca yang efektif," urai Bennet.

Gas rumah kaca yang efektif sangat menentukan kemampuan planet mengambang bebas sebesar Bumi dalam mendukung kehidupan. Seperti Bumi, planet itu memang memiliki material radioaktif yang penguraiannya bisa menghasilkan panas. Namun, panas yang dihasilkan 10.000 kali lebih kecil dari panas Matahari sehingga gas rumah kaca diperlukan untuk menjaga agar temperatur planet itu tetap tinggi.

Di luar mampu tidaknya planet tersebut mendukung kehidupan, penemuan planet mengambang bebas ini bisa membantu ilmuwan untuk memahami proses pembentukan dan evolusi sistem keplanetan. Salah satu pandangan yang berkembang mengatakan, sistem keplanetan sering tidak stabil dan ada beberapa planet yang kemudian terlontar keluar dari sistemnya. Penemuan 10 planet mengambang bebas ini bisa mendukung pandangan itu.

Dalam observasi yang berakhir pada penemuan 10 planet mengambang bebas ini, Bennet dan timnya menganalisis data dari observasi di wilayah gembungan Bimasakti. Data direkam menggunakan teleskop Microlensing Observation in Astrophysics selebar 1,8 meter di Selandia Baru. Hasil penelitian ini dipublikasikan dalam jurnal Nature yang terbit Rabu (18/5/2011) minggu lalu. ( kompas.com )



READ MORE - Planet Musafir Terdeteksi Mengandung Radioaktif

Hyperolius Leucotaenius Adalah Katak Hijau Transparan Langka Yang Ditemukan Kembali di Kongo

Hyperolius Leucotaenius Adalah Katak Hijau Transparan Langka Yang Ditemukan Kembali di Kongo — Sejumlah spesies amfibi berstatus misterius. Mereka belum dinyatakan punah, tetapi juga tak menampakkan keberadaannya selama puluhan tahun. Sejumlah biolog melaksanakan ekspedisi ilmiah untuk mencari spesies amfibi yang "hilang" itu, misalnya di wilayah Kongo.

Setelah melakukan ekspedisi selama dua tahun sejak tahun 2009, para ilmuwan menemukan lima jenis katak yang semuanya unik. Adanya katak-katak itu sebenarnya telah dideskripsikan sejak tahun 1950, tetapi mereka seolah menyembunyikan diri dari manusia.

Salah satu jenis katak yang ditemukan adalah Hyperolius leucotaenius. Katak ini memiliki kulit transparan sehingga organ dalam dan bahkan telur-telurnya bisa terlihat. Spesies katak ini ditemukan di Sungai Elila, bagian tenggara Kongo.


http://stat.k.kidsklik.com/data/photo/2011/05/23/1444008620X310.jpg

Hyperolius leucotaenius, jenis katak berkulit transparan yang ditemukan dalam ekspedisi ilmiah ke Kongo


Hyperolius leucotaenius memiliki kepala berwarna hijau transparan serta tubuh berwarna bak plastik. Katak ini juga memiliki pola garis yang berwarna kuning serta ujung-ujung jari kaki yang berwarna oranye. Belum jelas alasan mengapa katak ini memiliki tubuh transparan.

Selain itu, ada tiga spesies yang ditemukan di wilayah dataran tinggi Itombwe, tenggara Kongo. Dua di antaranya adalah Chrysobatrachus cupreonitens yang memiliki tubuh warna hijau dan coklat serta Phrynobatrachus asper yang punya kaki berdaging tebal.

Penemuan spesies Phrynobatrachus asper tergolong unik. Spesies ini ditemukan kembali pada tahun 2009 saat seorang warga desa di dataran tinggi Itombwe menawarkan makan malam berbahan katak tersebut kepada para para ilmuwan.

Satu spesies lagi dari dataran tinggi Itombwe adalah katak berjari kuku atau Arthroleptis pyrrhoscelis. Perkembangan katak ini unik sebab tak melewati fase kecebong. Sementara spesies terakhir adalah Hyperolius chrysogaster, ditemukan di Taman Nasional Kahuzi-Biega, timur Kongo.

Ekspedisi penemuan kembali amfibi yang hilang ini dipimpin oleh El Greenbaum, biolog Universitas Texas di El Paso. Ekspedisi ini didanai secara parsial oleh komite riset dan eksplorasi, National Geographic Society.

"Penemuan tim saya membuktikan bahwa hutan-hutan itu (di wilayah Kongo) masih belum dieksplorasi. Ada banyak keanekaragaman hayati di sana dan belum terlambat untuk menggandakan upaya kita dalam konservasi," kata Greenbaum. ( kompas.com )



READ MORE - Hyperolius Leucotaenius Adalah Katak Hijau Transparan Langka Yang Ditemukan Kembali di Kongo

Laba - Laba Purba Pemburu Raksasa Yang Tidak Berbisa

Laba - Laba Purba Pemburu Raksasa Yang Tidak Berbisa - Laba-laba pemburu ini memiliki perilaku yang tidak agresif, dan tidak beracun - Untuk pertama kalinya sejak puluhan juta tahun lalu, seekor laba-laba pemburu raksasa menampakkan dirinya.

Penampakan itu bukanlah penampakan fisik, melainkan hasil pemodelan yang dilakukan oleh para peneliti berdasarkan fosil berusia 49 juta tahun, yang terkubur di dalam batu ambar berwarna kegelapan, sehingga sulit untuk dilihat dengan mata telanjang.

Menggunakan metode X-ray computed tomography, para peneliti asal Jerman dan Inggris berhasil merekonstruksi gambar 3 dimensi dari laba-laba purba ini.



http://media.vivanews.com/thumbs2/2011/05/21/111567_laba-laba-purba-raksasa_300_225.jpg

Laba - Laba Purba Pemburu Raksasa



"Riset ini sangat menarik dan sukses, sehingga bisa diterapkan pada spesimen ilmiah penting lainnya, yang terjebak pada batu ambar gelap," ujar David Penney, peneliti dari University of Manchaster, seperti dikutip oleh LiveScience.

Pada masanya, hewan yang merupakan anggota genus Eusparassus itu hidup di iklim tropis, di sebelah selatan Eropa saat ini. Dari kaki ke kaki, tubuh mereka dapat tumbuh hingga sepanjang sekitar 30 m.

Hasil pencitraan itu menunjukkan struktur wajah laba-laba, mulai dari mata, taring, hingga pedipalp atau organ tubuh perasa laba-laba yang berada di dekat mulut.

Menurut penelitian yang telah dipublikasikan di jurnal Naturwissenscchaften itu, laba-laba pemburu ini memiliki perilaku yang tidak agresif, dan tidak beracun terhadap manusia.

Namun, mereka tetap bisa menyebabkan gigitan yang menyakitkan. ( vivanews.com )



READ MORE - Laba - Laba Purba Pemburu Raksasa Yang Tidak Berbisa

Ini Bukti Kalau Suku Kerinci Lebih Tua Ketimbang Suku Inka

Ini Bukti Kalau Suku Kerinci Lebih Tua Ketimbang Suku Inka -- Peneliti antropologi urban dari Universitas Diponegoro yang berkunjung ke Jambi, Radjimo menyatakan suku Kerinci yang mendiami dataran tinggi bukit barisan di sekitar Gunung Kerinci bahkan lebih tua dari suku Inka, Indian di Amerika.

"Dari sebuah kesimpulan riset Dr Bennet Bronson peneliti dari AS bersama Tim Lembaga Purbakala dan Peninggalan Nasional Jakarta pada 1973, yang saya baca malah berpendapat bahwa suku Kerinci bahkan jauh lebih tua dari suku Inka (Indian) di Amerika," katanya, di Jambi, Sabtu. Hal itu berarti suku Kerinci tidak hanya lebih tua dari proto-melayu.

Suku Indian Inka sendiri adalah suku yang salah satu ramalan purbanya tentang kiamat 2012 jadi inspirasi film hollywood yang menghebohkan pada 2009 lalu, diyakini sebagai suku purba yang telah memiliki peradaban tinggi.

Radjimo mempertegas pernyataan budayawan Kerinci Iskandar Zakaria yang menegaskan suku Kerinci jauh lebih tua dari Proto-Melayu yang dirilis sebelumnya dan belakangan sempat mengundang polemik dan kritikan diantara kalangan budayawan, akademisi dan periset di Jambi.


http://t3.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcSkl6MA6t9IZq_tRfHakzMEhkOo2A3_YqXkePTc-3NuzAhFKIVbtw

http://t1.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcR0TFhAMam0FItUPKzrvpu-_ssndrg3anRvF-AC9S0xtwc1c2-A

data:image/jpg;base64,/9j/4AAQSkZJRgABAQAAAQABAAD/2wCEAAkGBhMSERUTExQVFRMWFhwYFxcYGCAXHBwXFxcaFxcYGBUiHCYiGBwkHRcbHy8gIycpLCwsFh8xNTAqNSorLCkBCQoKDgwOFA8PGjAcHRgpKSkpKSkpKSkpKSkpKSkpLCkpLCkpKSksKSwpLCwpKSwpKSkpKSksKSkpLCksKSkpKf/AABEIAEwAmAMBIgACEQEDEQH/xAAbAAACAgMBAAAAAAAAAAAAAAAEBQMGAAECB//EADgQAAECBAUCBAQEBQUBAAAAAAECEQADITEEBRJBUWFxBhMigUKRocEysfDxB1Ji0eEVFiNDkhT/xAAYAQADAQEAAAAAAAAAAAAAAAABAgMABP/EAB8RAAICAgIDAQAAAAAAAAAAAAABAhESITFBA1FhE//aAAwDAQACEQMRAD8AjlvuH4/eOjKB6dqRtyOPcRpEpRuzfreOYqRf/Ibiv0iSThmN1NwCW+UTjBh/xe4iXy7BzBoFkS2Fy3dhaIyBpCqH607bxHmGGQQXTqB2NRW1o4y/MVTGly5andgCHBa/QDrBSA5UThL1b2IidEoin0aH0vwSZqR5qggv/wBaedtRYU5Yw0l+AZRvNmqPVQ2t8EHEFlLmSu/5GB5y+9LEEvF5zDwIpSUhE0hrOnV7OGMKJvgPFEGqCeQSk/Ij7wMQla8wu3HNfrHJxkwFigGn4h333g3F5HipLqmSllL1NCP/AEKdnhYuUCynKVNsqparG8Cg2Fg6k7g8faF+Pm+UX0OCL/1bPxHa8w0poQrh6P1FK+wip51n0wrPmgeWPwtQuL1eprvBxMnsZY3OZ4QDLCDMUWIBBYbG7m28KEZ3jEEqWhZSLkCg92pBeFzBRSsoQlBYago6CLMog1I7Bolw3hadiF614oObaQo06VAjJexpNdCT/cs7X+I6TsuoD7hgGhtKmLJqCU7gEKHcbxNjfBgS+ufrUmwKAk/nC5WerCvKlyE+YqgVUM24D/X6QX8Fi/Y7kLCGAKwTTVqqPvGQErG3QtrtqNy92VzGom2ytRLvKmh3vHapo4LdK9oWT5wDl2a9/sIil4kkPXsRWGJDlU4GqQwP5iNgbn096mFAxTBz6VfP9o5Vmo1JRqZSiEpDEuVGgdr+8EA8wmWmapkhRG5dh+e8XHKMuTLSBuL/AKMR5NgfIlitWryTEeceK5WEkqmzn0ivpBJrb3frBMWSSBeCEP8A57xR/DXj6VjUGbLCkpSopIWyWNC5YkWI3i4YbGg12PFR7GCmZhsw6Q71+8CTlqFanp3/ACiVS0mjxDiJyRdgIcAtlZm4VqC0mWoglYvvQ1ccWhNjMmkYlZUZWmWAVagKuzgsDv1h7jcJrGoL9IuOaelj3aF2GxMtQdAYmjm2pqgQhjzXxDk5lrGgIWDUWdLUreEcnB+sjy0r10OoAjuKXEWfxRJXLUoSjqANaetJ5KSwUnZwT7Whdg8xKQ60glvxJAS/t+0BMYQZplxcED1CiS3GxO4akT5XnWJSWAQlvhBTXppLH6w4nY/WWADmzEvXcEUeEea5MStlJVrpUq1E8C1YxqsYYzPBNLEHXu4ZqW6dqwm1JSolLFZ3t8olzTIMRhwPMBGoUBOw6f3hMl3qT1YfSCZaCMapc1wpmoadIyJJUxNNIetga9RWMjbBp8lyXICjQlR2DfeCpWDFHICtxc9e37QrmYwBwWAF7k9KRNKmMH6OHp1hQjRWGkpSW5qam2zMadIjOZoTOkhJLBYJSAyalg5PdwGq8AqxzcHsftCDFYlRWkLLDU4YtUMR3Av3biMY9Yk43WkrS4ansWpAmNwyZssy5ulSCGKVWPvtCHIfECSkhRIKgyhZ/wCsdD9objFA07AHY8A8H9PEHNp7KqNmZbkEnDpCJKfLSS6mJUVEgBySTsKCLJl+KEtkpA0k0rvu9bwhdRTb5FveJcvwqUEmutVa1Hy+8FeR9gcRzj8zKS6nSAWrvwYF/wBT1OAS/wCt4Hxk9DVY1/fmAxiwk2A/XaGUrdgrRasDMB5cX/wd4jVgZadRQdKrkG3JpavPMA5fMBSGUR/aGbpVQKL1FLt2iqZNoo/8QsWPLTMQGmFYSSWbSXcl7hqe8VDKPC82Yp9RRUOWLBJ+BIJIJNOwEWPxflU+ZPRLlJUtyyUhRBc1ClJDBSeTcaYusnw+mVLlIWda0ywFm4Km9Shw6n7tCMdMpS5UrDTZKlnWGUEo0FgqmliB6qbuN+kEZVmpmFeKkSvPOoVJCSKsUpCwwZ7/ACeCPF+SsTPlSyVy0+pKS2oOCSkGmpgKWLbNWkSvHqgvQmVpJYetbU2JYV+0LUuh7RY1YE42ZiJsxJVMQsoMpagiyXSApN6noH+canyJEnDypi8EhEpStKwHmL1B0kKUQSjSxp9bQlyvxTME9cs4YqWoudJC/h0g7MkgAgw8y/xAlAKJyJqlTCpWkIUx1mqUhmVxWFeSGVMrx8LYf/lK5i9QSpSEy0NydJC2LBwIyHmaYXDz8MibMITPlJQAX9QKFUQr+YkekvvGQc2BwQFh8oRskAXark8mN43CuCAdmsw6AG47wQjEOmm3v7wIvEk0NTvFSQlw8xZJCZYURe5ruHF+8K84kTJqk60pSBQAGrm/PypFqwWYJkFSSAkrUSDzyn2+8QYrGoW/ofqKbtVoKEaE+Ewa5ZSVLOkvpob2KeN6ixqYfYTOwD5c1tQtWhHQvCWZPnzJySdKZSDRI3DNUdONo6nolruKA77HvvCyhkPCVF8yrNZkxLJ0gfzKP0YX+kHmaQsFSgafCNPzJNI8iTm07DrIBOl6V+/xCH+B8cpLa6HjmIS8cl9KqcX2X6XPk6ysJGpuTyxet4llzkzakhhtuPraKjKzVKqoXe4O0HSM5Sm9Pv2idtMpjrRbMPj6FgzWrQ8RxgsVMUlXnaaH0qFmbi4L7xWV+LMOmyiDwBCXOP4g6nTKBJHxGwa3c9LRVOT4JNJcgXjXxVi5WLKZa5ksJfSpJYqSo7qF003694Y+A/4nLM7y8dM1hbBM0/iCrALIoU7ObfOKqZfn+pRJO5VWNf6SF+lIKlGgavtzHRqtkGnej3fNdfmhlaUabBILkFqm7VbgvePEsxKTMWqUAoomLGkh2ZRFKjaG2D8S4rBH/lmJWE+gpmFQJSS5Sov6mow2aK/jZCws4gLqsldKCpJoLACFSp2O2NsnzwA+WU6FmxNCUimnU1QKw0meIFpPl+VNKtAW6EmZ6SHuPl7QjnzNcoFelMwAKSrr04PIg+fJWZImUTOQnWhg5pdLfEkgns8BrY6brQQnxtKUAmYtuhSUkHq/6pGQlTLM+VqWlCSKUFSBup/o9qxkbBAzkOxiSA5SQk11AuG50X+UdCUSNaSCki7/AG2MBCcfLSP5fSN6BmvHAVvud4ahWSZjLdekHgk3s+z3qflEciUSoDWVGxqCnTQvShLi3O8AycSfNKdmbqHqSOD6bwxypIccKUxGzAf4gihKZbAUDtXqfs/EK82wvxCig7jmLBjap1MATdqPXiA8y9EsEF9QqD2eMBlaWPTUFj1p8oDm4Lo8H45Whine8d6yQEklobgGmJ0p0qDFQHSrDpWJ5mPUzJWRTip6mpjmZLFSKV9r8RHJTqNY1JiptcG/US2oknZ42MUlI0gEkmrGo6RPhEBZ0qAIBod78wTi8GhP4Q3aNSNZDKzlKBpTKURb1qA/KHWT59NShaJaVoTMYAgOQW9TKo4puYra5+lwwLcu5ruXg/AoSfLOkepekgEsx4rQ9YWUVQ8ZOx1m6xjJKNWoT0XUEghSbaim4NHaFqsCJchYnEId2NWISn0sm5DsWYWD2gtOC0zmStYoa6nNDarwsziQPM9RKgkkhJNPkGgRTKSa2yXDYhXoMo0UwcuLsGI370MdzZsxylJKWOnW5IoKlzf9GOJEhIlpUlIS6ikgOxYODUkggjaLRhsKnyyGoa+/SM6Ro29FPk4RUleskL5JSD7jrGQzXhkeYUaQQxNX/u0ZAcg/n6P/2Q==



Lebih jauh Radjimo yang datang melakukan riset ke Jambi dalam kapasitasnya sebagai anggota gabungan peneliti Intersepsi di Jakarta tersebut mengungkapkan, salah satu pembuktian yang dikemukakan tim Bennet Bronson itu adalah tentang manusia `Kecik Wok Gedang Wok.

Ia merupakan suku pertama yang telah mendiami dataran tinggi Kerinci lebih dari 10.000 tahun lalu itu, belum mempunyai nama panggilan secara individu sampai masuknya suku Proto-Melayu.

"Sedangkan suku Indian Inka di Amerika yang sebelumnya dianggap sebagai salah satu suku dan ras tertua didunia diketahui pada zaman yang sama sudah memiliki nama, seperti Big Buffalo (Kerbau Besar), Little Fire (Api Kecil) dan lainnya," terang Radjimo.

Maka saat itulah pula gterjadi perpindahan etnis ini dari satu tempat ke tempat lain pada Alam Melayu seperti perpindahan Proto Malaiers (Melayu Tua) ke Alam Kerinci.

Menurut Kern, alam Kerinci saat itu telah didiami oleh manusia, dan mereka penduduk pribumi inilah yang disebut sebagai `Kecik Wok Gedang Wok'.

Namun, saat itu jumlah Proto-Melayu yang lebih dominan dari `Kecik Wok Gedang Wok' menyebabkan kaum pribumi tersebut secara perlahan menjadi lenyap dalam percampuran darah antar pendatang dan pribumi.

Kelompok inilah yang selanjutnya berkembang dan menjadi nenek moyang orang Kerinci modern hingga ke generasi saat ini.
Hal lain yang sering dijadikan sampel penelitian oleh pada peneliti tersebut adalah keragaman bahasa dan dialek di Kerinci. Dengan bahasa yang sangat beragam, sekitar 135 buah dialek, yang dipakai hanya di sepanjang lembah, memperumit penelitian etnografi.

Beberapa penelitian menyebutkan bahawa orang Kerinci termasuk kelompok suku bangsa asli yang mula-mula ada di Sumatera.

Kelompok suku bangsa ini kemudian dikenal dengan `Kecik Wok Gedang Wok' yang diduga telah berada di wilayah `Alam Kerinci semenjak 10.000 tahun silam (Whitten, 1987).
( antara )


READ MORE - Ini Bukti Kalau Suku Kerinci Lebih Tua Ketimbang Suku Inka

Inilah Dokter Muslim Perintis Anestesi

Inilah Dokter Muslim Perintis Anestesi - Dunia kedokteran Barat mengklaim sebagai perintis di bidang anestesi atau pembiusan. Mereka menyebut Oliver Wendel Holmes Sr sebagai dokter pertama di dunia yang memperkenalkan istilah anestesi. Klaim itu tentu saja sangat ahistoris. Betapa tidak, ratusan tahun sebelum Holmes mengenal anestesi tahun 1846, dunia kedokteran Islam telah mengenal dan mengembangkan anestesi.

Anestesi berasal dari bahasa Yunani yang berarti suatu tindakan menghilangkan rasa sakit saat melakukan pembedahan dan berbagai prosedur lainnya pada tubuh. Sembilan abad sebelum Holmes lahir, para dokter Muslim terkemuka, seperti Ibnu Sina, Al-Zahrawi, Ibnu Zuhr, dan Ibnu Al-Nafis telah sukses melakukan operasi pembedahan.

Menurut Prof Dr M Taha Jasser dalam tulisannya bertajuk Anaesthesia In Islamic Medicine and Its Influence on Western, dokter Muslim di era keemasan sudah menguasai ilmu bedah. Mereka sudah terbiasa melakukan operasi besar, seperti amputasi, operasi tumor, pengobatan tulang patah, dan beragam operasi lainnya. Sebuah pencapaian gemilang yang belum pernah dilakukan peradaban sebelumnya.

Peradaban sebelum Islam dan kebudayaan lain yang sezaman dengan dunia Islam memandang, penderitaan kerena rasa sakit merupakan harga yang harus dibayar seorang manusia atas dosa yang diperbuat. Namun, para dokter Islam menolak konsep yang menyatakan rasa sakit sebagai hukuman dari Tuhan.


http://suaramedia.com/images/resized/images/stories/sejarah_1_12_09/pengobatanislam0_200_200.jpg

Dari dulu hingga kini, dokter merupakan profesi yang sangat dihormati. Dunia kedokteran yang mulai berkembang pesat pada era kejayaan Islam telah menetapkan aturan atau kode etik bagi para dokter. (Berita SuaraMedia) Dari dulu hingga kini, dokter merupakan profesi yang sangat dihormati. Dunia kedokteran yang mulai berkembang pesat pada era kejayaan Islam telah menetapkan aturan atau kode etik bagi para dokter. (Berita SuaraMedia) Dari dulu hingga kini, dokter merupakan profesi yang sangat dihormati. Dunia kedokteran yang mulai berkembang pesat pada era kejayaan Islam telah menetapkan aturan atau kode etik bagi para dokter. (Berita SuaraMedia)


''Itulah yang mendorong para dokter Muslim mengembangkan bidang anestesi,'' papar Prof Taha. Menurut dia, untuk menghilangkan rasa sakit pada pasien yang akan menjalani operasi atau pembedahan, para dokter Muslim di era kekhalifahan menggunakan obat penenang dan campuran analgesik.

Dalam Canon of Medicine, dokter Muslim legendaris Ibnu Sina telah mengungkapkan penggunaan anestesi. Dokter kelahiran Afshana, Bukhara, tahun 980 M itu telah mempersiapkan minuman campuran mandagora (tanamaman mandrak) dan obat tidur. Tanaman lainnya yang digunakan untuk anestesi saat operasi pembedahan, antara lain, hashish, opium poppies, shweikran, bhang, dan hyoscyamus.

Prof Mohamad S Takrouri dari Departemen Anestesi Universitas King Khalid Riyadh mengatakan, anestesi yang dikembangkan kedokteran Islam sangat unik. ''Benar-benar mampu menghilangkan rasa sakit pada pasien yang akan dioperasi,'' paparnya. Anestesi dalam dunia Islam, imbuh Prof Takrouri, jauh berbeda bila dibandingkan yang dikembangkan peradaban India, Yunani, dan Romawi.

''Anestesi dari ketiga peradaban itu tak membantu menghilangkan rasa sakit,'' imbuh Takrouri. Ia mengungkapkan, salah satu bentuk anestesi asli yang dikembangkan peradaban Islam adalah 'spon obat tidur' (soporific sponge). Teknik tersebut, papar, Prof Takrouri, tak dikenal dalam peradaban sebelum Islam.

Spon obat tidur itu terbuat dari campuran hashish, papver, dan hyocymine. ''Campuran itu lalu dikeringkan di bawah sinar matahari,'' ujar Prof Takrouri. Ketika akan digunakan, campuran itu kemudian dilembabkan dan ditempatkan di hidung pasien yang akan menjalani operasi. Seketika pasien akan tertidur dan tak akan merasakan sakitnya operasi.

Teknik anestesi seperti ini baru dikenal kedokteran Barat--terutama Eropa--pada abad ke-18 M. Dunia kedokteran Barat kemudian mengembangkan anestesi inhalational modern pada abad ke-19. Penemuan itu telah dipengaruhi oleh karya-karya dokter Muslim yang beredar dan diajarkan di universitas-universitas Barat. ''Dasar-dasar anestesi melalui pernapasan berasal dari Islam,'' kata Prof Takrouri menegaskan.

Di bidang kimia, papar Prof Dr M Taha Jasser, ikatan eter (-0-) merupakan bahan dasar yang digunakan untuk anestesi (diethyl, eter, methoxyflurane, enflurane, fluroxene, forane). Lagi-lagi peradaban Barat juga mengklaim sebagai penemu zat yang menjadi bahan utama untuk anestesi. Adalah Velerius Cordus yang mengaku sebagai penemu ikatan eter. Namun, Amstrong Davidson meragukan klaim Cordus itu.

"Saya tak yakin bahwa Cordus yang meninggal di 1544 pantas disebut sebagai penemuan ikatan eter,'' papar Davidson. Keraguan Davidson ternyata benar. Faktanya, beberapa abad sebelum Cordus menemukan eter, dokter Muslim di era kejayaan Islam telah berhasil menemukannya. Menurut Prof Taha, penemu eter radikal (-0-) itu adalah Al-Kindi.

Ilmuwan Muslim itu berhasil melakukan penyaringan alkohol. Bahkan, sebenarnya nama alkohol pun berasal dari bahasa Arab, yakni 'Al-goul' yang berarti sesuatu yang berada di bawah sadar. Alkisah, pada zaman keemasan Islam di Kudus Turan beredar 'anggur surga' yang bebas al-goul. Orang-orang meminumnya tak mabuk. "Kata alkohol adalah bentuk jamak dari Al-kuhl,'' ungkap MY Hashimi (1968).

Selain itu, terdapat bukti bahwa Sulfuric Acid telah ditemukan oleh al-Razi. Senyawa ini digunakan untuk menyuling alkohol. Mengingat bahwa diethyl eter dapat dihasilkan oleh ekstraksi air dari alkohol (2C2H5OH + H2S04 ------- C2H5 + H2O-O-C2H5 + H2 SO4), terdapat kemungkinan bahwa umat Islam telah lama menguasai pembuatan bahan yang digunakan untuk anestesi.

Dalam dunia kedokteran dikenal dua jenis obat untuk menghilangkan nyeri, yaitu analgetik dan anestesi. Analgetik adalah obat pereda nyeri tanpa disertai hilangnya perasaan secara total. Seseorang yang mengonsumsi analgetik tetap berada dalam keadaan sadar. Analgetik tidak selalu menghilangkan seluruh rasa nyeri, tetapi selalu meringankan rasa nyeri.

Beberapa jenis anestesi menyebabkan hilangnya kesadaran, sedangkan jenis yang lainnya hanya menghilangkan nyeri dari bagian tubuh tertentu dan pemakainya tetap sadar. Selain itu, terdapat beberapa tipe anestesi, antara lain, pembiusan total yang mampu menghilangkan kesadaran total dan pembiusan lokal yang dapat menghilangkan rasa sakit pada bagian tubuh tertentu yang diinginkan.

Serta, pembiusan regional, yakni hilangnya rasa pada bagian yang lebih luas dari tubuh oleh blokade selektif pada jaringan spinal atau saraf yang berhubungan dengannya. Pembiusan lokal atau anestesi lokal adalah salah satu jenis anestesi yang hanya melumpuhkan sebagian tubuh manusia dan tanpa menyebabkan manusia kehilangan kesadaran.

Umat Muslim selalu tampil sebagai penemu dalam berbagai bidang di dunia kedokteran modern. Dalam bidang anestesi, kontribusi umat Islam sungguh sangat besar. Pengaruhnya terhadap dunia Barat juga tak dapat dibantah. Hal itu dapat dilihat dari penemuan kedokteran Barat di dunia modern yang terinspirasi oleh karya-karya dokter Muslim. ''Kini, saatnya dunia Islam harus menunjukkan kembali kontribusinya,'' tutur Prof Taha. N heri ruslan/desy susilawati

Dokter Muslim Perintis Anestesi

Ibnu Zuhr

Ia dijuluki sebagai bapak ilmu bedah eksperimental. Ibnu Zuhr dokter Muslim kelahiran Seville, Spanyol itu memang telah dianggap telah berjasa memperkenalkan metode eksperimental dalam ilmu bedah. Sang dokter pun tercatat sebagai dokter perintis yang memperkenalkan metode bedah manusia dan autopsi.

Ibnu Zuhr belajar di Universitas Cordoba. Dia merupakan keluarga Bani Zuhr yang menghasilkan lima generasi dokter, termasuk dua dokter perempuan yang bertugas di Almohad penguasa Abu Yusuf Ya'qub Al-Mansur. Ibnu Zuhr juga merupakan guru dari Averroes. Dia mulai melakukan praktik dan pelatihan medikal setelah ayahnya, Abu'l-Ala Zuhr.

Dia dikenal sebagai pencetus operasi berkat percobaan yang dilakukannya. Awalnya, ia menguji coba hewan, selanjutnya ia mencoba pembedahan terhadap mayat. Cara ini kemudian dikenalkan olehnya kepada manusia berkat hasil eksperimennya itu.Ibn Zuhr juga disebut sebagai anestesiolog. Dalam anestesiologi, anestesi modern dikembangkan dalam Islam Spanyol. Dia merupakan dokter pertama yang menemukan teknik anestesi lewat pernapasan.

Al-Zahrawi

Ahli bedah yang termasyhur hingga ke abad ke-21 itu bernama lengkap Abu al-Qasim Khalaf ibn al-Abbas Al-Zahrawi. Ia terlahir pada tahun 936 M di kota Al-Zahra, sebuah kota berjarak 9,6 km dari Cordoba, Spanyol. Al-Zahrawi merupakan keturunan Arab Ansar yang menetap di Spanyol. Di kota Cordoba itulah dia menimba ilmu, mengajarkan ilmu kedokteran, mengobati masyarakat, serta mengembangkan ilmu bedah bahkan hingga tutup usia.

Dalam kitab yang diwariskannya bagi peradaban dunia, Al-Tasrif-- Al-Zahrawi secara perinci dan lugas mengupas tentang ilmu bedah, orthopedi, opththalmologi, farmakologi, serta ilmu kedokteran secara umum. Ia juga mengupas tentang kosmetika. Al-Zahrawi pun ternyata begitu berjasa dalam bidang kosmetika. Sederet produk kosmetika, seperti deodoran, hand lotion, dan pewarna rambut yang berkembang hingga kini merupakan hasil karya Al-Zahrawi.

Popularitas Al-Zahrawi sebagai dokter bedah yang andal menyebar hingga ke seantero Eropa. Tak heran, bila kemudian pasien dan anak muda yang ingin belajar ilmu kedokteran dari Abulcasis berdatangan dari berbagai penjuru Eropa. Menurut Will Durant, pada masa itu Cordoba menjadi tempat favorit bagi orang-orang Eropa yang ingin menjalani operasi bedah. Di puncak kejayaannya, Cordoba memiliki tak kurang 50 rumah sakit yang menawarkan pelayanan yang prima.

Orang Barat mengenalnya sebagai Abulcasis. Al-Zahrawi adalah seorang dokter bedah yang amat fenomenal. Karya dan hasil pemikirannya banyak diadopsi para dokter di dunia Barat. ''Prinsip-prinsip ilmu kedokteran yang diajarkan Al-Zahrawi menjadi kurikulum pendidikan kedokteran di Eropa,'' ujar Dr Campbell dalam History of Arab Medicine. ( www.suaramedia.com )



READ MORE - Inilah Dokter Muslim Perintis Anestesi

Ternyata Hobbit Makhluk Kerdil Asal Flores Berasal Dari Dimensi Lain

Ternyata Hobbit Makhluk Kerdil Asal Flores Berasal Dari Dimensi Lain - Hobbit makhluk kerdil asal Flores, terus menimbulkan perdebatan di antara para ahli. Terbaru, ilmuwan menilai hobbit berhubungan dengan kompleksitas keluarga manusia.

Hobbit seringkali dianggap spesies yang berbeda dari manusia karena bertubuh kecil, manusia yang menderita penyakit tertentu atau malah spesies berotak kecil yang mampu menggunakan alat.

Teori terbaru yang muncul di Journal of Human Evolution menyebutkan bahwa makhluk ini berasal dari keturunan manusia berdasarkan urutan sejarah pramanusia setinggi 5 kaki yang punah lebih dari 12 ribu tahun lalu.

Studi yang dilakukan oleh John Trueman dari Australian National University ini menawarkan alternatif baru.



http://suaramedia.com/images/resized/images/stories/3berita/1_6_technology/hobbit_200_200.jpg
Gambr Ilustrasi Homo floresiensis . (Foto: natinalgeographics.com)



Daripada menggolongkan hobbit dalam pohon keluarga manusia, Trueman memandang ‘pohon keluarga’ ini memiliki tiga dimensi yang saling berhubungan.

“Lebih baik menjelaskan hal ini dengan menganggap adanya kompleksitas keturunan jauh kita, di mana menjadi tempat segala macam spesies muncul jutaan tahun lalu"

"Sayangnya, ada beberapa hal yang memisahkan kemudian terjadi perkawinan dengan makhluk yang berbeda. Ini termasuk kelompok spesies yang telah punah yaitu hobbit atau Homo floresiensis,” kata Trueman.

Trueman beragumentasi bahwa analisis multidimensional ini memberikan kejelasan soal sejarah hobbit kuno. Makhluk ini diperkirakan merupakan keturunan Australopithecus africanus , spesies mirip kera yang hidup pada masa 2 juta tahun lalu. Spesies ini mengalami perkawinan silang sehingga menciptakan keturunan baru.

Trueman juga setuju bahwa hobbit termasuk keturunan manusia kuno. Pernyataan ini turut pula diamini oleh Debbie Argue dari ANU. “Trueman menampilkan hipotesis alternatif bagi perkembangan manusia daripada sekadar pandangan alternatif bagiHomo floresiensis,” kata Argue.

Argue juga melihat adanya kesamaan antara hobbit dengan manusia kuno lainnya dalam penggunaan alat. Meskipun hobbit memiliki fitur primitif, bentuk kerangka tengkorak spesies ini sedikit mirip dengan keluarga manusia.

“Bentuk otak menjadi sangat penting untuk dipelajari daripada sekadar ukuran otak,” kata Argue lagi. ( suaramedia.com )


READ MORE - Ternyata Hobbit Makhluk Kerdil Asal Flores Berasal Dari Dimensi Lain

Di Peru, Bahasa Yang Hilang Semenjak Abad Ke-17 Kembali Ditemukan

Di Peru, Bahasa Yang Hilang Semenjak Abad Ke-17 Kembali Ditemukan - Bahasa tutur Peru yang dinyatakan hilang berhasil ditemukan di antara puing-puing gereja.

Surat berusia 400 tahun yang ditemukan mengungkap bahasa tutur itu.

Bahasa ini telah dicatat oleh seseorang tidak dikenal asal Spanyol dan hilang selama empat abad.

Potongan kertas usang ini berhasil ditemukan di gereja kuno kolonial Spanyol pada 2008.

Namun tim ilmuwan dan ahli bahasa baru-baru ini berhasil mengungkapkan pentingnya kata-kata yang tertulis di sisi belakang surat.

Penulis di masa awal abad ke-17 sempat mengartikan beberapa bahasa Spanyol serta angka Arab ke dalam bahasa misterius yang belum pernah dilihat oleh para sarjana modern.

“Meskipun surat ini tidak menginformasikan banyak hal, tapi menunjukkan bahwa bahasa tersebut sangat berbeda dengan apa yang pernah kita kena"


http://suaramedia.com/images/resized/images/stories/4berita/1-9-techno/language_heritage_200_200.jpg
Bagian belakang surat yang ditemukan dari awal abad ketujuh belas menunjukkan terjemahan untuk nomor dari bahasa Spanyol ke bahasa yang hilang. (Foto:heritage.com)


"Hanya itu, bahasa asing lain mungkin banyak di luar sana,” kata pemimpin penelitian ini, Jeffrey Quilter, seorang arkeolog di Peabody Museum of archaeology and Ethnology, Harvard.

Bahasa asli yang baru saja ditemukan ini kemungkinan diambil dari Quechua, bahasa yang masih dipakai oleh beberapa masyarakat adat di peru, ujar Quilter.

Bahasa tersebut memiliki bentuk pengucapan yang unik di mana salah satunya berarti bahasa yang digunakan untuk memancing.

Penemuan bahasa baru di Magdalena de Cao Viejo membantu para ahli memahami keragaman yang kaya pada budaya masa kolonial awal Amerika, kata Quilter.

“Kita sering kali berpikir adanya pergolakan di masyarakat Spanyol dan penduduk asli Amerika. Hampir setiap lokasi, terutama Massachusetts dan Peru, menunjukkan konfrontasi sekaligus menciptakan kelompok yang lebih beragam.”

"Itu benar-benar menunjukkan betapa kaya dan beragam dunia ini." ( suaramedia.com )


READ MORE - Di Peru, Bahasa Yang Hilang Semenjak Abad Ke-17 Kembali Ditemukan