Enter your email address:

Misteri Pergeseran Benua Terungkap Melalui Kodok Batu


Misteri Pergeseran Benua Terungkap Melalui Kodok Batu - Lima belas hingga 55 juta tahun lalu India dan Asia mengalami tubrukan yang memicu peristiwa geologi di Himalaya dan dataran tinggi Tibet. Kodok menguak bagaimana benua itu bergeser.

“Geolog tahu banyak mengenai daerah itu, namun mereka tidak bisa menjelaskan urutan waktu munculnya massa gunung dan lereng tertentu,” kata David Wake, herpetologis dan ahli biologis University of California, Berkeley dan penulis yang memberikan detil masalah ini.


http://suaramedia.com/images/resized/images/stories/4berita/1-8-technology/kodok_ecoterariumsupplay_200_200.jpg


“Kami menggunakan kodok sebagai ganti mesin waktu.”


Kodok berduri dari suku Paini ini sering disebut katak batu di China karena mereka bersembunyi di batuan berlumut dekat sungai yang mengalir cepat, kata para peneliti.


Kodok yang hidup di sungai berarus deras memiliki otot lengan dan dada seperti amplas yang dapat membantu mereka mencegah memegangi betina agar tidak terbawa arus.


“Di sini ada sekelompok kodok yang sangat tua dan menetap pada habitatnya di mana mereka terjebak di sana, tinggal di gunung dan menunggunya keluar,” ujar Wake.


“Mereka terpisah oleh peningkatan ini dan oleh sungai di antara gunung, serta memberikan kami perbaikan pada penanggalan peristiwa geologis ini.”


Untuk menentukan suatu peristiwa, Wake dan rekannya melakukan analisis genetik dari 24 spesies kodok berduri dari suku Paini. Mereka menemukan bahwa suku ini muncul di tempat yang sekarang bernama Indocina dan menyebar ke Barat China sekitar 27 juta tahun yang lalu, dibedakan menjadi dua kelompok: Nanorana yang terdiri dari spesies dataran tinggi yang tinggal diketinggian 15.419 kaki (4.700 meter), di China Barat dan kelompok Quasipaa sebagian besar terdiri dari spesies dataran rendah di Indocina dan China Selatan.


Kelompok ketiga adalah katak berduri terbatas pada 19 juta tahun lalu di Himalaya dan dataran tinggi Tibet. Urutan evolusi mereka mendukung pandangan minoritas bagaimana India/Asia bertabrakan.


Tabrakan mendorong Himalaya ke atas, beberapa pakar geologi percaya bahwa lempeng India juga mendorong Asia Tenggara dan China menuju Samudra Pasifik di mana proses itu disebut sebagai ekstrusi atau tektonik melarikan diri.


”Pada dasarnya, kodok ini merakit ke puncak benua,” kata An Yin, geolog UCLA yang tidak terlibat dalam studi ini. “Kontrol tektonik evolusi morfologi dengan berpindah awalnya sangat terkait erat dengan kodok.” ( suaramedia.com )



Artikel Lain :



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar