Analisa Ilmiah Tentang Penemuan Awan Hijau Misterius Di Luar Angkasa

http://suaramedia.com/images/resized/images/stories/3berita/1_6_technology/hannysvoorwerp_nasa_gov_200_200.jpg
Awan hijau Hanny's Voorwerp di angkasa (Foto: nasa.gov)


Analisa Ilmiah Tentang Penemuan Awan Hijau Misterius Di Luar Angkasa. Awan misterius yang ditemukan pada 2007, oleh guru sekolah Belanda Hanny van Arkel ternyata adalah awan gas raksasa.


Dengan menggunakan spectrographic, alat pengukur garis spektrum cahaya dan panjang gelombang menunjukkan bahwa awan raksasa yang tampak hijau cerah dan melayang-layang dalam ruang antargalaksi itu merupakan bentuk dari awan gas.


Kumpulan awan gas itu berada di dekat galaksi spiral IC 2497 sekitar 700 juta tahun cahaya jauhnya di konstelasi Leo Minor.

Para ilmuwan menyatakan awan itu bukanlah galaksi karena tidak berisi bintang.


Bentuk awan yang diberi nama Hanny's Voorwerp, sesuai dengan nama penemunya itu tidak seperti awan pada umumnya karena memiliki lubang besar di tengahnya dengan jarak sekitar 16.000 tahun cahaya.


Seperti diberitakan ABC News, lokasi awan hijau misterius itu berada dekat dengan galaksi Spiral IC 2497.


Tahun lalu ilmuwan menyatakan sekitar 10 ribu tahun yang lalu, IC 2497 tiba-tiba mengalami ledakan dramatis dan menimbulkan radiasi quasar.


Diduga kuat, awan hijau itu merupakan refleksi dari ledakan tadi atau dengan kata lain Hanny's Voorwerp adalah gema cahaya setelah radiasi quasar.


Adapun warna hijau pada lapisan awan itu disebabkan materi gas yang mengerucut ke dalam lubang hitam menimbulkan radiasi pengion dan menyebabkan munculnya warna hijau menyala.


Para ilmuwan yang dipimpin oleh Hayden Rampadarath dari Joint Institute VLBI di Europe sebagaimana kebanyakan galaksi, IC 2497 juga mengandung sebuah lubang hitam supermasif di pusatnya.


"Ada banyak gas dalam ruang antargalaksi," kata astrofisikawan teoretis di Melbourne Swinburne University, Dr Darren Croton. ( suaramedia.com )



READ MORE - Analisa Ilmiah Tentang Penemuan Awan Hijau Misterius Di Luar Angkasa

Virus Luna Maya Juga Akibatkan Komputer Buka - Bukaan

Virus Luna Maya Juga Akibatkan Komputer Buka - Bukaan - Pembuat virus iseng melahirkan sebuah virus yang dijuluki 'Luna Maya'. Virus yang meledek penggemar video porno ini juga membuat komputer jadi 'buka-bukaan' dan 'goyang kanan-kiri'.

Keberadaan virus 'Luna Maya' disampaikan Alfons Tanujaya, analis antivirus dari Vaksincom, Rabu (30/6/2010). Virus ini terdeteksi sebagai Trojan dengan nama Suspicious_Gen2.LBTU oleh Norman Security Suite.


http://suaramedia.com/images/resized/images/stories/2berita/1_3_techno/virus_muslimdaily_200_200.jpg
Virus Luna Maya Juga Akibatkan Komputer Buka - Bukaan


Analis antivirus Adi Saputra dari Vaksincom menuturkan beberapa dampak virus 'Luna Maya' ini pada komputer korbannya:

Pertama, adalah munculnya ledekan bagi penggemar video porno berupa sebuah jendela Pop Up dengan tulisan 'dasar!! otak bokep...'

Kedua, gejala 'buka-bukaan' akan ditampakkan oleh komputer. Ini berupa terus terbukanya drive CD/DVD-ROM, meskipun ditutup secara manual ia akan selalu terbuka kembali.

Ketiga, menu 'Start' di Windows akan gonjang-ganjing kanan-kiri, alias terus berubah posisinya dari sisi kanan ke sisi kiri. Tentunya, ujar Adi, hal ini akan menyulitkan pengguna saat memakai Windows.

Gejala keempat, fungsi klik pada Mouse akan berubah dari klik kiri menjadi klik kanan dan sebaliknya. Tombol pada keyboard pun akan terpengaruh oleh aksi sang virus.

Masih belum cukup, virus ini juga melakukan sabotase pada fungsi Windows tertentu. Termasuk di antaranya adalah Task Manager dan menu 'Run..'. Komputer pun bisa menjadi lambat dan bahkan hang secara mendadak akibat sang virus.

Gejala berikutnya, virus ini akan membuat mati fungsi jam/waktu pada Windows. Lalu, secara tiba-tiba, komputer yang jadi korban bisa mati alias Shutdown tanpa peringatan.

Drive USB pun jadi korban virus ini dengan membuatnya menjadi tidak terbaca. Jika mencoba membuka drive USB, akan muncul perintah untuk memformat drive tersebut.

Virus yang menyebar lewat file bernama 'Luna Maya' ini juga akan mematikan beberapa aplikasi Windows. Termasuk di antaranya adalah Notepad, Windows Media Player dan Internet Explorer. ( suaramedia.com )



READ MORE - Virus Luna Maya Juga Akibatkan Komputer Buka - Bukaan

Terungkap Kenapa Wajah Orang Cendrung Mirip Dengan Pasangannya

Terungkap Kenapa Wajah Orang Cendrung Mirip Dengan Pasangannya. -- Psikolog Robert Zajonc dari Universitas Michigan melakukan percobaan guna menguji fenomena tentang pasangan hidup yang semakin lama wajahnya makin mirip satu sama lain.

Ia menganalisa foto-foto pasangan yang diambil ketika mereka baru menikah dan foto-foto dari pasangan sama yang diambil 25 tahun kemudian.


http://hidayatullah.com/images/stories/face-jodoh.jpg
Ilmuan Berhasul Ungkap Kenapa Orang Cendrung Mirip Dengan PasangannyaTerungkap Kenapa Wajah Orang Cendrung Mirip Dengan Pasangannya


Seperti dilaporkan Livescience.com, hasil penelitian menunjukkan bahwa seiring waktu, pasangan akan semakin mirip satu dengan lain.

Makin bahagia mereka, makin besar kemungkinan mereka memiliki kemiripan fisik.

Zajonc memperkirakan bahwa pasangan yang sudah tua tampak lebih mirip karena orang akan meniru ekspresi wajah teman hidupnya.

Dengan kata lain, jika pasangan Anda memiliki selera humor yang baik dan banyak tertawa, mungkin dia akan mengembangkan garis tawa di sekitar mulut mereka - dan begitu juga pasangannya.

Bukti lain juga menunjukkan bahwa laki-laki dan perempuan kemungkinan awalnya tertarik dengan seseorang yang memiliki kepribadian sama.

Pada 2006, dalam sebuah studi, ilmuwan di Universitas Liverpool meminta sukarelawan untuk memandangi potret laki-laki dan perempuan, lalu menilai kepribadian orang di foto tersebut.

Para peserta tidak tahu sosok mana pasangan hidup di foto-foto itu, tapi pasangan yang paling lama hidup bersama paling banyak dinilai punya kepribadian serupa.

Para peneliti menyimpulkan bahwa, "memiliki sifat-sifat kepribadian yang menarik mungkin ada korelasinya dengan membuat wajah terlihat menarik."

Dalam sebuah penelitian tentang anak kembar, ilmuwan dari Universitas Western Ontario menemukan bahwa peserta penelitian cenderung memilih mitra dengan gen yang sama; pasangan hidup dari masing-masing kembar identik punya kemiripan yang lebih tinggi dibandingkan pasangan dari kembar non-identik.( hidayatullah.com )


READ MORE - Terungkap Kenapa Wajah Orang Cendrung Mirip Dengan Pasangannya

Pembunuhan Masal Merupakan Solusi Ekstrim Negara Dalam Menghemat Energi

Pembunuhan Masal Merupakan Solusi Ekstrim Negara Dalam Menghemat Energi - Satu demi satu rumah penduduk porak-poranda menjadi korban ledakan tabung elpiji 3 kilogram. Tabung gas yang diperkenalkan, bahkan dengan ”kekerasan” sebagai bagian dari kebijakan konversi penggunaan energi, awalnya disinetronkan sebagai teknologi hemat energi yang juga ramah lingkungan.

Beberapa tahun lalu, para pejabat berbusa-busa meyakinkan dan bahkan memaksa publik untuk bermigrasi ke teknologi ini atas nama penghematan dan kesehatan lingkungan. Penolakan publik dikerdilkan sebagai respons irasional sebagai akibat dari gagap teknologi dan belum melembaganya penggunaan teknologi ini. Semuanya begitu menjanjikan, semuanya begitu mudah.

Hanya saja, fakta di bulan-bulan terakhir ini memastikan, teknologi ini telah bertukar wajah menjadi teror bagi warga kelas bawah. Nyawa lepas nyawa meregang, tanpa sempat tahu apa yang terjadi. Warga yang mulai membiasakan, bahkan menggantungkan diri pada teknologi ini, dipaksa berhadapan dengan watak asli teknologi ini, yakni sebagai terorisme.

Ledakan tabung gas bisa terjadi kapan dan di mana saja dan korban pun bisa siapa saja. Ini mengingatkan publik pada sifat hakiki terorisme, yakni indiscriminate target. Namun, berbeda dengan terorisme yang disebarkan pelaku bom bunuh diri, tabung gas sebagai senjata pemusnah justru dikirimkan dengan otorisasi negara.


http://stat.k.kidsklik.com/data/photo/2010/06/25/1003253620X310.JPG

Inilah Solusi Ekstrim Negara Dalam Menghemat Energi


Dari Banyuwangi, kisah lain mencuat. Tiga wakil rakyat asal PDI Perjuangan yang sedang menjalankan tugasnya di masa reses menemukan diri mereka sebagai musuh ideologi negara di mata gerombolan kecil warga.

Mereka diultimatum untuk minggat dari republik Banyuwangi dengan ancaman kekerasan, tanpa ada tindakan berarti dari polisi sebagai representasi negara. Mereka akhirnya harus terbirit-birit menyelamatkan diri sambil disaksikan polisi yang cuma bisa terkagum-kagum.

Kisah dari Banyuwangi cuma episode kecil di tengah-tengah belantara merajalelanya penggunaan kekerasan oleh segerombolan orang untuk memaksakan kehendaknya. Penghancuran, pengusiran, pembatalan, dan penutupan secara paksa tempat-tempat hiburan, rumah-rumah ibadah, kantor media massa, fasilitas publik, pertunjukan, dan masih banyak lagi oleh gerombolan kecil orang atas nama kesucian ideologi telah menjadi kisah normal dalam perkembangan republik ini.

Memvalidasi negara

Dua kisah di atas bisa dipastikan bukan kisah paling fenomenal, apalagi kontroversial, di Indonesia. Ada kisah Ariel-Luna Maya-Cut Tari, Gayus, cecak versus buaya, ”gentong babi” (pork barrel), bahkan hak pilih TNI, serta heroisme Andi Nurpati dalam memorakporandakan KPU dan seluruh bangunan berdemokrasi kita.

Namun, keduanya boleh jadi sangat penting digunakan sebagai kasus untuk memvalidasi kehadiran negara sebagai sebuah konsep dan praksis politik yang praktis tidak dipertanyakan lagi dalam ratusan tahun terakhir ini. Benarkah kita masih punya negara? Jika ya, seperti apa sih watak negara sekarang ini? Apa sih yang dikerjakan negara?

Kedua kasus di atas seakan ingin mengonfirmasi ketiadaan negara—kecuali dalam sebutan—dalam pengaturan kehidupan publik. Jika kita sepakat melindungi warga merupakan fungsi klasik negara sekaligus rasion de etre bagi kehadiran negara dan jika kita sepakat bahwa karena itulah negara diberi monopoli wewenang penggunaan kekerasan secara sah—sebagai pembeda dengan institusi nonnegara—kita akan mudah sepakat dua kasus di atas merefleksikan kealpaan serius negara di tengah-tengah kita. Tak ada perlindungan, tak ada usaha menghentikan pengambilalihan penggunaan kekerasan oleh gerombolan kecil di luar negara.

Namun, jika kealpaan negara dianggap terlampau berlebihan, boleh jadi dua kasus di atas sedang berkisah tentang semakin seriusnya fragmentasi negara, semakin digdayanya watak pembiaran negara, serta kian kuatnya ”rapat”, ”seminar”, dan ”koordinasi” sebagai mentalitas baru negara. Penjelasan Menteri ESDM (Kompas, 25 Juni) memberikan gambaran soal ini.

Secara jujur beliau mengklarifikasi betapa ragamnya ”negara” yang mengontrol Indonesia sebagai ruang politik. Indonesia hanya sekadar himpunan dari sejumlah ”negara otonom”—yang beliau sebut kementerian A, B, C—dengan kekuasaan veto mahabesar.

Sebagai konfederasi dari kementerian-kementerian, tugas pokok pemerintah sebagai executing power dari negara sangat terbatas, yakni melakukan ”koordinasi”. Jika diringkas, kira-kira akan seperti ini: ”mari duduk bersama berkoordinasi untuk menemukan pola penanganan yang tersimpul”. Gambaran dari sebuah negara dengan mentalitas ”rapat” dan ”seminar” yang cerdas dalam menghasilkan kesimpulan, tetapi idiot ketika dihadapkan pada keharusan untuk mengambil tindakan. Akibatnya sangat jelas, yakni merajalela kebiasaan pembiaran oleh negara.

Menguji batas kesabaran rakyat

Untuk fase sekarang, masyarakat masih menemukan cara lunak dan beradab dalam merespons terorisme tabung gas. Warga miskin kembali ke kayu bakar sebagai teknologi di mana rasa aman yang terampas ditemukan kembali. Anggota DPR berikut partainya masih santun dengan meminta klarifikasi Polri. Namun, kita sudah cukup belajar, kesabaran rakyat ada limitnya.

Masyarakat sudah lama belajar bahwa bahkan sebuah perusahaan pun harus menarik produknya dari pasaran jika ada indikasi kegagalan teknis yang berisiko pada keselamatan manusia. Itu pula yang selayaknya dilakukan pemerintah, bukan asyik berwacana.

Demikian pula kekuatan politik, seperti partai, jangan dipojokkan untuk kembali membangun kekuatan paramiliternya hanya untuk melindungi wakil dan pemimpin mereka. Pemerintah sewajarnya menggunakan monopolinya atas penggunaan kekerasan secara sah dengan menindas para perampas kewenangan.

Berfungsinya negara sebagai penjamin keamanan setiap warga dari ancaman apa pun kita perlukan biar nantinya Indonesia tidak terkaget-kaget menemukan dirinya dalam situasi homo homini lupus. Kita sudah pernah melewatinya, jangan pernah menyepelekan. ( kompas.com )



READ MORE - Pembunuhan Masal Merupakan Solusi Ekstrim Negara Dalam Menghemat Energi

Akhirnya Ilmuwan Berhasil Pecahkan Misteri Bangsa 'Hobit' Di Flores

Akhirnya Ilmuwan Berhasil Pecahkan Misteri Bangsa 'Hobit' Di Flores - Fosil kerangka kecil 'hobit' mirip manusia yang ditemukan di Liang Bua, sebuah gua kapur di Flores, tahun 2003 lalu terus jadi misteri dalam dunia arkeologi, apakah itu fosil anak kecil, atau manusia abnormal?


http://suaramedia.com/images/resized/images/stories/3berita/1_6_technology/flores_sapiens_nationalgeog_200_200.jpg
Tengkorak hobit Flores (kiri) jika dibandingkan dengan tengkorak manusia pada umumnya. (Foto: nationalgeographic.com)


Pasalnya pemeriksaan tulang mengungkapkan kerangka tersebut bukan seperti manusia pada umumnya.


http://suaramedia.com/images/resized/images/stories/3berita/1_6_technology/hobbit_200_200.jpg
Gambar Sketsa dari Univ Wollongong, yang diduga sebagai Hobit Flores. (foto: nationalgeographic.com) Tengkorak hobit Flores (kiri) jika dibandingkan dengan tengkorak manusia pada umumnya. (Foto: nationalgeographic.com) Tengkorak hobit Flores (kiri) jika dibandingkan dengan tengkorak manusia pada umumnya. (Foto: nationalgeographic.com)


Fosil wanita purba yang diperkirakan berusia 18.000 tahun itu jauh lebih kecil dari ukuran manusia purba lainnya. Arkeolog terkemuka menasbihkan fosil itu sebagai nenek moyang baru manusia, Homo florensiesis yang disama-samakan dalam tokoh kerdil dalam film 'Lord of The Ring', Frodo Baggins dan mendapat julukan 'hobbit'.


Seperti diberitakan Discovery.com, penelitian terbaru yang dimuat dalam Jurnal Boogeography yang dipimpin Hanneke Meijer dari Pusat Penelitian Biodiversiti Belanda, menyajikan alternatif jawaban.


Catatan arkeologi menunjukkan, spesies nenek moyang manusia, homo erectus datang ke Flores, Nusa Tenggara Timur, pada masa pertengan jaman Pleistocene, antara 781.000 dan 126.000 tahun lalu.


Homo floresiensis tidak tampak di masa-masa akhir periode Pleistocene, antara 126.000 dan 12.000 tahun lalu.

Meijer yakin setelah masa isolasi Pulau Flores, homo erectus beradaptasi dan berkembang menjadi hobbit, meski banyak arkeolog tak sepakat bahwa manusia purba dari Flores yang berbadan dan berotak kecil itu adalah metamorfosa dari homo erectus.

Kunci untuk memahami hobbit Flores, kata Meijer, adalah dengan mempersempit lingkup cara pandang, yakni fokus pada lingkungannya di Flores.


Dia menjelaskan, di Flores, menurut data fosil, beberapa penduduk pulau, termasuk reptil dan mamalia, memiliki pengalaman pengkerdilan (dwarfism) atau menjadi raksasa (gigantism).


Fakta menunjukan, bahwa kasus-kasus yang terjadi pada hewan yang terisolasi akan mengalami perubahan besar tubuh secara drastis karena perubahan pemangsaan atau sumber makanan.

Alih-alih melihat mundur, arkeolog harus melihat fenomena di Flores sebagai contoh adaptasi evolusioner. ( suaramedia.com )



READ MORE - Akhirnya Ilmuwan Berhasil Pecahkan Misteri Bangsa 'Hobit' Di Flores

Fenomena Kucing Hitam Bionik Pertama Di Dunia

Fenomena Kucing Hitam Bionik Pertama Di Dunia - Oscar tergolek lemah tak berdaya. Tubuhnya yang hitam pekat, bermandikan darah segar yang mengucur deras.

http://media.vivanews.com/thumbs2/2010/06/26/92022_oscar--kucing-bionik-pertama_300_225.jpg

Oscar Kucing Hitam Bionik Pertama Di Dunia


Bagian bawah dua kaki belakangnya, tertebas oleh kendaraan pemotong jagung yang lewat.

Tapi itu dulu, sekitar sembilan bulan yang lalu. Kini Oscar, si kucing hitam, bisa kembali berjalan. sekaligus mendapat gelar baru: kucing bionik pertama di dunia.

Seperti dikutip dari BBC, melalui sebuah operasi selama empat jam, dokter bedah hewan, Noel Fitzpatrick berhasil memasang kaki prostetik kepada kucing Inggris berusia tiga tahun itu.

Di kaki Oscar yang masih tersisa, dr Fitzpatrick melubangi dengan bor sehingga bisa dipasang sebuah implan logam yang berfungsi menggantikan kaki bagian bawahnya yang putus.

Di logam tersebut, diharapkan daging Oscar akan tumbuh dan menutupi implan tersebut. Kemudian, nantinya pada batang implan, juga akan disambungkan cakar buatan yang akan memberikan sentuhan alami kepada Oscar.



Operasi ini merupakan sesuatu yang revolusioner dan bisa menyediakan prosedur yang mungkin dapat diaplikasikan pada manusia.

Setidaknya, dengan kaki bioniknya, Oscar dapat kembali melakukan aktivitasnya seperti sediakala: berjalan, berlari, bahkan melompat.

"Oscar telah memanfaatkan kaki barunya dengan baik. Kini ia melakukan hal-hal yang dilakukan oleh kucing normal lainnya. Ini sangat-sangat fenomenal," kata Mike Nolan, pemilik Oscar, kepada abcnews. ( vivanews.com )



READ MORE - Fenomena Kucing Hitam Bionik Pertama Di Dunia

Inilah Hipotesa bahwa Planet Mars bisa jadi tempat tinggal manusia

Inilah Hipotesa bahwa Planet Mars bisa jadi tempat tinggal manusia - Hipotesa bahwa Planet Mars bisa jadi tempat tinggal manusia, makin mendekati kebenaran. Badan Antariksa Eropa atau European Space Agency (ESA) menyatakan kondisi planet merah itu cocok untuk mendukung kehidupan, terutama fakta bahwa Mars memiliki kandungan air.

Mineral silikat terhidrasi ditemukan oleh dua satelit, Mars Express milik ESA dan Mars Reconnaissance milik badan antariksa AS, NASA yang mengorbit di dataran rendah sebelah utara Mars.


http://suaramedia.com/images/resized/images/stories/3berita/1_6_technology/mars_impactlab_200_200.jpg


Ditemukan indikasi, bahwa air pernah mengalir di sana. Menurut peneliti utama Mars dari Universitas Paris, Jean-Pierre Bibring, permukaan Mars dialiri air sekitar empat miliar tahun lalu dan hanya berlangsung beberapa ratus tahun.

"Penelitian menunjukkan pernah ada air di Mars, tapi bukan dalam bentuk laut besar," kata Bibring, seperti diberitakan laman News.com.au.

Bukti menunjukkan, kerak Mars, tambah dia, terhidrasi dengan cara yang sama, baik di utara dan selatan.

Temuan terbaru ini bertentangan dengan hasil penelitian tim Amerika yang diterbitkan 13 Juni lalu di Jurnal Nature Geoscience yang mengatakan, samudera meliputi sepertiga permukaan Mars, sekitar 3,5 miliar tahun lalu.

"Saat itu, Mars sudah kehilangan atmosfernya. Oleh karenanya, air tidak lagi stabil dalam keadaan cair di permukaan," kata Bibring.

"Aliran air yang besar masih dapat mengalir, namun, kurangnya air di permukaan berarti tidak ada potensi pembentukan permukaan laut."

Ditambahkan Bibring, tekanan dan temperatur saat itu tidak memberi peluang air dalam kondisi stabil atau keadaan cair di permukaan. "Sebagian air menguap, sementara lainnya masuk ke dalam tanah."

Air, kata Bibring bisa tetap di permukaan selama beberapa hari, atau minggu. Tapi tidak jutaan tahun kemudian.

Seperti diberitakan laman Space.com, para peneliti menemukan air mengalir di permukaan Mars beberapa ratus juta tahun yang lalu saat cahaya matahari mencairkan lapisan es di sana.

Bukti soal itu berada di belasan saluran lelehan gletser di Mars, para ilmuwan mengaku terkejut, karena keberadaan air di Mars bisa dibilang 'baru saja' daripada yang diperkirakan sebelumnya.

"Kami berpikir Mars adalah planet yang dingin dan benar-benar kering. Fakta ini akan mengubah cara kita melihat Mars," kata ahli geologi planet Universitas Brown, Caleb Fassett. ( suaramedia.com )



READ MORE - Inilah Hipotesa bahwa Planet Mars bisa jadi tempat tinggal manusia

Ditemukan Puluhan Bayi Hasil Aborsi Yang Dikubur Hidup - Hidup

Ditemukan Puluhan Bayi Hasil Aborsi Yang Dikubur Hidup - Hidup - Para arkeolog yang menyelidiki kuburan massal 97 bayi di satu desa saat zaman Romawi di Thames Valley meyakini bahwa lokasi tersebut adalah rumah bordil. Serangkaian tes di situs yang berada di Buckinghamshire, Inggris, itu menunjukkan semua bayi meninggal pada usia empat bulan kandungan. Para arkeolog menduga penduduk lokal melakukan pembunuhan bayi (aborsi).


http://www.tribunnews.com/foto/berita/2010/6/26/lokasi_penemuan_bayi_romawi.jpg
Situs penemuan mayat 97 bayi yang diduga sebagai rumah bordil Romawi di Buckinghamshire, Inggris, yang berjarak tak jauh dari kota London


Arkeolog Dr Jill Eyers mengatakan, satu-satunya kesimpulan yang terus-menerus terlintas adalah bahwa situs itu rumah bordil. "Karena tidak ada alat pencegah kehamilan, besar kemungkinan kehamilan yang tak dikehendaki menjadi hal yang lazim di rumah-rumah bordil zaman Romawi," kata Dr Eyers yang bekerja untuk Chiltern Archeology.

"Dan perbuatan membunuh jabang (bayi) mungkin tidak mengejutkan di zaman itu, seperti halnya sekarang ini," imbuhnya.

Dr Eyers mengatakan, catatan arkeologis memperlihatkan bahwa bayi yang belum genap berusia dua tahun dianggap sebagai manusia "tidak lengkap". Anak-anak di bawah dua tahun tidak dikuburkan di pemakaman. Karena itu, penguburan bayi di zaman Romawi biasa dilakukan di pekarangan rumah.

Meskipun demikian, para pakar mengatakan jumlah jabang bayi yang ditemukan di desa Yewden, Hambleden, luar biasa banyaknya.

"Tidak ada lokasi lain yang menampung 97 kuburan bayi," ujar Dr Simon Mays, pakar rangka manusia di Centre of Archeology yang menyelidiki temuan tersebut.

Usia jabang-jabang itu dihitung dengan mengukur panjang tulangnya. Para periset mendapati semuanya berukuran serupa.

Dr Mays yakin hal ini menunjukkan adanya pembunuhan jabang secara sistematis pada saat lahir, bukan meninggal secara alami. Sebab, meninggal secara alami seharusnya akan membuat bayi-bayi itu berbeda usia.

Situs Hambleden, dekat ke Sungai Thames, digali 100 tahun yang lalu dan diyakini sebagai villa orang Romawi yang berstatus tinggi atau dari kalangan terhormat. Penggalian tersebut dilakukan secara besar-besaran. Namun, karena sempat terbengkalai akhirnya lubang penggalian itu terkubur kembali di bawah ladang gandum.

Tetapi catatan cermat ditinggalkan oleh seorang ahli alam dan arkeolog, Alfred Heneage Cocks. Ia mengatakan, lebih 300 peti yang penuh dengan artefak, pot, dan tulang-belulang baru-baru ini ditemukan di Museum Buckinghamshire bersama laporan asli Cocks yang diterbitkan pada tahun 1921, dan arsip foto kecil.

Catatan itu menjelaskan secara rinci lokasi mayat-mayat bayi itu, yang disembunyikan di bawah dinding atau dikuburkan di taman dalam posisi berdekatan.

Laporan asli Cocks memberikan perhatian pada tulang-belulang yang sekarang sedang dites untuk pertama kali oleh lembaga penjaga warisan Inggris, English Heritage. Tim itu berencana melakukan uji DNA atas rangka-rangka tersebut dalam upaya untuk memastikan jenis kelamin mereka dan kemungkinan hubungan mereka.

Mereka juga mencoba mengungkap informasi lain yang mungkin menunjukkan motif dari praktik itu.(BBC)



READ MORE - Ditemukan Puluhan Bayi Hasil Aborsi Yang Dikubur Hidup - Hidup

Ternyata Di Bulan Juga Ada Misteri Lubang Yang Aneh

Ternyata Di Bulan Juga Ada Misteri Lubang Yang Aneh - Foto baru menunjukkan pemandangan paling detail lubang langka di permukaan bulan.


http://suaramedia.com/images/resized/images/stories/3berita/1_6_technology/bulan_200_200.jpg


Lubang yang cukup besar itu cukup untuk menelan secara keseluruhan lapangan sepak bola.

Kamera resolusi tinggi pesawat luar angkasa Kaguya Jepang pertama kali melihat jurang berbentuk tidak teratur, yang terletak di Mare Ingenii di belahan selatan bulan.

Lunar Reconnaissance Orbiter NASA kemudian mengambil foto baru dari orbit bulan.

"Hanya tiga telah ditemukan sejauh ini, jadi saya percaya aman untuk menyatakan bahwa skylight (pit) jarang terjadi pada skala 100 meter," ujar Mark Robinson, peneliti utama Lunar Reconnaissance Orbiter Camera (LROC) di Arizona State University , mengatakan pada SPACE.com.

Mare Ingenii, juga disebut "laut kepandaian" terkenal karena bagian bulan yang berputar-putar, permukaan yang sangat reflektif dan berhubungan dengan anomali magnetik.

Foto baru wilayah dari LROC menunjukkan sebuah lubang raksasa dengan diameter berukuran 427 kaki (130 meter).

Batu-batu dan puing-puing di dasar rongga menyala dan kemungkinan jatuh melalui pembukaan pit.

Lubang tersebut diyakini sebagai hasil dari tabung lava yang runtuh sebagian.

Sebuah lubang bulan yang sama, diyakini sebagai tabung lava skylight sebelumnya ditemukan oleh misi Kaguya Hime di wilayah bulan Marius Hills.

Lubang baru di Mare Ingenii, tidak memiliki fitur vulkanik yang banyak ditemukan di daerah Marius Hills.

"Keberadaan tabung lava dan skylight sudah lama didalilkan," kata Robinson. ( suaramedia.com )



READ MORE - Ternyata Di Bulan Juga Ada Misteri Lubang Yang Aneh

Heboh ... Bocah 9 Tahun Melahirkan Bayi Laki - Laki di Malaysia

Heboh ... Bocah 9 Tahun Melahirkan Bayi Laki - Laki di Malaysia. Publik Malaysia digegerkan kabar bocah sembilan tahun melahirkan bayi lelaki. Sebuah harian berbahasa China di Malaysia memberitakan, bocah itu dihamili pacarnya yang baru berusia 14 tahun.


http://stat.k.kidsklik.com/data/photo/2010/06/22/1032135p.jpg
Bocah 9 Tahun Lahirkan Bayi Laki-laki


Pihak-pihak berwenang Malaysia pun menyelidiki laporan yang menggemparkan itu.

Ketua Komisi Kesehatan dan Kesejahteraan Masyarakat Phee Boon Poh mengaku terkejut membaca berita tersebut.

“Kasus ini sangat serius. Berhubungan seks dengan anak di bawah umur tergolong pemerkosaan,” kata Phee yang juga melaporkan kasus itu ke polisi.

“Siapa pun yang menyembunyikan informasi atau bersekongkol dalam kejahatan itu harus dihukum,” lanjut Phee seperti dikutip Malaysia Star, Kamis (24/6/2010).

Wakil Kepala Kepolisian Asisten Senior Komisaris Datuk Tun Hisan Tun Hamzah mengatakan, polisi belum mendapat laporan terkait kasus itu.

Sementara itu, Direktur Departemen Kesehatan Penang Ibrahim Mohammad mengatakan, pihaknya telah mengontak semua kepala sekolah. Mereka menyatakan tidak menemukan kasus itu.

“Namun, saya mendapat informasi bahwa ada siswi sekolah dasar yang berkali-kali diperiksa sebelum keluar dari sekolah baru-baru ini. Saya tidak bisa memastikan apakah kasus ini berhubungan. Yang jelas, kami akan menyelidiki kasus ini,” ucap Ibrahim.

Harian berbahasa China itu melaporkan, bocah dari keluarga berantakan itu melahirkan di rumah sakit swasta bulan lalu.

Menurut surat kabar tersebut, bocah tersebut bongsor, lebih besar dibanding teman sebayanya. Adapun sang bayi kini dirawat neneknya.

Sang nenek pula yang mengungkap kisah cucunya ke sebuah lembaga swadaya masyarakat yang kemudian menyampaikan informasi itu ke media.( kompas.com )


READ MORE - Heboh ... Bocah 9 Tahun Melahirkan Bayi Laki - Laki di Malaysia

Pemerintah Mengabadikan Cut Tari dan Ariel-Luna Maya Menjadi Nama Jalan

Pemerintah Mengabadikan Cut Tari dan Ariel-Luna Maya Menjadi Nama Jalan. Pemerintah mempercantik jalur Cut Tari dan Ariel-Luna Maya untuk mengantisipasi lonjakan pemudik saat Lebaran 2010.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Suroyo Alimoeso menyebut, istilah Cut Tari digunakan pihak kepolisian untuk menyingkat jalur Cikampek Utara-Ajibarang-Cirebon-Losari. Sementara itu, Ariel-Luna Maya untuk jalur Artapati-Ranca Ekek-Lembang-Nagrek-Tasikmalaya.


http://stat.k.kidsklik.com/data/photo/2009/09/18/1054392p.JPG
Jalur Cut Tari dan Ariel-Luna Maya


"Dua jalur tersebut selalu menjadi favorit pemudik untuk perjalanan darat. Saat ini, Kementerian Pekerjaan Umum (PU) tengah memperbaiki beberapa lubang di sana untuk mengurangi terjadinya kecelakaan. Ditargetkan, H-14 sudah selesai semua," kata Suroyo, Jumat (25/6/2010).

Kemenhub menurutnya mendapat tugas untuk mendanai perbaikan dan pembangunan 22 terminal antarkota sehingga pemudik yang menggunakan bus bisa merasa nyaman.

"Perbaikan terminal misalnya kami lakukan di Pacitan dan Kalimantan Barat. Sementara itu, yang bangun baru di Wonogiri. Dananya diambil dari APBN 2010 sampai ratusan miliar. Seingat saya, Pacitan itu menghabiskan Rp 30 miliar secara bertahap," imbuhnya. ( kompas.com )


READ MORE - Pemerintah Mengabadikan Cut Tari dan Ariel-Luna Maya Menjadi Nama Jalan

Heboh ... Bigfoot Muncul Carolina Utara Membunuh Seekor Anjing Penduduk

Amerika Heboh ... Bigfoot Muncul Carolina Utara Membunuh Seekor Anjing Penduduk - Makhluk raksasa misterius, Bigfoot, kembali menjadi berita hangat di Amerika Serikat (AS).

Pria warga Cleveland, Carolina Utara mengaku melihat makhluk di halaman belakang rumahnya.

Sejumlah media, seperti Associated Press, News Oxy, The Epoch Times, dan Los Angeles Times memberitakan peristiwa ini.


http://suaramedia.com/images/resized/images/stories/3berita/1_6_technology/bigfoot_dailyradar_200_200.jpg


Adalah Tim Peeler mengaku bahwa makhluk itu muncul di halaman belakang tengah malam pekan lalu, sekitar 19 Juni 2010.

Kemunculan makhluk itu ditandai dengan anjing miliknya yang terus menggonggong.

Peeler mengaku sempat menelepon 911 dan bertanya apakah ia diperbolehkan membunuh makhluk itu. Lalu dia mencoba menjelaskan ciri-ciri fisik Bigfoot yang dilihatnya.

Menurut pengakuannya, makhluk itu seperti raksasa, setinggi 10 kaki dengan rambut panjang dan terlihat seperti kera raksasa dengan wajah laki-laki.

Peeler mengaku bahwa binatang itu mengeluarkan suara merintih dan membunuh salah satu anjingnya.

Dalam sebuah wawancara, Peeler mengklaim berhasil mengusir binatang itu dengan melambaikan tongkat di udara dan berteriak. Tetapi dia terlalu takut untuk mengambil gambar Bigfoot dan keluar rumah.

Dalam pengakuannya, Peeler mencoba menggambarkan Bigfoot itu ke dalam sebuah sketsa. Polisi lokal telah menerima laporan ini.

Bigfoot yang melegenda ini terkadang disebut disebut Sasquatch. Meskipun dianggap binatang, sebagian banyak yang menganggap ini hanyalah dongeng atau tidak nyata.

Tetapi tidak sedikit pula ahli meyakini bahwa binatang itu memang ada. Dilaporkan pula ada banyak penampakan Bigfoot dari lokasi yang sama di Carolina Utara. Seorang ahli Bigfoot, Billy Willard mengatakan bahwa dirinya berada di ambang sebuah penemuan besar.

Ia telah memasang kamera 5 sensor gerak di sebuah hutan di sekitar Spotsylvania, di mana sebuah keluarga baru-baru ini mengklaim telah melihat makhluk dongeng itu.

Menurut Billy Willard, daerah ini memang memiliki semua kondisi yang diperlukan untuk kelangsungan hidup seekor Bigfoot, seperti air segar dan tempat tinggal di hutan. Dan di daerah ini memang paling banyak laporan adanya penampakan. ( suaramedia.com )



READ MORE - Heboh ... Bigfoot Muncul Carolina Utara Membunuh Seekor Anjing Penduduk

Telah Ditemukan Kuburan Dinosaurus Seluas 568 Hektar

Telah Ditemukan Kuburan Dinosaurus Seluas 568 Hektar. Ilmuwan mengungkap penemuan kuburan dinosaurus yang mungkin terbesar di dunia. Ribuan tulang fosil 76 juta tahun itu terletak di wilayah setidaknya 568 hektar.

Dinosaurus mati secara massal diperkirakan akibat badai raksasa yang setara dengan angin topan saat ini yang melanda wilayah pesisir.


http://suaramedia.com/images/resized/images/stories/3berita/1_6_technology/dinosaurus_arizonaskiesmete_200_200.jpg


Temuan itu bisa membantu memecahkan misteri tentang mengapa tanah tandus Kanada barat begitu kaya fosil dinosaurus.

Ribuan tulang fosil 76 juta tahun itu terletak di wilayah setidaknya seluas 568 hektar (2,3 km persegi). Kerangka itu milik dinosaurus bertanduk sapi berukuran kasar, pemakan tumbuhan dikenal sebagai Centrosaurus.

Harta karun ini menyediakan bukti kuat pertama bahwa beberapa tanduk lembu dinosaurus jauh lebih besar dari yang diduga sebelumnya, kata ilmuwan peneliti senior David Eberth, seorang ahli paleontologi dan ahli geologi di Museum Royal Tyrrell di Alberta.

Tumpukan tulang itu terletak di utara dekat Hilda Alberta Kanada, tepat di perbatasan dengan Saskatchewan.

Kuburan itu sebenarnya ditemukan pada 1997, tetapi konfirmasi ukuran penemuan itu secara rinci muncul dalam buku "Perspektif Baru Dinosaurus Bertanduk " (Indiana University Press, 2010) yang rilis bulan lalu.

Kekayaan fosil Alberta sangat luar biasa, seperti dinosaurus bertanduk termasuk Triceratops, ankylosaurs, elang yang berkaitan dengan Velociraptor dan tyrannosaurids seperti Albertosaurus dan Tyrannosaurus rex.

Kawasan itu rumah bagi keragaman yang luar biasa dari hewan lain juga, termasuk burung, pterosaurus, buaya, penyu, kadal dan mamalia.

Para ilmuwan baru-baru ini menemukan tanda gigi mamalia pada tulang dinosaurus di Alberta. ( suaramedia.com )



READ MORE - Telah Ditemukan Kuburan Dinosaurus Seluas 568 Hektar

Mengintip Kecanggihan Tekhnologi Penyiaran Piala Dunia

Mengintip Kecanggihan Tekhnologi Penyiaran Piala Dunia - Demam piala dunia memang menerpa sebagian besar penduduk planet ini. Walaupun dipisahkan oleh samudra dan jarak 8500-an km, para penikmat bola di Indonesia pun bisa bersorak girang saat tim kesayangannya mampu menjebol gawang lawan, seiring dengan sorakan penonton yang menonton secara langsung di dalam stadion di Afrika Selatan.

Tentunya, hal itu tak lepas dari kecanggihan teknologi, yang luput dari mata kebanyakan orang. Padahal, piala dunia pertama di benua Afrika ini merupakan piala dunia yang dengan teknologi tercanggih yang pernah ada.



http://suaramedia.com/images/resized/images/stories/3berita/1_6_technology/piala_dunia_vs_200_200.jpg


Menurut The Soccer Room, piala dunia kali ini melibatkan setidaknya 600 ton peralatan teknologi yang didatangkan dari berbagai negara, karena tidak ada satu negara pun yang mampu menyediakan semuanya sendirian.


Seperti yang telah diketahui, 25 pertandingan dari seluruh 64 pertandingan disiarkan dengan teknologi 3D (tiga dimensi). Setiap kamera yang digunakan di piala dunia juga dibekali oleh sebuah software yang mampu merekam setiap pertandingan dengan kecepatan frame yang lebih tinggi, sehingga kualitas siaran itu tetap terjaga walaupun dinikmati lewat ponsel.

Panitia piala dunia musti membelanjakan uang nyaris mencapai sekitar Rp 1 triliun untuk menyediakan fasilitas teknologi yang memungkinkan seluruh dunia bisa menikmati siaran setiap laga di waktu yang bersamaan.

Seluruh gambar pertandingan dari 10 stadion, akan disalurkan ke pusat penyiaran di Nasrec, yang terletak di bagian selatan ibukota Afrika Selatan, Johannesberg, sebelum akhirnya disiarkan ke 204 negara di seluruh dunia.


Tanpa adanya pusat penyiaran ini, menurut Sekjen FIFA Jerome Valcke, tidak akan ada piala dunia. “Dari sinilah seluruh dunia bisa menonton piala dunia di Afrika Selatan,” kata dia.

Di pusat penyiaran seluas 3 hektar itu, sekitar 2500 orang bekerja, termasuk personil dari FIFA maupun para penyiar dari seluruh penjuru dunia.

Di setiap stadion sendiri, dilengkapi dengan lebih dari 32 kamera, termasuk kamera dari helikopter. Sinyal gambar tiap kamera akan dikirim ke carrier room yang ada di tiap stadion.

Setiap gambar video kemudian akan dikonversikan ke dalam sinyal digital yang kemudian disalurkan melalui kabel fiber optik berkapasitas 20 Gbps. Kapasitas saluran sebesar ini mampu mengunduh satu film bioskop kurang dari dua detik, atau bahkan menyalurkan 312.500 pembicaraan telepon dalam satu waktu.

Kabel optik itupun dilengkapi dengan sistem pendeteksi temperatur dan tekanan, yang mampu mengindikasikan bila kerusakan terjadi. Andaikan kerusakan pada kabel optik terjadi, sinyal akan segera dikirimkan melalui satelit.


"Dunia musti tahu bahwa Piala Dunia di Afrika didukung oleh teknologi dan infrastruktur terbaik yang pernah ada,” kata CEO komite panitia lokal, Danny Jordaan. (
suaramedia.com )

Beberapa Fakta Tentang Penyiaran Piala Dunia.

  • - Disiarkan langsung oleh 204 negara
  • - Menggunakan kabel sepanjang 1.900 km di seluruh 10 stadion
  • - 1.400 penerbangan lokal dipesan bagi para staf penyiaran
  • - 3.000 penerbangan internasional dipesan bagi para staf penyiaran

  • - 55.000 ruangan hotel dipesan untuk para staf penyiaran.

READ MORE - Mengintip Kecanggihan Tekhnologi Penyiaran Piala Dunia

Republik Indonesia = Republik Porno

Jakarta, 31 Oktober 2008. Bertempat di Kafe Euphoria, Gedung Menara Prima, Mega Kuningan, seorang artis papan atas mengomentari pengesahan UU Pornografi oleh DPR. “Itu sama saja dengan upaya untuk membodohi masyarakat,” kata artis cantik tersebut. Apa alasannya?

“Saya kasih contoh, sekarang ini Jakarta kan semakin panas, seandainya ada perempuan memakai busana tanktop keluar rumah apa langsung ditangkap? Nah, terus saudara-saudara kita di Papua yang masih memakai koteka bagaimana? Apa ditangkepin juga?” ujarnya lagi.

Padahal, lanjut dia, setiap orang dilahirkan dalam keadaan telanjang dan nafsu setiap orang tidak bisa dibatasi oleh aturan. “Yang pasti aku enggak akan pernah terpengaruh dengan undang-undang itu dan aku enggak mau dibatasi,” kata dia lagi. (kompasonline)

Dua tahun berselang, ucapan tersebut seperti senjata makan tuan. Artis cantik itu adalah Luna Maya. Dan dua pekan terakhir ini, wanita kelahiran Bali, 26 Agustus 1983, itu dikagetkan dengan tayangan video mesum yang mirip dirinya dan Ariel, di internet. Publik heboh. Tontonan porno itu dengan sangat mudah diperoleh semua orang, termasuk anak-anak.

Tulisan ini bukan hendak mengulas lebih mendalam kasus tersebut layaknya infotainment. Saya hanya ingin mengajak pembaca melihat dari perspektif yang lebih luas. Sesungguhnya tidak hanya orang-rang yang mirip Ariel-Luna Maya dan Cut Tari yang melakukan pornografi, tapi juga Anggodo, para politisi, koruptor, Densus 88, dan mungkin diri kita sendiri. Kok bisa? Bagaimana penjelasannya?

Dalam UU Pornografi, yang disebut pornografi adalah materi seksualitas yang dibuat oleh manusia dalam bentuk gambar, sketsa, ilustrasi, foto, tulisan, suara, bunyi, gambar bergerak, animasi, kartun, syair, percakapan, gerak tubuh, atau bentuk pesan komunikasi lain melalui berbagai bentuk media komunikasi dan/atau pertunjukan di muka umum, yang dapat membangkitkan hasrat seksual dan/atau melanggar nilai-nilai kesusilaan dalam masyarakat.

Video mesum mirip Ariel-Luna dan Cut Tari jelas-jelas merupakan pornografi seksual. Tak bisa dibantah. Lalu bagaimana dengan Angodo, Gayus dan nama-nama lain yang saya sebut di atas? Bukankah mereka tak memiliki video mesum? Esensi pornografi adalah tayangan yang vulgar/apa adanya dalam bentuk gambar, suara, bunyi dan lain-lain yang dapat membuat orang berhasrat mengikutinya.

Pornografi tak harus kita maknai sempit yakni hanya menyangkut seks. Ia juga bisa merambah ke dunia politik, hukum, sosial, pendidikan, dan sebagainya. Pada titik inilah mengapa orang-orang seperti Anggodo, Gayus, politisi, Densus 88 juga dapat disebut pelaku “pornografi”.

Kita tentu masih ingat rekaman pembicaraan Anggodo dengan para penegak hukum yang diputar di Mahkamah Konstitusi? Secara telanjang terdengar jelas bagaimana proses hukum bisa direkayasa. Bukankah tak ada bedanya dengan video mesum yang menghebohkan saat ini? Inilah “pornografi” hukum.

Kita tentu masih ingat bagaimana para politisi kita berkelahi dan berdebat kusir di parlemen saat membahas kasus Century? Ruhut Sitompul yang adu mulut dengan Gayus Lumbuun; Ruhut yang menghina JK; sampai insiden memalukan ketika beberapa anggota DPR yang terhormat merangsek maju hendak menyerang Ketua DPR Marzuki Ali. Kita bisa melihat semua aksi itu melalui layar kaca. Bukankah tak ada bedanya dengan video mesum? Inilah “pornografi” politik.

Kita tentu masih ingat dengan aksi penangkapan yang dilakukan oleh Densus 88 terhadap para tersangka teroris? Dor…dor…dor…Sebuah rumah dikepung dari tujuh penjuru mata angin dan dihujani peluru panas. Kita bisa menonton adegan ini layaknya film Hollywood karena ditayangkan secara live oleh stasiun tv. Adakah bedanya dengan video mesum? Inilah “pornografi” kekerasan.

Kita tentu masih ingat massa yang bentrok dengan Satpol PP dalam kasus Mbah Priok? Atau kerusuhan yang terjadi di Tangerang hanya gara-gara terjadi serempetan mobil, baru-baru ini? Inilah “pornografi” sosial.

Kita tentu masih ingat bagaimana koruptor-koruptor kelas kakap beraksi? Mulai dari Gayus, Anggodo, hingga anggota dewan. Aksi mereka bisa kita bisa ikuti perkembangannya di media massa. Dan saya yakin begitu banyak orang yang berhasrat mengikuti jejak mereka: menjadi kaya tanpa kerja keras. Inilah “pornografi” korupsi.

Kita tentu masih ingat bagaimana buramnya potret pendidikan kita? Soal Ujian Nasional yang seringkali bocor; murid-murid yang mencontek; para guru yang menghalalkan segala cara hanya untuk mendapatkan sertifikasi dan insentif; sekolah yang mengkatrol nilai ujian siswanya agar lulus 100%; hingga konflik yang sering terjadi antara yayasan dan guru. Inilah “pornografi” pendidikan.

Kita tentu masih ingat dengan kelakuan para pentolan Jaringan Islam Liberal (JIL) yang menyerang akidah umat? Mereka ini pantas disebut pelaku “pornografi” ideologi.

Terakhir, jangan-jangan kita sendiri juga telah melakukan aksi “pornografi”, entah disadari atau tidak. Misal: membuang sampah sembarangan, datang ke kantor terlambat, bergosip, tidak bertanggungjawab, membuang-buang waktu, dan perilakuk negatif lain yang dengan mudah dilihat orang sehingga mereka berhasrat mencontoh kelakukan kita. Mulailah dari diri kita sendiri.

Mulailah dari hal-hal kecil. Dan mulailah saat ini juga untuk berbuat hal-hal positif agar bangsa ini tak menjadi Republik “Pornografi”. ( eramuslim.com )



READ MORE - Republik Indonesia = Republik Porno

Rumus Negara Para Bedebah, PLN Disubsidi+Mahal=Rugi

Rumus Negara Para Bedebah, PLN Disubsidi+Mahal=Rugi. Dipastikan, awal bulan depan, 1 Juli 2010, Pemerintah atas persetujuan DPR kembali menaikkan tarif listrik (TDL). Alasannya klasik, beban biaya operasional PLN makin berat, subsidi listrik yang didapat PLN dari Pemerintah tidak bertambah, sementara harga listrik saat ini dipandang belum mencapai harga keekonomian. Dengan alasan 'logis' itulah, Pemerintah saat itu memastikan kenaikan kembali tarif dasar listrik (TDL).

Memang, Pemerintah tidak menaikkan TDL untuk listrik rumah tangga memengah ke bawah yang berdaya 450 – 900 watt. Namun, dipastikan dengan kenaikan TDL nanti, kinerja sejumlah industri dipastikan bakal tertekan akibat kenaikan TDL. Tentu, selanjutnya akan ada efek domino; harga-harga barang bakal meningkat, yang ujung-ujungnya membebani rakyat juga.

Kenaikan TDL bagi masyarakat Indonesia tentu bukan barang baru; hal biasa. Saking biasanya, saat ini seolah-olah sedikit sekali penolakan di masyarakat. Mungkin masyarakat memang sudah bosan. Mungkin pula karena memang mereka sudah merasa tidak berdaya untuk menolaknya.

Jika kita merunut jauh ke belakang, jika dihitung sejak bulan Oktober 1994 saja, rezim Orde Baru mengumumkan kenaikan TDL untuk ke-11 kalinya dengan kenaikan rata-rata TDL 7-68% dari TDL lama. Selanjutnya Mentamben waktu itu, IB Sudjana, mengatakan bahwa Pemerintah mulai menerapkan kenaikan tarif listrik berkala tiga bulan sekali.

Tingkat kenaikannya akan mengacu pada harga bahan bakar dan tenaga listrik yang dibeli, inflasi, serta nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing. (Republika, 22 Oktober 1994).

Walhasil, kenaikan TDL menjadi problem klasik yang sudah lama terjadi, dan mungkin akan terus menjadi semacam 'tradisi' PLN ke depan dari tahun ke tahun, siapa pun rezim yang berkuasa di pemerintahan.

Tentu, hal itu akan selalu terjadi jika akar persoalannya tidak tersentuh, dan Pemerintah tidak memiliki political will yang kuat untuk melahirkan kebijakan-kebijakan energi nasional yang tepat, khususnya terkait dengan ketenagalistrikan nasional.

Persoalan Seputar PLN

PLN saat ini dikenal sebagai perusahaan yang memiliki kinerja dengan 3 kombinasi yang tidak logis, yaitu: sudahlah disubsidi, tarifnya mahal, rugi lagi. Kombinasi yang dianggap logis menurut logika ekonomi konvensional adalah: disubsidi, rugi dan tarifnya murah; atau kombinasi yang lain, yaitu: disubsidi, untung dan tarifnya mahal.

Paling tidak, ada 5 sumber masalah yang menyebabkan terjadinya kombinasi tidak logis pada PLN tersebut. Dua masalah lebih terkait dengan persoalan internal PLN sendiri, yakni lebih terkait dengan manajemen-teknis-operasional.

Dua masalah lainnya lebih terkait dengan kebijakan ekonomi Pemerintah. Masalah yang terkait dengan manajemen-teknis-operasional PLN adalah:

  1. Banyak terjadi korupsi di tubuh PLN. Sebagian kasusnya sudah terungkap dan beberapa sudah mulai disidangkan. Contohnya adalah kasus PLN Borang, PLTU Cilacap, PLN Cilegon, PLTU Tanjung Jati B, kasus dana Tantiem yang melibatkan Direksi dan Dewan Komisaris belum diusut tuntas.
  2. Ketidakefisienan dalam pengelolaan PLN. Hal itu sudah jamak menimpa BUMN-BUMN di Indonesia.

Adapun masalah yang terkait dengan kebijakan ekonomi Pemerintah yaitu:

  1. Swastanisasi listrik dalam bentuk pengadaan listrik oleh swasta melalui sejumlah konsorsium, yang mengharuskan PLN membeli listriknya dengan harga yang mahal.
  2. Liberalisasi sektor energi, terutama BBM, yang berdampak besar pada semakin beratnya beban operasional PLN dalam menyediakan listrik.

Oleh karena itu, jika keempat sumber masalah di atas tidak dapat diatasi, opsi kenaikan TDL akan tetap menjadi kebijakan 'alternatif' pada masa-masa mendatang.

Sayangnya, solusi yang banyak ditawarkan oleh pakar-pakar ekonomi 'konvensional' saat ini hanya terfokus pada persoalan internal PLN, yang berkaitan dengan manajamen-teknis-operasional, yaitu: penghapusan korupsi dan pengelolaan perusahaan yang lebih efisien.

Sebaliknya, persoalan kebijakan ekonomi Pemerintah, yakni menyangkut swastanisasi listrik dan liberalisasi di sektor energi, nyaris tidak tersentuh sama sekali. Padahal pada faktanya, krisis yang sering dialami oleh PLN acapkali sumber utamanya adalah kebijakan ekonomi Pemerintah yang keliru.

Benar bahwa korupsi dan ketidakefisenan pengelolaan PLN menjadi sumber masalah yang dialami PLN. Jika dua solusi ini berhasil maka logika PLN akan menjadi 2 kemungkinan: disubsidi, rugi dan tarifnya murah; atau: disubsidi, untung dan tarifnya mahal.

Namun demikian, dengan hanya dua solusi tersebut, berarti masih ada dua masalah penting yang belum dicarikan solusinya, yakni menyangkut kebijakan ekonomi Pemerintah yang terkait dengan swastanisasi dan liberalisasi sektor energi. Inilah yang akan menjadi fokus dalam tulisan ini.

Perlu Solusi yang Komprehensif

Solusi yang ditawarkan oleh banyak pakar ekonomi dalam persoalan ketenagalistrikan, yang hanya berputar-putar pada persoalan korupsi dan ketidakefisienan PLN, lebih didasarkan pada asumsi bahwa kebijakan ekonomi Pemerintah di bidang ketenagalistrikan khususnya dan umumnya di sektor energi sudah berada di jalur yang benar.

Karena itu, kebijakan ekonomi Pemerintah dalam masalah listrik dan energi ini nyaris tidak banyak dipersoalkan. Akibatnya, yang menjadi sasaran tembak selalu PLN-nya, bukan Pemerintahnya. Mengapa ini bisa terjadi?

Sebagaimana diketahui, teori-teori ekonomi konvensional yang berkembang saat ini tidak pernah keluar dari kerangka ekonomi kapitalis. Inti ajaran Kapitalisme dalam persoalan ekonomi yang paling 'sakral' adalah ekonomi pasar bebas.

Paradigma 'ekonomi pasar bebas' ini secara pasti mendorong pihak-pihak swasta untuk terlibat dalam pengelolaan ekonomi, termasuk listrik dan energi. Bahkan dalam paradigma kapitalistik ini, semakin sedikit negara ikut campur tangan dalam urusan ekonomi, akan semakin baik ekonomi negara tersebut.

Itulah paham yang selama ini menjadi 'penjara' bagi segenap pengembangan teori ekonomi konvensional. Akibatnya, tidak pernah ada solusi yang 'berani' keluar dari kerangka pemikiran ekonomi di atas.

Landasan paham seperti ini pulalah yang dijadikan 'dalil' oleh pihak IMF dan Bank Dunia untuk memaksakan ekonomi Indonesia agar terus-menerus melakukan liberalisasi ekonomi di semua sektornya, termasuk di sektor listrik dan energi secara umum.

Satu-persatu perusahaan milik negara 'dipereteli' melalui program privatisasi dan divestasi sehingga menjadi milik swasta, yang ujung-ujungnya tidak lain adalah swasta asing, yaitu para kapitalis kelas dunia.

1. Masalah swastanisasi.

Sebagaimana diketahui, sebagian daya listrik PLN dipasok oleh pembangkit-pembangkit swasta atau Independent Power Producer (IPP). Entah mengapa, penentuan kontrak pembelian daya listrik yang dihasilkan oleh IPP ini sejak lama membebani PLN. Penentuan harga jual yang harus ditanggung oleh PLN menjadi lebih mahal daripada harga yang semestinya.

Ditengarai ada 26 kontrak dengan IPP yang bermasalah, di antaranya kasus Paiton I, Paiton II, Tanjung Jati B, Karaha Bodas dan lain sebagainya. Menurut perhitungan Serikat Pekerja PLN, kerugian negara dari kasus Paiton I saja, dari kontrak yang ditandangani pada tahun 1994, misalnya, adalah US$ 700 juta.

Padahal selain komponen energi, pembayaran untuk pembelian listrik kepada IPP adalah salah satu pembiayan terbesar dari operasional PLN. Menurut penghitungan WG-PSR (Working Group on Power Sector Restructuring), harga jual listrik yang wajar dari IPP adalah di bawah 4 sen dolar/kwh. Kenyataannya, harga jual hasil dari renegosiasi Pemerintah saat itu masih di atas 4.2–4.7 sen dolar perkwh. (T. Harvey Abdullah, 8/3/06).

2. Masalah liberalisasi sektor energi.

Sebagaimana juga diketahui, IMF dan Bank Dunia telah lama memaksakan kehendaknya kepada Pemerintah agar melakukan liberalisasi ekonomi, khususnya sektor energi. Liberalisasi ekonomi, khususnya di sektor energi, jelas memberikan peluang kepada pihak swasta untuk 'ikut nimbrung' dalam pengelolaan ekonomi.

Persoalannya, karena swasta asing jauh lebih memiliki kekuatan dalam hal modal, sumberdaya manusia, maupun teknologi maka merekalah pada akhirnya yang banyak menguasai sektor-sektor ekonomi strategis, khususnya sektor energi.

Sebagai contoh, dalam bidang perminyakan, hampir semua sumur minyak di Indonesia telah lama dikuasai oleh perusahaan raksasa minyak asing yang merupakan perusahaan multinasional seperti Exxon (melalui Caltex, Atlantic Richfieldd (melalui Arco Indonesia), dan Mobil Oil. Selebihnya, Pertamina yang memproduksi.

Dalam skala lebih kecil, ada pengusaha-pengusaha swasta nasional yang ikut terjun dalam bisnis minyak bumi seperti Arifin Panigoro dengan Medco-nya. Tommy Soeharto dengan Humpuss-nya, Ibrahim Risjad, Srikandi Hakim, dan Astra International.
Penguasaan sumber-sumber energi oleh pihak asing tentu bukan tanpa masalah.

Kebijakan Pemerintah untuk menaikkan harga BBM lebih dari 100 persen pada tahun 2005 lalu, misalnya, disinyalir—salah satunya—adalah karena tekanan berbagai perusahaan minyak asing, di samping untuk mengundang para investor asing agar lebih banyak lagi berinvestasi di bidang perminyakan.

Dengan kenaikan harga BBM, jelas PLN kena dampaknya. Pasalnya, komponen pembiayaan energi untuk PLN memakan biaya yang sangat besar. Sebagai contoh, pemakaian BBM untuk pembangkit-pembangkit PLN mencapai Rp 28,4 triliun pertahunnya, atau hampir seperempat dari seluruh biaya operasional PLN setiap tahunnya.

Besarnya beban biaya operasional PLN ini lebih karena kebijakan ekonomi Pemerintah yang memaksa PLN membeli sumber energinya (BBM, gas, batubara) dengan harga yang dikehendaki oleh perusahan-persuhaan asing ini, yang memang memegang kendali dalam industri minyak, gas dan batubara. Pelayanan listrik murah untuk rakyat pada akhirnya menjadi korban dari kebijakan liberalisasi dari industri energi.

Meski akibat liberalisasi ekonomi, khususnya di sektor energi ini, terbukti merugikan negara/rakyat, Pemerintah tampaknya tidak pernah 'merasa bersalah'. Pasalnya, liberalisasi ekonomi, khususnya di sektor energi, memang sudah sesuai dengan UU.

Undang-undang tentang Pengelolaan Migas tahun 2001, misalnya, dengan jelas membolehkan pihak swasta asing atau individu untuk mengelola minyak Indonesia dan dengan leluasa membisniskannya.

Wajar jika tuduhan bahwa Pemerintah lebih berpihak kepada swasta asing/multinasional ketimbang swasta dalam negeri ditampik Pemerintah. "Tak ada dalam pikiran kami untuk membedakan perusahaan multinasional atau nasional," kata Menteri ESDM saat itu, Purnomo Yusgiantoro, seusai menyaksikan penandatangan Kontark Kerja Sama (KKS) antara Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (BPMIGAS) dengan lima perusahaan baru-baru ini.

Sejauh memenuhi peraturan yang berlaku, kata Purnomo, pihaknya terbuka menerima siapapun apakah perusahaan swasta nasional atau multinasional. Kelima perusahaan itu adalah Petronas Carigali Lampung II Ltd, Husky Oil East Bawean Ltd, Marathon International Petroleum Indonesia Ltd, ExxonMobil Exploration and Production Surumana Ltd dan ConocoPhilips (Amborip Vi) Ltd. Luas wilayah kerja masing-masing berturut-turut adalah 4.139,70 km2 (Blok Lampung II) di lepas pantai Lampung, 4.254,59 km2 (Blok Bawean Timur) di lepas pantai Jawa Timur, 4.707,63 km2 (Blok Pasangkayu) di daratan dan lepas pantai Sulawesi Barat , 5.339,63 km2 (Blok Surumuna) di lepas pantai Sulawesi barat dan 9.649,00 km2 (Blok Amborip VI) di Laut Arafura dengan jangka waktu kontrak selama 30 tahun yang berlaku sejak kontrak ditandatangani. (Bisnis.com, 22/9/06).

Memang, Pemerintah mendapatkan pemasukan dari KKS tersebut. Dirjen Minyak dan Gas Bumi Departemen ESDM Luluk Sumiarso mengatakan, "Total investasi untuk tiga tahun pertama masa eksplorasi sebesar 218,5 juta dolar.

Bonus kerjasama yang akan diterima secara langsung oleh Pemerintah sebesar 14,25 juta dolar," ujarnya. Dikatakannya, kontraktor juga bersedia membayar bonus untuk peralatan atau jasa dan bonus produksi kepada Pemerintah yang tidak dapat diperhitungkan sebagai biaya operasi.

Namun, di sini ada pertanyaan sederhana, bukankah jika semua itu digarap oleh perusahaan milik negara/BUMN, keuntungan yang diraih Pemerintah pasti akan jauh lebih besar? Jawabannya biasanya klasik: Pemerintah tidak mempunyai cukup dana, teknologi yang memadai, dan sumberdaya manusia yang handal. Alasan ini sekilas tampak logis. Namun, bagaimana dengan kasus 'penyerahan' kewenangan utama pengelolaan Blok Cepu kepada ExxonMobil dengan 'mengabaikan' Pertamina?

Sebagaimana diketahui, sejumlah ahli geologi yang berkumpul dalam forum yang khusus membahas masalah Cepu pada medio 2005 lalu telah sepakat bahwa tidak ada satu pun alasan—baik secara historis, teknis maupun ekonomis—untuk melepaskan Blok Cepu ini kepada Exxon. Secara historis, minyak di sana ditemukan oleh Prof. Kusumadinata, ahli perminyakan ITB, bukan oleh tenaga ahli EM.

Secara teknis, Pertamina yang sudah lebih dulu bekerja di blok bersebelahan tidak akan mengalami kesulitan mengelola Blok Cepu ini karena secara geologis hampir sama kondisinya. Secara ekonomis pun, sejumlah bank sudah menyatakan komitmennya untuk membiayai kegiatan explorasi minyak di sana.

Anehnya, meski Pertamina yang dipimpin oleh Dirut Widya Purnama ketika itu—tetapi kemudian diganti karena ngotot tidak mau tunduk pada kemauan Pemerintah—terus berusaha untuk mendapatkan Blok Cepu itu, Pemerintah lebih memilih melepaskannya untuk Exxon.

Memang, Pertamina masih dilibatkan. Namun, menilik pejabat yang duduk di kursi puncak perusahaan pengelolaan, yang tidak lain adalah orang-orang dari Exxon, praktis Pertamina seolah hanya menjadi pelengkap belaka.

Walhasil, jika sumber-sumber energi seperti minyak, gas, dan batubara banyak dikuasai asing, alamat kita akan banyak kehilangan akses terhadap sumber-sember energi itu, kecuali jika kita sanggup membayarnya dengan harga mahal. Beban inilah yang, antara lain, ditanggung PLN saat ini, yakni beban mahalnya harga BBM, termasuk gas, untuk operasional.

Solusi Fundamental

Dengan melihat paparan di atas, solusi fundamental atas persoalan listrik/PLN saat ini dapat dikembalikan pada tiga hal:
Pertama:
stop liberalisasi energi, kembalikan ke negara sebagai pengelola utama. Alasannya sederhana, liberalisasi hanya memberikan peluang kepada pihak swasta untuk terlibat dalam pengelolaan energi. Layaknya institusi bisnis, yang dipikirkan oleh pihak swasta jelas adalah profit.

Mereka tidak peduli jika, misalnya, harus menjual BBM dengan harga mahal yang notabene bakal membebani banyak kalangan, baik PLN dan terutama rakyat. Fakta kenaikan BBM beberapa waktu lalu jelas lebih mencerminkan hitung-hitungan bisnis ketimbang keberpihakan kepada rakyat banyak.

Kedua: memberesi secara tuntas persoalan internal PLN dari sisi manajemen-teknis-operasional, termasuk menuntasikan masalah korupsi di tubuh PLN, sehingga PLN menjadi lembaga yang efisien. Menurut ekonom Drajad Wibowo (2006), secara struktural harus diakui bahwa inefisiensi PLN sangat tinggi, terutama dari sisi out put-nya seperti: kebocoran-kebocoran daya, pencurian-pencurian listrik, kongkalingkong antara pegawai PLN dan customer untuk mengurangi pembayaran listrik itu yang jauh lebih besar, dll.

Efisiensi dari sisi out put akan bisa secara signifikan mengurangi kebutuhan kenaikan TDL. Cuma inefisiensi dari sisi out put ini semuanya tidak berada di bawah kontrol PLN. Sebagian ada di kepolisian, sebagian ada di pemerintah daerah, sebagian lagi berada di bawah lembaga-lembaga dan departemen. Dengan pengelolaan yang profesional dan efisien, PLN akan mampu menghemat banyak pengeluaran biaya operasional.

Ketiga (yang mungkin agak 'radikal' tetapi sangat mendasar): PLN harus dikembalikan statusnya sebagai institusi pelayanan sebagaimana dulu, dan bukan dijadikan sebagai institusi bisnis (PT). Konsekuensinya, memang PLN akan terus disubsidi oleh Pemerintah dan akan selalu merugi. Pertanyaannya, jika semua itu untuk kepentingan rakyat banyak, mengapa tidak? Bukankah pada hakikatnya listrik adalah 'milik' rakyat karena bersumber dari sumberdaya alam yang hakikatnya juga milik rakyat?

Dari Mana Sumber Pendanaan PLN?

Jika PLN dikembalikan menjadi perusahaan yang berorientasi pada pelayanan, bukan lagi institusi bisnis, dari mana Pemerintah bisa mendanai PLN?

Lagi-lagi, jawabannya juga agak 'radikal'. Sebagaimana kita ketahui, kekayaan alam Indonesia sangat melimpah-ruah. Kawasan hutan Indonesia termasuk yang paling luas di dunia, tanahnya subur, dan alamnya indah. Menurut laporan Walhi yang diterbitkan tahun 1993, rata-rata hasil hutan di Indonesia setiap tahunnya ketika itu adalah 2,5 miliar dolar. Kini diperkirakan mencapai sekitar 7-8 miliar dolar AS.

Kekayaan minyak Indonesia juga sangat banyak. Menurut catatan Waspada (12-11-2005), Indonesia memiliki 60 ladang minyak (basins), 38 di antaranya telah dieksplorasi, dengan cadangan sekitar 77 miliar barel minyak dan 332 triliun kaki kubik (TCF) gas. Kapasitas produksinya hingga tahun 2000 baru sekitar 0.48 miliar barel minyak dan 2.26 triliun TCF.

Ini menunjukkan bahwa volume dan kapasitas BBM sebenarnya cukup besar dan jelas sangat mampu mencukupi kebutuhan rakyat di dalam negeri.

Indonesia juga memiliki potensi kekayaan laut luar biasa. Potensi produksi perikanan budidayanya terbesar di dunia, yakni sekitar 57,7 juta ton pertahun, dan baru berhasil diproduksi sebesar 0,6 juta ton pada tahun 1998 dan 1,6 juta ton pada tahun 2003.

Wilayah perairannya sangat luas, belum lagi kandungan mutiara, minyak, dan kandungan mineral lainnya, serta keindahan alam bawah lautan. Sebagai negara bahari dan kepulauan terbesar di dunia, Indonesia juga memiliki perairan laut yang sesuai (potensial) untuk usaha budidaya laut terluas di dunia (FAO, 2002).

Berdasarkan pada perhitungan sekitar 5 km dari garis pantai ke arah laut, potensi luas perairan laut Indonesia yang sesuai untuk kegiatan mariculture diperkirakan 24,5 juta ha. Luasan potensi kegiatan budidaya laut tersebut terbentang dari ujung barat sampai ke ujung timur wilayah Indonesia (Ismail Yusanto, 2004).

Dari potensi ikan saja, menurut Menteri Kelautan dan Perikanan, bisa didapat devisa lebih dari 8 miliar dolar AS setiap tahunnya. Sementara itu, di daratan terdapat berbagai bentuk barang tambang berupa emas, nikel, timah, tembaga, batubara, dan sebagainya. Di bawah perut bumi sendiri tersimpan gas dan minyak cukup besar.

Dalam bidang pertambangan, Indonesia juga dikenal sebagai negara kaya. Tahun 1967, PT Freeport Indonesia (FI) memulai Kontrak Karya generasi (KK I) untuk konsesi selama 30 tahun. Pada tahun 1988, secara tak terduga, FI menemukan deposit emas yang sangat besar di Grasberg, diperkirakan mencapai 72 juta ton.

Dengan demikian, kandungan emas di bumi Papua yang kini dikelola PT Freeport Indonesia, termasuk yang terbesar di dunia. Tidak aneh jika McMoran Gold and Coper, induk dari PT Freeport, berani menanamkan investasi yang sangat besar untuk mengeruk emas dari bumi Papua itu sebanyak-sebanyaknya dalam waktu yang sesingkat-singkatnya.

Pertanyaanya, dikemanakan hasil-hasil seluruh potensi kekayaan alam Indonesia selama ini? Sebagaimana disebutkan di atas, bahwa rata-rata hasil hutan di Indonesia setiap tahunnya adalah 2.5 miliar AS dan kini diperkirakan mencapai sekitar 7-8 miliar dolar AS. Dari hasil sejumlah itu, yang masuk ke dalam kas negara hanya 17 persen, sedangkan sisanya, yaitu sebesar 83 persen, masuk ke kantong pengusaha HPH (Sembiring, 1994).

Dalam bidang pertambangan, tahun 1967, PT Freeport Indonesia (FI) memulai Kontrak Karya generasi I (KK I) untuk konsesi selama 30 tahun. Namun, pada tahun 1998 pihak asing tersebut kembali mengajukan pembaruan KK untuk 30 tahun lagi. Ini disebabkan karena PT Freeport menemukan deposit emas yang sangat besar di Grasberg, diperkirakan mencapai 72 juta ton, sebuah potensi yang besar, PT Freeport mendapat Kontrak Kerja ke-5 bersama 6 perusahaan tambang lainnya.

Menurut Econit, royalti yang diberikan Freeport ke Pemerintah tidak berubah, hanya 1-3.5 persen sehingga penerimaan Pemerintah dari pajak, royalti, dan dividen FI hanya 479 juta dolar AS (SWA, 1997). Jumlah itu tentu masih sangat jauh dibandingkan dengan pendapatan yang diperoleh Freeport sekitar 1.5 miliar dolar AS (tahun 1996), yang dipotong 1 persen untuk dana pengembangan masyarakat Papua yang ketika itu sekitar 15 juta dolar AS. (Gatra, 10/1998).

Jika kita 'berandai-andai', andai semua itu dikelola oleh Pemerintah secara langsung, dan tidak diserahkan kepada pihak asing, kita bisa membayangkan, berapa ratus triliun pertahun pemasukan yang bakal didapat Pemerintah. Andai itu terbukti, sebetulnya tidak ada alasan bagi Pemerintah untuk tidak mensubsidi PLN, yang ujung-ujungnya adalah untuk kepentingan rakyat juga.

Penutup

Dari uraian di atas tampak jelas bahwa akar permasalahan ketenagalistrikan di Indonesia tidak hanya sekadar: apakah PLN sudah terbebas dari segala bentuk korupsi atau tidak; termasuk juga apakah PLN sudah efisien dalam pengelolaannya atau belum.

Persoalan yang lebih mendasar adalah: status PLN yang berbentuk PT dan berorientasi pada profit tersebut dapat dibenarkan atau tidak; juga keberadaan listrik swasta, apakah bisa dibenarkan atau tidak? Inilah titik persoalannya.

Persoalan ini, jika tidak diselesaikan, akan membawa implikasi sangat luas pada masa-masa mendatang, yang akan terkait dengan berbagai sektor yang lain. Bukankah ketika harga BBM dan TDL dinaikkan—yang notabene lebih didasarkan pada pendekatan 'dagang' ketimbang pelayanan—banyak industri menengah gulung tikar? Bukankah efek selanjutnya adalah banyaknya pengangguran?!

Bukankah banyaknya pengangguran akan berpotensi menimbulkan kerawanan sosial? Akankah semua ini dibiarkan terjadi?!

Walhasil, jelas bahwa persoalan yang paling mendasar sesungguhnya lebih terletak pada kebijak ekonomi Pemerintah. Selama kebijakan Pemerintah masih bercorak kapitalistik dan tunduk pada kemauan asing, persoalan-persoalan di atas tidak akan pernah dapat tuntas diselesaikan dengan baik.

'Ala kulli hâl, di sinilah pentingnya keberanian Pemerintah untuk mengubah secara 'radikal' kebijakan ekonominya, dari yang bernuansa kapitalistik dan banyak dipengaruhi oleh kemauan asing ke arah kebijakan yang mandiri dan lebih berpihak kepada rakyat banyak.

Semoga penguasa dan para pemegang kebijakan di negeri ini masih memiliki nurani untuk tetap berpihak kepada rakyat dan terutama pada kebenaran. Jika tidak ,mereka seungguhnya akan terus mengkhianati rakyatnya sendiri!. Wallâhu a‘lam bi ash-shawâb. ( eramuslim.com )



READ MORE - Rumus Negara Para Bedebah, PLN Disubsidi+Mahal=Rugi