Enter your email address:

Penemuan Fosil Dinosaurus Pertama di Angola


Penemuan Fosil Dinosaurus Pertama di Angola - Sejumlah ilmuwan mengatakan mereka telah menemukan fosil dinosaurus pertama di Angola.

Sekali merengkuh dayun dua tiga pulau terlampaui. Selain menemukan daerah "jajahan" baru, para ilmuwan juga menemukan spesies dinosaurus baru yang belum pernah ditemukan sebelumnya.

Pada hasil studi yang telah dipublikasikan hari Rabu silam di jurnal Annals of the Brazilian Academy of Sciences, dinosaurus itu memiliki leher panjang dan diduga pemakan tumbuhan. Tim internasional yang telah menemukan dan mengidentifikasi tulang depan fosil yang memiliki karakter kerangka yang unik memastikan bahwa fosil tersebut belum pernah ditemukan dibumi.


http://suaramedia.com/images/resized/images/stories/2011/1berita/3_tekno/sauropod_dailymail_200_200.jpg


http://suaramedia.com/images/resized/images/stories/2011/1berita/3_tekno/render_200_200.jpg

Gambar Ilustrasi, (Foto: dailymail.co.uk) Fosil dinosaurus yang ditemukan di Angola. (Foto: vrvm.com) Fosil dinosaurus yang ditemukan di Angola. (Foto: vrvm.com)


Fosil dinosaurus ini ditemukan bersama dengan ikan dan gigi hiu yang mana keduanya berada di dasar laut. Diperkirakan usianya sekitar 90 juta tahun. Temuan ini diduga berkaitan dengan fosil dinosaurus. Muncul kemungkinan di kalangan ilmuwan bahwa dinosaurus terseret ke laut dan kerap menjadi santapan hiu kuno.

Dinosaurus yang baru ditemui itu dijuluki Angolatitan adamastor. Angolatitan berarti "raksasa Angola", sementara adamastor adalah raksasa laut yang berasal dari mitos pelayar Portugis.

Menurut Matius F Bonnan, seoarang ahli dinosaurus jenis Sauropod asal Western Illnois University, penemuan fosil di Angola sangat menakjubkan. Bonnan tidak terlibat dalam penelitian ini. Tapi, ia memperkirakan klaim tentang spesies baru tentang dinosaurus oleh para ilmuwan layak diketahui.

"Saya pikir mereka sudah sangat berhati-hati," kata Bonnan, yang diberitakan AP, Kamis 17 Maret 2011.

"Penemuan ini dapat menambah pengetahuan tentang bagaimana sauropod beradaptasi di lingkungan yang berbeda," tandasnya.

"Fakta menggembirakan tentang paleontologi dinosaurus adalah, kini semuanya menjadi semakin global. Semakin banyak orang dan tempat-tempat yang terlibat dalam ilmu pengetahuan ini, akan semakin baik untuk kami semua," ujar Bonnan.

Meski dihadapkan dengan ancaman ranjau darat, anggota riset Octavio Mateus dari Universidade Nova de Lisboa dan Museum of Lourinha (Portugal) menyatakan, faktor finansial merupakan rintangan terbesar proyek tersebut.


"Kami tidak memiliki masalah dengan ranjau darat, kami tidak bermasalah dengan faktor keselamatan," tegas Mateus.


Para peneliti di Angola mengatakan proyek mereka bertajuk PaleoAngola yang akhirnya menemukan fosil, dimulai tahun 2005. Dan, itu merupakan ekspedisi paleontologi sistematis pertama di Angola sejak tahun 1960-an. ( suaramedia.com )


Artikel Lain :



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar