Kisah Tsunami Aceh 600 Tahun Yang Lalu

Kisah Tsunami Aceh 600 Tahun Yang Lalu - Lapisan Pasir Ungkap Jejak Tsunami Purba -- Tsunami yang melanda Aceh pada 2004 lalu bukan tsunami pertama yang pernah terjadi di Serambi Mekah. Berdasarkan riset yang dilakukan LIPI, Aceh pernah dilanda tsunami pada sekitar 600 tahun yang lalu.

Penelitian dilakukan dengan menganalisis endapan paleotsunami di daerah Meulaboh, Nanggroe Aceh Darussalam. "Dari situ terlihat bahwa pernah terjadi tsunami besar di Aceh sekitar 600 tahun silam," jelas Eko Yulianto, peneliti LIPI, pada Senin (25/7/2011).

Data yang diungkapkan oleh Eko ini menepis anggapan bahwa Aceh belum pernah dilanda gempa Bumi di atas 9 skala Richter sebelum tahun 2004. "Sayang, hal ini ditemukan setelah musibah 2004. Jika ditemukan lebih cepat, sebenarnya jumlah korban gempa dan tsunami bisa diminimalisir," kata Eko.

Arkheologi

Pendapat Eko didukung oleh Brian F. Atwater dari USGS. Brian memperkirakan bencana yang sama pernah terjadi pada sekitar tahun 1800. "Gelombang tsunami Aceh pada 2004 bukan yang pertama," katanya.


http://assets.kompas.com/data/photo/2011/04/19/2237504620X310.JPG
Pemukiman yang tersapu habis oleh gelombang tsunami di pesisir Aceh, Desember 2004


Tsunami Pangandaran

Eko juga melakukan penelitian di tebing dekat Sungai Cikembulan, Pangandaran, Jawa Barat. Hasil penelitian menunjukkan empat lapisan pasir yang disebutnya bisa menjadi bukti awal bahwa area tersebut pernah beberapa kali dilanda tsunami. Salah satu lapisan berupa lapisan pasir tebal yang terendap di atas lumpur mangrove. Dalam lapisan itu terdapat cangkang Foraminifera.

Temuan itu mengungkapkan bahwa kurang lebih 400 tahun yang lalu, di wilayah ini pernah terjadi tsunami. "Skalanya jauh lebih besar daripada tsunami 2006 lalu," kata Eko yang pakar paleotsunami. ( National Geographic Indonesia )

READ MORE - Kisah Tsunami Aceh 600 Tahun Yang Lalu

Inilah Sekelompok Kera Langka Yang Ditemukan Di Vietnam

Inilah Sekelompok Kera Langka Yang Ditemukan Di Vietnam - Sekelompok kera berjambul putih atau northern white-cheeked gibbon (Nomascus leucogenys) yang langka dan disebutkan tidak berbahaya, telah ditemukan di Vietnam baru-baru ini. Demikian kata Balai Konservasi Internasional (Conservation International, CI), seperti diungkapkan kepada kantor berita CNN, Senin (18/7).

Menurut catatan Konservasi Internasional, kera langka berlengan panjang dan memiliki jambul putih pada bagian wajahnya itu hidup di Pu Mat National Park, di bagian utara Vietnam. Jumlah kera itu disebutkan sebanyak 455 ekor kera yang terbagi menjadi 130 kelompok.


Sumber di Konservasi Internasional menyebutkan, jumlah kera berjambul putih itu mewakili dua per tiga dari seluruh jumlah species yang tersisa di Vietnam, dan kera-kera itu juga adalah satu-satunya populasi yang tersisa di seluruh dunia.



http://static.liputan6.com/201107/110719bkera-vietnam.jpg


"Isu paling utama sekarang adalah perburuan terhadap kera-kera ini yang sebelumnya dilindungi oleh alam yang ganas," kata ahli hewan primata Luu Tuong Bach, yang memimpin penelitian di lapangan.


Demi kelangsungan hidup spesies kera langka ini Luu berharap ada yang menjaga dan melindunginya. "Tanpa perlindungan langsung dari Taman Nasional Pu Mat, sepertinya Vietnam akan kehilangan spesies langka ini," Luu Tuong menambahkan.
( liputan6.com )

READ MORE - Inilah Sekelompok Kera Langka Yang Ditemukan Di Vietnam

Menjemput Kepunahan Raflesia Bengkulu

Menjemput Kepunahan Raflesia Bengkulu -- Peneliti bunga bangkai rafflesia arnoldii Universitas Bengkulu, Agus Susatya ,mengatakan, flora langka itu terancam punah dan semakin sulit ditemui di hutan Bengkulu dan Sumatera akibat habitat dan inang tempat tumbuhnya makin sulit didapat.

"Bahkan menurut saya sudah di atas terancam punah, karena tidak bisa diperkirakan berapa populasinya saat ini dan tidak ada yang bisa memprediksi," katanya di Bengkulu, Selasa.

Hal itu dikatakannya saat mengunjungi lokasi penangkaran puspa langka tersebut yang digagas Kelompok Peduli Puspa Langka Tebat Monok Kabupaten Kepahiang, Bengkulu.

Ia bersama sejumlah wartawan dan anggota Komunitas Peduli Puspa Langka Bengkulu (KPPL) yang dibentuk sejumlah pengguna jejaring sosial facebook yang prihatin atas kelestarian rafflesia spp melakukan ekspedisi ke habitat bunga langka itu di Hutan Lindung Rindu Hati, Kepahiang.


Dua Bonggol Rafflesia Siap Mekar Ditemukan di Hutan Rindu Hati


Menurutnya, rafflesia spp mekar di dalam kawasan hutan semakin sulit ditemui seiring marak aksi penebangan liar dan perambahan hutan menjadi perkebunan secara liar.

"Hutan Lindung Rindu Hati ini sebagai salah satu habitat rafflesia spp semakin rusak akibat perambahan tapi tidak ada tindakan konkrit dari pemerintah untuk mengatasi ini," tambahnya.

Ia mengatakan perambahan liar di kawasan hutan yang menjadi habitat bunga tersebut semakin mengancam kelestariannya.

Perhatian pemerintah khususnya lembaga terkait seperti Balai Konservasi Sumber Daya Alam menurut dia masih minim untuk melestarikan puspa langka yang menjadi ikon bahkan simbol Provinsi Bengkulu itu.

Bunga rafflesia spp, menurut dia, memang tidak mendapat perhatian sebesar fauna langka harimau sumatera (Phantera tigris sumatrae) yang statusnya juga terancam punah.

"Kalau harimau yang mati itu pasti heboh, tapi kalau habitat rafflesia spp yang terus menyempit itu tidak ada yang respon," tambah penemu rafflesia kultivar bengkuluensis ini.

Dukungan pemerintah terhadap pelestarian dengan mengalokasikan anggaran untuk penelitian flora tersebut juga sangat minim.

Sementara negara Filipina dalam lima tahun terakhir sudah berhasil menemukan lima jenis baru rafflesia spp dan mengklaim sebagai pusat penyebaran puspa langka itu.

Padahal kata dia, dari 25 jenis rafflesia spp yang ada di dunia, sebanyak 14 jenis berada di Indonesia dan 11 diantaranya berada di Pulau Sumatera. "Di Bengkulu kami pernah menemukan empat jenis yaitu Rafflesia arnoldii, Rafflesia hasseltii, Rafflesia gadutensis dan Rafflesia bengkuluensis.

Penelitian terhadap Raflesia kata dia juga belum mendapat porsi yang layak di kalangan peneliti. Hal itu terbukti dari jumlah peneliti Raflesia yang bisa dihitung dengan jari. "Selain saya, ada satu dosen di Universitas Riau dan satu orang lagi dosen di IPB," ujarnya.

Agus mengharapkan kepedulian pemerintah dan masyarakat terhadap keberadaan flora terbesar di dunia itu sehingga tetap lestari di Bumi Rafflesia. ( republika.co.id )

READ MORE - Menjemput Kepunahan Raflesia Bengkulu

Bencana - Bencana Paling Aneh Di Dunia

1. Invasi Ular di St. Pierre

Aktifitas volkanis di ‘bald mountain’ tinggi diatas St Pierre, Martinique, biasanya tidak begitu penting sehingga banyak penduduk tidak menggubris adanya asap dari kawah dan beberapa gempa kecil selama April 1902. Pada awal Mei, bagaimanapun, hujan abu mulai turun terus menerus, dan bau sulfur yang menyengat mengisi udara sekitar. Rumah penduduk yang ada di lereng gunung tidak bisa lagi dihuni, lebih dari 100 ular fer-de-lances (-ini nih jenis ular yang besar dan berbisa yang ada di Amerika-) mulai melata menyerbu seperempat penduduk mulat(-mulat tuh campuran negro ma caucasian-) di St Pierre. Ular sepanjang 6 kaki ini membunuh 50 orang dan tak terhitung jumlah binatang lainnya.

Namun pembasmian baru saja dimulai, Pada 5 mei longsoran dari lumpur yang mendidih tumpah ke laut, diikuti tsunami yang membunuh ratusan orang, 3 hari kemudian, 8 mei, Mt Pelee akhirnya meledak, mengirimkan lava putih dan bebatuan yang mematikan ke kota. Dalam waktu 3 menit St Pierre hancur total. Dari 30.000 populasi, hanya 2 yang selamat.

2. Kepanikan Gereja Baptis The Shiloh

2000 orang, kebanyakan kulit hitam, berkumpul di Shiloh Baptist Church Birmingham, Alabama, pada 19 September, 1902, demi mendengar ceramah Booker T. Washington. Tembok gerejanya baru. Tangga curam, menempel pada dinding. Setelah ceramah selesai, ada sedikit perselisihan yang memperebutkan kursi kosong, keluarlah kata-kata ‘fight’ dari salah satu anggota paduan suara, rupanya kerumunan salah interpretasi menjadi ‘fire’ sehingga semua orang berlarian keluar menuju pintu. Pintu yang tidak lebar tentu saja tidak mampu menampung ribuan massa yang berdesakan, apalagi tangga pintunya cukup curam, insiden tarik menarik dan saling menginjak berakhir dengan tewasnya 115 orang, dengan posisi bertumpuk di depan pintu gereja sampai setinggi 10 kaki.


data:image/jpg;base64,/9j/4AAQSkZJRgABAQAAAQABAAD/2wBDAAkGBwgHBgkIBwgKCgkLDRYPDQwMDRsUFRAWIB0iIiAdHx8kKDQsJCYxJx8fLT0tMTU3Ojo6Iys/RD84QzQ5Ojf/2wBDAQoKCg0MDRoPDxo3JR8lNzc3Nzc3Nzc3Nzc3Nzc3Nzc3Nzc3Nzc3Nzc3Nzc3Nzc3Nzc3Nzc3Nzc3Nzc3Nzc3Nzf/wAARCADhAOEDASIAAhEBAxEB/8QAHAAAAgMBAQEBAAAAAAAAAAAAAwQAAgUBBgcI/8QAPxAAAQQABAQEAwUGBQMFAAAAAQACAxEEEiExBUFRYRMiMnEUgZEGUmKhwRVCcrHR8BYjM1PhNILxJENUksL/xAAaAQADAQEBAQAAAAAAAAAAAAAAAQIDBAUG/8QAJBEBAQACAgICAgMBAQAAAAAAAAECERIhAzETUQRBFCIyYVL/2gAMAwEAAhEDEQA/APE5z1RIpyw6mwgDupsV7u3M3MNiQQLNp6N0cgHVeYZI5uxpOYXFOadTryQNN12GB1S8mGrlaLgsYX+WRaBia8WOaNhhvgrkhmMBa8kA10SssQCcpEg3orZR0RSwBcIrdVAGB2VhXJdV2MtMqqWEhTIWjVHOUClwtJFj6lFIo8E1yPJcaK9W6YNNOupVPDzagKRsIsDjaKyPKOS7WXShSu17cwBpA2qGa6i1drTzofJGEjKqgVUyN5AKtkGWkjQrgYVZzuyqXnolsJkrcqewV42ukdQ07pvD4Jz9XbdUcjIFhcueBY2WpJCxgoNQixxFNFeyvG2lWYcP1VTGBstB2GcTqiMwYpXNEyaPRRa/wIUT3C28guWoVxcjZZdadVVd2SB7C4oNID/kV6HBYxrgNbXkgmIJ3wuBaSmb2uVsjbCWlh30SvDOIB9Ncd1rSMzCwl6SyJIUF0eq0ZY90rIyjurlBYtpGjaS3RDeAPdWY6hzVFVpA1vuhvdpoVJHahUY4Wb2TSpXNdawkb0eiuysziNQrl3TdGgC9hBAcVYRk1lZ80doFebVFBArRAKiF16ojYtaRnPYN9SusmbdAfkptNV2HttAElRmDDtLIPdORNMmjdP5p+OLK0CtOdhRcjjHhwMxd5RotGNvgA+Ka7Jp0sULTbgPks3F42N1iMWeqJLRtx8gc4qCgUq2S90Vr7Gq2nSKP0UKGHLodaZCX3UXMw6BRAeEK4F07LgWDd1W5KiuEhp1oVmrjd1cBEMfDyGN4c1ew4ZiBiMOL3C8W0LX4Pj/AId+V3pKdm4mvQzR9kjLFWpWkHtljzN5pWZm+qUpMt7dbKpabki83ZAe2tlpKVBcLCoxvmKMFR2h1VpWZp7K1KgdyU90B2rRmeXfZDaA7TT5lWtmmm3TmptCx8ztAm8Nh/MA5hNomDw+bQNI91ovY2KP0ixzWdu7qGGXMw7RdA9EtLinPsNcVeTBuxIzukIG4QmYYjSvmrxxk9puWysmZ53JS725StN8eTYalKSx3ZWsqSmYgq7ZFR7SCdFUNO6NHswJNEQSBKaqwJCWjN51ErmKiNB5ZxtRdIrZcrVc9bIF1c2VggbWarhVCuKKchrtVmmjey40K1K5EPRcHxmcCNy1JGXqaXk8C90czSORXsYqlia4bEKM8dBnTNrZJSmrWvOwcwB8lnYluh2TxpWky/LuFVzswXJDWiA6ShuFqkYuytQfFvdBfPfO0ESue6glaTSiJOtgNK0cDhs5GVpcfZZ+CidI5oYCdPkvVYOD4fDhzgA4/ks8r+jnRrCYB2Ql9A1o0HZddg3yE5gaHKlIZ5v/AG3WRyI3W3wbERPkf4wyuIA1591llbh2P9Vnw8Pd4YPh2gzYMi8ra+S9w2JlagHTohvwcBBaKBJWE/IV8bw78IC3LkspCTAizd9l7efhpaC6MWe3RZGJwD2OBd+90Gy2w8203HTyc+Dp+VuqA7Clo1C9pFw6M0405w5kJLGYB0kpDWH6LaeaJ08mYOyqYaXoJeGuaar8kKTABlGrV/JCYXh/3Si2/hG9PyUT5wPnVLlFHMZHJUydlNxb7DAtWAVg3VXay0tBUBEDVYM7IrIyU5iNhhpRWRkhNQ4W26790dsAC1mLO5F4WgOB6L2XDqfhW0NV5hkIDt16ThFeBQJsdVHmn9RjewsYcpNrGxbxdLX4kALvdecxkhDiNVlgdAnkoJJ71yeXfdIy4g2GhXshnzUCUbAnO/XUkrMLy80Nl6X7NYYSSt8pdrZ00KWw9LwPC5GNe/TMNBzP/C3cNhDiHhz3U3NQCz/EdCXGVwMjtNBVDoiYfGlh0d9Fnxt7Fs9NbF4YQvHhN9PIK2HkklmjjYAyj5utLNfjZZXW5xJOlpzAythYHiw8mypssnZb7euhxGVjQWkjayU0Y2Po0F5fD8RcS1lka6lavD8RIc8cjwC2yP8Ahcefjs7bY5SnpGCNpcHaLM4lA58JAuxtZTAxUhY4ucGtG5C4ZHTi3AhreX3ksd49i6rO4YBHGTi3BvTotY4fDytDmubR1sc1k41j5HaggdhshwNc2mAkBx1Ld1pZvvaZddHJ4cF4xaXjPzB0WZxHDsYTlAyjZPYrBNgbme6y46aJOeMMAdmDjWqrC/8ASrMysUTl/hUWu0afLfAPZUfh+yaa69VYOvdelqU9kBCbqlduHN7J2gSjMaOiXGDkSZhbTmFwg3caATEcbSrGMjQfkl0W6FlDX5W7KO33RREeQJKu3D5fUNeiW0l2xvJFBbHBsweWm9kvG0BuxvuneHtDZxqozu8TnsHizvK4jcbryOMlGY7r1fGnUx3crxOPcbPuscPS77LzyHlskHuDpDWndXmc6qSgzZtEyP4CB0+JZC125q19C4fC3hsAbGbeRyXlfslw4zYj4iVv+VELNmrXp3yl7tBQ5UnMdjehsxc6zqUeCFxI1v5JWBsjpNhl7brXgbTdjaeV0gSHDHLZWhEGRxCm+YDSwk22dyR7EhMRu0rU+6wvapF4pAXeYAHsmh5y3zED7wKT8Bz3B4BrmUwxpaKFqMtHI3IZsJExsbgX1/NclkkkOWHVvQclnYeMzaAgG9Oq1cFg3xOIebrX5rnykx7azdEw+EZJed2qLJgIgTkb5hsqePJmaxlBxdWovRaLWZrJ37LHLKyrklZOLhrL4jS5xOgWfjI2Cm0b56L0OIiIt4bncGkNWFNHisRIWOYbbdClp48toyhKo+oUTP7MxH+2ot+WP2ni+NMfyRgUk19IrJAOa9TafZoOpGjfqlGyDqiNcDzRyKxoRyo7LJCzonEHdOxSjmppaOx6bklXc/QUL90sJQdl0SE6HZQBgR1TeAzeLoAdNSVnNJzbCutrR4cfX2CWf+RPbN44/JYJXjcfILNbr0X2gnc6VzW0R1u15HGO1KiejpWZ7nc0fDYcBniv16Abn2Sd5nbr2v2K4A7isofO4CJgsWaBrklbrug9wVkpwVBuWOgKHX9VpxYcNrMU1jYm4SZ0UYAYzQAD9Ui+dziA0jN0tXLuJaERaw6fyTLZAVjxSOBpxP0TkDnXTmkDlZU5Q2i02eydw0ZmIYBaRiGYLY4ROzDS2W2a67LDPcnS52ewvCpXRE58ovYosOAyyUWkm+if4diRNTnE1rpXdajY2g2AuHLy5S9tphKwbkw7yI8LoBoTzTWFE0z2khw6g7Ba2UdFAK2UXyb/AEqYFvBhhOdwo7WUYNaSHA/QpXirqwrxWlXZ5Lz+E4liMCfO1xidsD+iMcLnNwXKY16p7w0E1Z6JcPhL8waM9bc0lh+KYbEyF4cRQqnCtU5G/Dvb4kYGb87S42ez3KNn/Cf/AKqIPxD/APZf9FFOqH5oBf3Vw4jcJ1gjdu1EMUZ2Gi+h4ubZFryiskITYwsZ7LjsI0CwnotuRSG0xeerc4V0KWEbmlHhB00S7ByK9NNPdHAPJBga8n0/mn8O2jq06KalSCCd958re7VowARse3UkqRO1FD6FGJaxj5taAuiOazypz28jx0iO21RvZeRxeZxNbL0PGsQ58r3EDU30Xm8Q+RztAK/mg0wmEfNM0N5lfYfs5wbExcJHgwvc3KDmj0Jvovm32egfNMxoZmzEXQ1X3HhvHMNg8JDA6F7QxoBObb3WXlyyk/rDxkvslHw0YvDNdJA9st6h+thYmO4NPhJafEbcTRHNexb9puH5/Day3N1oHb37qYv7Q8OkaA7DyyO2Dci58fL5cb6XcMLPbwJw72i3ir2RYoyarYL1uLHCsc0HwJWO65Qa+hSL+F4d0jTE40ORjW882/cRcdEcIx+YVGXDmtFkJa/MWmNp6pmHBGLz4eRwcDpputLDYQ4hrRJYde9LLPyxWOJ3hUccmFa15Dnt5jdarRQASuFwbMK8mIUHDze6ZJrYLz8ru9OidRZcvslzi4Y/9aVjD0LlT9qYIGviGWEuN+huGXtDwQ4WDuFmcXwRmha2Ngdls7bJ1mMhkaXRvzNHOjSx8dxSdpqGdhO3lFfzWnjxy30nKzXYT8NJDEC+CPK7Q3ofqs1+I+GlDSHBp/Faa+NxWS58W5tmx5gk8TJE8h0kgldy1XVjLv8Asxtn6H/aMP3ZPqokvGi+4Pqor4T6Lk+SB+XYorJq3Vm4JxF2FYYYNOpv2Xpl0IyS0RsmuqHHG1qYZEx3quuyEpmYdSrRzAOAA06oowMb2ktcRXVAMYYau0vZGm4og+Rt+xTEb3F4eHO2rLen/lZzfDEgpxDulpyLM45Qa7qdA6wz06pI9RoXA/1SuI4q7wpIG281Rc0hMx4QRZnmR5BGocbAS3E4cO3BeLGGOJIyvBtZZTZx5TiE5MjhbSPzKxpDmkobp3HUZXU7tVrPAp5IaT7Keze5+zGCw7cPmfGHE65tq/Velhyw3kJs/ecSB8l5Lg0mKhwTZIsNJPbgMjXAEDqt9rnuePFlY3T0NN37lXJEW0274X4kSOBzg6G6Fo8nEHNbUe/MNA/VZlU8lrgBzPMqHX94Uq+OFutmPiunnFHsURvF8ooD6lYQb+JXaD1U3xYjlW9+2nj0UF08exWlTOHsVhXQFu3UzVuUvhxv6HOt0cexgFDES10zIbuL4lxvxX6/iKxc46qeIPvBHw4/Rc79tR2KleSXSE33UGIeOazfHr94LvjA/vBP4/8Ag5NduPmDcvikN6WuHFE/vFZQm/F+at43cJfGfI+cSb11VHYsdUoJj1XC9p3pPgNmPjG/dUSvk/sqI4QtsJ+DfEMz3tq+SqMOHmhJqrPxT3tyOyub7IbXNvV+VdUxPk6cK9p9TfqjQwO5Obp3QHF13mv5q8UzonWGtd/ELSuA5HqEYGdwoqPjw7tHObqh/ExSD/MhHekOTwnejM33CmY/Y2s7AsDwX0QNW6o7aYDkDAa0s6JZmoIcSemuiFxJks2FyYORsEt6l2rXN2ISuOoN9tSSWVjDHG2Nj961q1j8fikxOFiM8zc7DZawW2/nqnIX+BhIYM5dlaG6+ZZnFPEyuLyA0+kblZ2Szs5e3msUQHuNm/5KcOg+InDSCW3ZoWiYmIC7skpvhRERc4ggDehazkm9LeoiDYsNGxlCiDq2/wBURzopKPlcW8+iTZIyWLMx1NcNCDqqwsdEKzF56uoLqmLHZt728nV7LjZKHrJ+aAbOpr5KXSvikyJX8v5roldzSuauZUz90uI2c8U/2VwzHnaVBP3gu0TuUcRsx4oU8UJfKPvKZAd3H6p8RsfxQei74orklsg6roYCjjBsx4wU8bughg6K2Vv3UtDYnj/iXBiO6pkvYD6K2T2RqBb4juoqZPZRGoWyOV3IKag6hckx2HY1pEjZMzczchuxtd7cimIpGygOjyuB6FVMsb1K11Qa7UprzCY0B9IHzU8SMOLS1mYbi9U9loAFEDkQ5D+7RV2tHTTuEEq02rtDdNvorhjT2+SIIwPSfyUUAua393QrN4sXGMAk6LU+I8I+HJI02dDlrRJ8Ra2TzBwc12gqjX0UWyzpUnbys5LiOZWrwiABhdI3M2rIrRISROM+UcjsF6LAQtbA5uX/ALVjhjbV3qFzKMobHEQzkA5tUitzBt5QT0tHEcVNJjDHDbNV/qrZW0dl2Y4sqBmPPT5qpcTzRwxo0AauFgOwCpJe62C6LG2gR8lfuqV+FPUIMLpJAJXJcRBC6pJGtNWhzcQwkRFytJOwU3PGe6cxoE3EA2EvjaTRFg9EzBK6WFj6IsbLCxThJiZ5IJHOZQOg8rm/2FuQTwtLYBK3PRIo2Pn3WXi8vLK7XlhqC25dAdytZ2M4t4OIEUQDmkeo7EplnEoS1maQNeRqOi0nlwt1tPG6NBrzzKsGSdTaF8TGG26Zo0uiaNKnxGaQNjlskE12/shVufZao8maNuZ7vbuhDFMseckEXusHiWJk+Ic58kgFhoj5H2KvmbWbDxjIDkc/cgdb9lz/ADbuo0mE122/jsN/8gfVRZnweG+9H9VFf9z4YvBMxD2EZZCA0UBewu0zFxDFMcCyd7TmzaHn7IBa5wLy1gHQBVDdNCKXzUyynqu/RjEYzET4h800rnSPNk5irQ8RxMD/ABGPJd+I3aEcLMQHUDeyGWOjFuc2rrdPnnLvZajdH2q4kYBlbE3KaLyLv3H6paPjvEhI13xGrTm10vseqyWvOZwa4aiirZjeh06rS/keW+8i4Yz9PWf4znAbWCY4gea3EWe3ZUk+12KlluOFsYaD5c5ojTfReYa9de+tbtVfy/Nerkn4sPp6k/apwgDJsF4gPrPinXTp7ob/ALSzyMc04VjGjQZDsvLl7jpmIXfFkArMTpQ1S/leX7Hx4/Tfj4w0ZXiHz1Rze6al+00zRHEyJrALuj6l5UF4A1J9wquc7Yqf5Pk/VPhHqP8AEWPIztLLa69hr27KrftbjYyA6GN4Dr13I6Lz0Ezo2kX3Uc90hJJ36Jz8ryz1kV8eP09O37ZuO+Bs1rUn/CJ/i9p2wbvnJ3/ovIgkdwiiJ5DXCg122u60/n+f/wBJ+HD6ejk+1mJNGPCxADU5nErQm48yXgzsRC5zcQW+hzbDXXR12peYjwbC25JaoVQCDPMWtEMb3GIcid1WP53mxl3fYvhxGxHEMRi2jxngkHpXJBknkcA3MaGgQCTyCoXEnsuTLyZZXutJJDQxMzGOYJXZXCiE3hOL4jDyBzmskABFO06cx7LNa7XUX+qhOqMfLnjdyi4ytKfibiWuZG1lPLgA4lAfj5MQ4SOLRILAAGlXslRVC+SsGAi9U75s77pcYYGNp4BLjHppe4/RHh4lJHYGbRlCjpuFnvZbzqTZXWtdt13RPNnPVHGNOfi0hYWtib1Y6TzFuo2+iNw/7Qz4UPBhic1wp2VuW+nzWK4ZSQfku6UL17BXPyPLLuUrhj6a/wC1J+r/AKt/oosbL2Cif8ry/afjxDMjQ1zW5tdlSN9V2PRVAcBpv3XC15169FhtsY8d7wIyTQOnZXGHhc5gZFI5zyQAOaUDHt51at/mBxcHuuqu05lr2R5uBpzcmHmzE+UV+itiIMuGbiJGPYHSZA0trQC0mX4nxMzpZQ+qsvN+ypLJK7SSR7uYzOJ+aq5zXUKRBo7TZQjMqAnZWvvus1I5pzGtrXN99wrXZ6BXBN0gKhxy1qqmzqiZSNq+ZXA09W/VBKDZEZQ+a74T65fUKBp6t+ZQNo5oLjX1TeAg8RxeCKbp80KPDvcQSQ1p57rSgLII/K707XoqxgWnjEMeazruCeiyHXm1G6anxDnusvAG1anRAI08pA5WUsrsAn3Ve6sRRIJGiokS4tdBvkuDYLo9Q1QHRoUUUBV0hjcK2lJULHkei612Wyd9guMaXaKAEjNevUoMNxs6ArisTyVfZBO0ouWVEAxHMxr7fHHThYAAof0UxOJiLszWs3G7BY9+qG3BvPqka35qw4c0+qYX2Crtequ+ZrdQGAVQaGigiQ42JkTmiNrb1OVoXG4GLm557AUrjAwVeQkd3J6okq/x8BaAXOyt2a7XXuqNx7BdAgbnX8kRuFw7domn3JKMxkbTpEwezE9Hql3Y6HKfDaCeQcLJ+aE2dmIYficIJJDpnDdSny4tGgrtoFGSvc4AWT0BJRoMk4OQn/Kw8tcrarnAYg0W4cg87IA/mtqEGSRzMzQ5vqBKuWxwkOmlIB6DdLiWmXDgJQAJMLC7+J39FY4CTQtEEZF9Snpsbg4m0HOc78ISf7Yc0VHDG036i2yn0V0FLw4xxF8kubc1GwrmAiw81ZwQ4mmkkaoeO4hiMQypJHkXoBoB9ElE/K8Vt0U776JuSR4Njq8ck9tUpimDK0wucWn71a/RKPmz+oWVTO47aAd07lslmsc54Y3zOJoBaruEuiwRfIHOkyk5QPSeiJw7CMhgGIe3xHv9IBqlogf+na/zhwaQLN6dESKkeek4dMJJw1hyxE+9ZqCCMLK7aNxrsvUsdnkna7kw613CDI0uDi7K6tQHBGkvNOgkaaLSK7KeEQLOg7r0TXMLRUYOvIn+qjm5gKZvyzJaJ53wzejgoWEDXVbohjabyk31NqskDHX5W1WxaNO6NBhZqOnNXac4O/stSTh8b2uLaBqhX/lDi4cY2k3nvt/ylobZxbewUyjJWXXnpstR2EDnGxVctVUYNpPqoe6CZeXuFE/+zD/uM+hURoAs5Jh2zVFFddDjf0ROSiiCiQ7lWPqPsoomKrhf9QfNazvS32UUQUZ8H/XS/wAB/ml+Ler5qKIF9M5u31VXfuqKLO+2TjvQhN9SiiDgivFv8woogPUn/pMN7I7v9EfwlRRaNIHH/r4j+F36IY5/wqKIrOk2/wCrL8lyLZvuoooSof8A9o0Xok9lFEwLJz/vkgR+r/uUUSAk3r+SB19v1UUSTQVFFEB//9k=


3. Banjir Tetes Tebu di The Great Boston

15 januari 1919, pekerja dan penduduk Boston’s North End, kebanyakan orang Irlandia dan Italia, sedang diluar menikmati matahari siang di hari yang hangat. Tiba-tiba, dengan peringatan yang singkat, tangki besi cor yang besar milik perusahaan penyulingan murni pecah dan gelombang besar tetes-tebu mentah berwarna hitam, setinggi dua lantai, menenggelamkan jalanan dan mengalir perlahan menuju area tepi laut. Bukan saja pejalan kaki tapi juga kereta kuda tidak bisa lari dari gelombang ini.2 juta galon tetes-tebu yang sedianya akan dijadikan minuman menenggelamkan sejumlah orang -21 pria, wanita dan anak-anak tewas tenggelam. Kuda-kuda itu sebenarnya hanya terjebak di lengketnya cairan tebu tersebut, polisi terpaksa menembaknya. Boston berbau tetes-tebu selama seminggu, dan pelabuhan menjadi coklat sampai musim panas.

4. Ledakan Tabung Gas Pittsburg

Tabung gas silinder besar- yang terbesar di dunia saat itu- berada di jantung pusat industri Pittsburgh, Pennsylvania, mengalami kebocoran. Di pagi hari 14 november 1927, tukang reparasi pergi untuk memperbaikinya- dengan lampu tiup yang terbuka. Sekitar pukul 10 mereka menemukan kebocorannya. Tangki yang berisi 5 juta kubik gas alam, naik ke udara seperti balon dan meledak. Potongan metal, dengan berat 100 lbs, berserakan ke jarak yang cukup jauh, dan efek kombinasi dari tekanan udara dan api menyisakan kehancuran ber mil kuadrat. 28 orang tewas dan ratusan lainnya terluka.

5. The Gillingham Fire Demonstration

Tiap tahun pemadam kebakaran Gillingham, di Kent, England, akan membangun ‘rumah’ sementara dari kayu dan kain untuk demonstrasi populer memadamkan kebakaran pada pesta acara tahunan Gillingham Park. Setiap tahun, juga, beberapa pria lokal dipilih dari banyak kandidat . Pada 11 juli 1929, 9 bocah laki-laki-umur 10 sampai 14- dan 6 pemadam kebakaran berpakaian seakan-akan sedang pesta perkimpoian, memanjat lantai ke tiga dari ‘rumah’ itu dengan tali dan tangga. Rencananya adalah menyalakan api di lantai pertama, menyelamatkan ‘pesta perkimpoian’ dengan tali dan tangga dan kemudian meledakkan rumah kosong untuk mendemokan penggunaan fire hoses. Karena kesalahan, api menyala duluan, Penonton mengira tubuh yang mereka lihat adalah gurauan dan bertepuk tangan meriah, sementara pemadam kebakaran diluar menyemprotkan air karena mengetahui bencana sesungguhnya. ke 15 orang meninggal di dalam rumah.

6. Robohnya The Empire State Building

Pada sabtu pagi 28 juli 1945, veteran Army pilot mengudara dengan B-25 light bomber dari Bedford, Massachusetts, menuju Newark, New Jersey, co-pilot dan marinir muda juga di dalam. Kabut membuat jarak pandang lemah. Kira-kira sejam kemudian, orang-orang di jalan tengah kota Manhattan menyadari raungan pesawat yang memiawik semakin tajam dan menyaksikan dengan ngeri bomber tiba-tiba muncul dari kabut asap, melesat diantara gedung bertingkat dan kemudian terjun menubruk sisi Empire State Building. Serpihan pesawat dan bangunan runtuh berbarengan. Lubang besar menganga di lantai 78, satu dari mesin pesawat menabrak 7 dinding dan keluar dari sisi lain bangunan dan mesin lain terjerembab di cerobong lift. Saat tank bahan bakar meledak, 6 lantai ditelan api, dan gasoline yang terbakar mengalir di sisi lain bangunan. Untungnya, sedikit kantor yang buka pada hari sabtu, dan hanya 11 orang-plus 3 pengendara pesawat meninggal.

7. Peristiwa Tunguska

Pada 30 juni,1908 ledakan besar terjadi di dekat Podkamennaya (Under Rock) Sungai Tunguska yang sekarang dikenal Krasnoyarsk Krai of Russia. Ledakan sepertinya disebabkan oleh meteor atau pecahan komet dengan panjang sekitar 20m(60 kaki). Meskipun meteor atau komet dianggap hancur sebelum sampai di bumi, peristiwa ini masih dianggap peristiwa tubrukan. Energi ledakan diperkirakan antara 10 dan 20 megaton TNT, 1,000 kali lebih dahsyat dari bom yang dijatuhkan di Hiroshima atau setara dengan Castle Bravo, bom nuklir terkuat yang diledakkan US. Ledakan Tunguska menumbangkan kira-kira 80 juta pohon di sekitar 2,150 kilimeter persegi. Kerusakannya saat ini masih bisa dilihat dari satelit di angkasa.

8. Ledakan Reaksi Berantai di Texas City

Pada 15 April ,1947, kapal pengangkut Perancis memasuki dok Texas City, dan mengambil 1,400 ton pupuk ammonium nitrate. Malam itu api muncul di bagian bawah dek kapal. Menjelang pagi kepulan asap hitam membuat port authorities karena perusahaan kimia Monsanto hanya berjarak 700 kaki. Seorang pria berdiri di dok, menyaksikan, tugboat dipersiapkan untuk menyeret kapal pengangkut ke tengah laut. Kobaran api menyebar ke luar dari rongsokan kapal, dan dalam hitungan menit Monsanto meledak, membunuh dan menghancurkan ratusan pekerja dan saksi yang melihat ledakan permulaan. Kebanyakan distrik perdagangan hancur, dan api mengamuk sepanjang tepian laut, dimana sejumlah besar tang gas butane dalam keadaan terancam meledak. Tidak lama setelah tengah malam, kapal pengangkut kedua- juga membawa nitrat- meledak, dan seluruh kejadian terulang kembali. Lebih dari 500 orang meninggal dan 1000 lainnya luka-luka.

9. Peracunan Massal di Basra

Bulan September 1971 pengiriman 90,000 metrik ton biji gandum tiba di pelabuhan Irak Basra. Jewawut Amerika dan gandum meksiko- yang telah diproses secara kimia dengan methyl-mercury untuk mencegah pembusukan- disemprot pink untuk mengindikasi bahwa sangat beracun dan tulisan peringatan tercetak jelas di bungkusnya- Cuma dalam bahasa Inggris dan Spanyol. Sebelum didistribusikan ke petani, ternyata sudah dicuri dari dok dan dijual sebagai makanan ke penduduk yang kelaparan. Pemerintah Irak, malu atas kealpaan ini, singkat cerita dan tidak sampai dua tahun wartawan Amerika melaporkan bukti 6,530 rumah sakit menangani kasus keracunan merkuri. Pejabat pemerintah mengakui 459 meninggal, namun jumlah sebenarnya diperkirakan sekitar 6,000 dengan 100.000 lainnya menderita efek permanen seperti kebutaan, tuli dan kerusakan otak.

10. Amukan Gajah Hutan Chandka

Pada musim semi 1972, Area Hutan Chandka di India – yang sudah dilanda kekeringan- diserang gelombang bahang juga. Gajah lokal, yang biasanya tidak menjadi masalah, menjadi gelisah karena suhu yang tinggi dan kurangnya air. Pada musim panas situasi semakin buruk. Puncaknya pada 10 juli, Segerombolan gajah-gajah mengamuk dan menyerang 5 desa, meninggalkan kerusakan besar-besaran. ( ghifari-webmatic.com )

READ MORE - Bencana - Bencana Paling Aneh Di Dunia

Penemuan Tikus Aneh Mirip Gajah

Penemuan Tikus Aneh Mirip Gajah - Seekor mamalia berbulu dengan hidung mirip belalai muncul di hutan terpencil Afrika.

Tikus agak besar ini diperkirakan spesies baru.

Ahli konservasi yang mempelajari keanekaragaman hayati di hutan Boni-Dodori, pantai timur laut Kenya, telah mendirikan jebakan kamera di wilayah tersebut setelah seorang ilmuwan melihat binatangsengi (tikus gajah) yang tidak dikenal.

Dari gambar tersebut, peneliti mengenali warna merah marun di sisi bahu dan punggung spesies itu. Hewan ini juga berciri pantat yang lebih rendah dengan warna hitam.

Secara garis besar, ilmuwan menilai bahwa makhluk ini lebih besar dibandingkan tikus berbelalai biasa.

Diperkirakan, objek itu miliki berat 600 gram, sepanjang 550 milimeter dan memiliki ekor 250 milimeter.

http://suaramedia.com/images/resized/images/stories/4berita/1-9-nasional/elephant3_dailymail_200_200.jpg


Tim ilmuwan yang berasal dari Zoological Society of London (ZSL) dan Kenya Wildlife Service (KWS) ini menganalisa DNA binatang itu untuk mengkonfirmasi apakah benar termasuk spesies baru.

More

Jika terbukti, hewan ini menjadi spesies ke-18 dari sengi yang masuk di keluarga Macroscelididae di mana semuanya berasal dari Afrika.

“Nenek moyang kita sering salah memahami hewan ini"

"Strategi perkawinan monogami dan moncong karismatik mereka yang fleksibel membuat spesies ini sangat menawan,” kata peneliti dari California Academy of Science Galen Rathbun. ( suaramedia.com )

READ MORE - Penemuan Tikus Aneh Mirip Gajah

Teori Ilmuan Indonesia Membantah Teori Evolusi

Teori Ilmuan Indonesia Membantah Teori Evolusi - Sebuah studi yang diketuai oleh Etty Indriati, peneliti dari Universitas Gadjah Mada, Indonesia melakukan investigasi dari dua situs di sungai Bengawan Solo. Dari penelitian, disimpulkan bahwa Homo erectus kemungkinan tidak tinggal di habitat yang sama dengan manusia modern.

Temuan ini memunculkan keraguan pada teori evolusi manusia sebelumnya dan mengindikasikan bahwa nenek moyang manusia modern itu punah jauh lebih awal dibandingkan perkiraan sebelumnya.

Seperti diketahui, Homo erectus, yang meninggalkan Afrika sekitar 1,8 juta tahun lalu, disepakati sebagai nenek moyang langsung spesies kita yakni Homo sapiens. Kedua spesies ini sebelumnya diyakini pernah hidup berdampingan. Setidaknya sampai muncul teori baru yang membantah itu.


http://media.vivanews.com/thumbs2/2011/07/05/115413_homo-erectus--nenek-moyang-homo-sapiens_300_225.jpg


Selama ini, ilmuwan memperkirakan, sekitar 500 ribu tahun lalu Homo erectus lenyap dari Afrika dan sebagian besar Afrika dan diperkirakan, bertahan hidup di Indonesia hingga 35 ribu tahun lalu. Adapun Homo sapiens awal tinggal di kawasan Indonesia sejak 40 ribu tahun lalu dan tinggal bersama dengan nenek moyangnya tersebut.

Penelitian yang dilakukan Etty dan timnya menunjukkan bahwa asumsi selama ini tidak benar dan Homo erectus lenyap jauh sebelum kedatangan Homo sapiens di Asia.

“Homo erectus kemungkinan tidak tinggal di habitat yang sama dengan manusia modern,” kata Etty, seperti dikutip dari DailyMail, 5 Juli 2011.

Dari ekskavasi dan analisa waktu, hasilnya mengindikasikan bahwa Homo erectus punah setidaknya 143 ribu tahun lalu, dan bahkan mungkin lebih dari 550 ribu tahun lalu.

Jika demikian yang terjadi, maka temuan ini membantah teori ‘Out of Africa’ yang sudah disepakati sebelumnya yakni hipotesis seputar manusia modern telah berevolusi sepenuhnya di Afrika sebelum bermigrasi ke belahan lain di Bumi.

Teori itu memperkirakan terjadinya overlap antara Homo sapiens dan spesies lebih tuah yang mereka gantikan di luar Afrika. Homo erectus yang ditemukan masih bertahan hidup di Indonesia pada masa itu dianggap sebagai bukti pendukung teori tersebut.

Dengan temuan terbaru, peneliti menawarkan hipotesis baru bahwa manusia modern berevolusi dari spesies terdahulu di Afrika, Asia, dan Eropa. Hasil temuan ini sendiri dipublikasikan di jurnal Public Library of Science ONE. ( vivanews.com )

READ MORE - Teori Ilmuan Indonesia Membantah Teori Evolusi

Menguak Keberadaan Monster Laut

Menguak Keberadaan Monster Laut - Monster Laut Benar-benar Ada - Penampakan 'monster laut' yang dilaporkan tak semuanya bisa dikatakan sebagai kabar bohong -- Monster laut seperti yang dideskripsikan dalam kisah-kisah pelaut kuno, bukan berarti sepenuhnya mitos. Sejumlah ilmuwan mengklaim, mahluk itu nyata. Meski, penampakan mereka tak seperti yang digambarkan Film 'Jurassic Park', tak mirip mahluk prasejarah.

Para ilmuwan mendiskusikan kemungkinan adanya mahluk raksasa di dalam laut yang belum ditemui dalam ajang Zoological Society of London (ZSL). Salah satu pembicara adalah ilmuwan palaeontolog, Dr Darren Naish. "Sejumlah penampakan 'monster laut' yang dilaporkan tidak semuanya bisa dikatakan sebagai salah tafsir, ketidaktahuan, atau hoax alias kabar bohong," kata dia seperti dimuat Daily Mail, Selasa 12 Juli 2011.

Setidaknya, beberapa di antaranya -- khususnya yang ditemui orang-orang yang mengerti benar tentang alam -- adalah deskripsi hewan nyata yang belum diketahui eksistensinya. Apalagi, "sejumlah besar hewan laut besar terus ditemukan, seperti ikan paus dan hiu jenis baru. Jadi, ide bahwa spesies 'monster' itu hanya menunggu waktu, setidaknya masuk akal," kata Naish.


http://media.vivanews.com/thumbs2/2011/07/13/116134_monster-laut_300_225.jpg

Meski demikian, ia menolak ide bahwa penampakan 'monster laut' mirip mahluk-mahluk prasejarah. Msialnya, punya leher panjang seperti Dinosaurus.

Sementara, sesi bertajuk "Kriptozoologi: Sains atau Pseudosains" diselenggarakan Dr Charles Paxton dari University of St Andrews.

Ia berpendapat, salah untuk mengasumsikan bahwa semua hewan besar di dalam laut telah ditemukan saat ini. "Jika kriterianya hanya besar, bukan ini yang dimaksud," kata dia. Misalnya, pada tahun 1995, ditemukan ikan pari yang hidup di dasar laut, panjangnya 3,42 meter.

"Ada perbedaan antara binatang yang hidup di dasar laut dan mereka yang muncul untuk menghirup udara, tapi kita telah menemukan sejumlah spesies baru paus," tambah dia.

Senada dengan Naish, ia setuju bahwa tipis kemungkinan kita akan menemukan hewan plesiosaurus. "Jika ada hewan prasejarah yang hidup hari ini akan menyiratkan bahwa ada sesuatu yang sangat salah dengan pemahaman kita tentang catatan fosil," katanya.

Untuk diketahui, delapan spesies laut berukuran besar telah ditemukan dalam 20 tahun terakhir. Pada tahun 1905, ahli zoologi Meade-Waldo Edmond dan Michael Nicoll menemukan 'ular laut' di lepas pantai Brasil.

Sementara, kriptozoologi memiliki arti harafiah, 'studi tentang binatang yang tersembunyi'. Ini mengacu pada usaha menemukan makhluk mitos yang keberadaannya belum terbukti, seperti Loch Ness raksasa, Bigfoot dan Yeti.


http://media.vivanews.com/images/2010/07/14/92874_foto-monster-loch-ness-di-tahun-1934.jpg


READ MORE - Menguak Keberadaan Monster Laut

Sekarang Bisnis Ini Sangat Berkembang Di Amerika Serikat

Sekarang Bisnis Ini Sangat Berkembang Di Amerika Serikat - Sebagai konsumen, Anda pasti akan mudah tergiur untuk berbelanja jika ada embel-embel diskon. Apalagi, jika diskon atau potongan harga yang ditawarkan sangat tinggi.

Seperti yang terdapat pada berbagai situs diskon dan kupon belanja yang saat ini banyak bermunculan. Contohnya Disdus.com, Dealkeren.com, Adadiskon.com dan Lapar.com bagi pencinta kuliner. Makin menjamurnya situs diskon ini memang tidak lepas dari semakin populernya sosial media.

"Semenjak sosial media semakin populer, e-commerce pun makin diterima. Mulai muncul bisnis model baru dengan memanfaatkan social media untuk promosi," kata Nukman Luthfie, pakar marketing digital dari Virtual Consulting (VC) saat dihubungi VIVAnews, Jumat 8 Juli 2011.

Menurut Nukman, bisnis ini sedang sangat berkembang di Amerika Serikat. Yaitu digabungkannya tren sosial media dengan e-commerce.


http://media.vivanews.com/thumbs2/2008/12/04/60354_midnight_sale_300_225.jpg


"Bentuknya banyak tetapi yang paling banyak dan populer adalah memanfaatkan yang namanya 'membeli bersama' atau collective buying. Ini terjadi ketika ada sepuluh orang memiliki keinginan untuk membeli barang yang sama dan bisa mendapat potongan harga. Bentuknya seperti pedagang grosir," kata Nukman.

Salah satu situs kupon yang sangat berkembang adalah Disdus.com. Berdiri pada pertengahan 2010 dan pada awal 2011, perusahaan ini diakusisi oleh Groupon Internasional.

Groupon Internasional merupakan perusahaan daily deal nomor satu di dunia yang berbasis di Amerika Serikat. Saat ini Groupon tersebar di 46 negara.

"Sekarang kita menjadi bagian dari Groupon dengan nama Groupon Disdus. Respon konsumen bagus sekali dan pertumbuhan sangat pesat. Kami mempunyai customer base sangat besar yang memahami konsep Groupon," kata Azmi Hayaze, Bussines Development dari Disdus.com, kepada VIVAnews.com

Makin banyaknya situs-situs diskon memang sangat memanjakan para konsumen. Begitu juga bagi merchant, karena bisa berpromosi dengan biaya yang lebih murah dibandingkan cara yang konvensional.

"Cara ini bisa dikatakan lebih efektif bagi merchant, karena mereka tak perlu beli iklan. Cost promo jadi lebih murah. Mereka beriklan dengan cara memberikan diskon. Uang mereka pun keluar setelahnya hasilnya keluar," kata Nukman. ( vivanews.com )

READ MORE - Sekarang Bisnis Ini Sangat Berkembang Di Amerika Serikat

Inilah Pemilik Penis Yang Bisa Bernyanyi

Inilah Pemilik Penis Yang Bisa Bernyanyi - Penis Bernyanyi Adalah Mahluk Paling Ribut di Bumi - Seekor serangga yang bertubuh kecil dan dikenal dengan nama penis bernyanyi dikenal sebagai mahluk paling ribut di muka bumi. Serangga yang juga memiliki nama Micronecta scholtzi disebut penis karena mirip dengan alat kelamin pria tersebut.

BBC Nature News melaporkan para ilmuwan Perancis dan Skotlandia mengatakan jika serangga jantan akan bernyanyi sangat kuat dan bahkan mencapai 100 desibel kekuatannya. Ini sama dengan duduk di depan konser ketika orkestra dimainkan.

Begini cara serangga penis bernyanyi ini bermain di dunia percintaan. Si jantan akan mencoba mencari pasangan dengan menggosok penisnya ke abdomen sesuatu yang disebut stridulation atau komunikasi suara.


http://data.tribunnews.com/foto/bank/images/Micronecta_scholtzi345.jpg


"Kami sangat terkejut karena kami kira ini berasal dari spesies air," kata James Windmill dari Strathclyde, Glasgow.

"Ketika kami mengidentifikasi tanpa keraguan apapun kami menghabiskan banyak waktu untuk memastikan jika kalibrasi suara itu memang benar dan nyata," jelas Windmill. Penemuan ini dipublikasikan di jurnal PLos One dan membandingkan suara si Mr Penis Bernyanyi setara dengan kereta api barang yang lewat. ( tribunnews.com )


READ MORE - Inilah Pemilik Penis Yang Bisa Bernyanyi

Rangka Monster Purba Ditemukan di Teluk Carpentaria Australia

Rangka Monster Purba Ditemukan di Teluk Carpentaria Australia — Rangka monster purba yang disebut Diprotodon ditemukan di wilayah Teluk Carpentaria, Queensland, Australia. Penemuan ini istimewa sebab hampir semua tulang penyusun rangka monster tersebut ditemukan di satu lokasi. Hanya satu tulang kecil yang hilang.

"Apa yang kita lihat di sini adalah marsupial (hewan yang membawa anakannya di dalam kantung) terbesar yang pernah ada di dunia," kata Profesor Michael Archer, peneliti dari Australia Museum yang turut berperan menemukan rangka monster tersebut.

Seorang pembuat gambar telah berusaha menggambarkan bentuk monster ini sesuai rangka yang ditemukan. Diperkirakan, Diprotodon memiliki panjang 14 kaki (setara 4,26 meter) dan berat 3 ton. Meski punya ukuran tengkorak besar, monster ini diperkirakan tidak cerdas karena tengkoraknya lebih banyak terdiri dari rongga udara.

Diprotodon diperkirakan tersebar di Australia antara 25.000 tahun dan 2 juta tahun lalu. Mereka eksis sejak kedatangan pertama suku Aborigin sekitar 50.000 tahun lalu. Melihat kelengkapan rangka dan kerusakan yang minim, diperkirakan rangka yang ditemukan kali ini berasal dari individu terakhir yang hidup.


http://assets.kompas.com/data/photo/2011/07/05/1504024620X310.jpg
Diprotodon


"Kami sekarang berharap bisa merekonstruksi rangka tersebut, menyusun kembali pada posisi yang tepat agar bisa memberi gambaran yang lebih bagus, seperti apa makhluk ini," kata Archer seperti dikutip Daily Mail, Senin (4/7/2011).

Sebelumnya, rangka dari jenis yang sama pernah ditemukan di New South Wales, tetapi tidak lengkap. Dengan penemuan rangka lengkap kali ini ditambah lubang kecil yang ada di tulang rusuk tanda pernah ditombak, misteri monster tersebut diharapkan bisa lebih terkuak. ( kompas.com )

READ MORE - Rangka Monster Purba Ditemukan di Teluk Carpentaria Australia